Selasa, 21 April 2026
Breaking News
DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran
Nasional
Penulis: Cep 18 Feb 2026

Sebanyak 29 Desa di Sumatra Hilang Akibat Bencana Penghujung Tahun 2025

Sebanyak 29 desa telah hilang dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra pada akhir November 2025.

Beberapa bocah sedang bermain di lingkungan huntara. Sebanyak 29 desa di Sumatera hilang akibat bencana yang terjadi di penghujung 2025. Foto: dok. BNPB

Beberapa bocah sedang bermain di lingkungan huntara. Sebanyak 29 desa di Sumatera hilang akibat bencana yang terjadi di penghujung 2025. Foto: dok. BNPB

trustjabar.com – Sebanyak 29 desa telah hilang dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra pada akhir November 2025. Sejumlah desa hilang itu di antaranya 21 desa di Provinsi Aceh dan 8 desa di Sumatra Utara.

Baca Juga : Tanggap Darurat Longsor Bandung Barat Berakhir, SAR Temukan 94 Kantong Jenazah

Dalam keterangan resminya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menjelaskan, sebagian desa yang hilang akibat bencana itu berubah menjadi alur sungai.

“Desa-desanya ada yang menjadi sungai. Jadi banyak desa yang selama ini ada di sempadan sungai, ketika banjir, sungai pindah ke desa itu,” ucapnya.

Mendagri Tito Karnavian juga turut berkomentar mengenai desa yang hilang akibat bencana di Sumatra tersebut. Ia menegaskan, desa yang hilang itu harus ada penyelesaian.

“Yang hilang perlu ada penyelesaian. Ada desa yang hilang 29 karena terbawa longsor atau terkena banjir,” ungkap Tito, Rabu (18/2/2026).

Sementara itu, berdasarkan data BNPB pada 1 Februari 2026, Siklon Tropis Senyar memicu serangkaian bencana dan menyebabkan 1.204 orang meninggal. Sebanyak 140 orang hilang dan 106 ribu orang masih mengungsi. Para pengungsi ini tersebar di 53 kabupaten/kota. Selain menyebabkan desa hilang, banjir bandang pada 26 November 2025 membawa air setinggi 11 meter di sejumlah wilayah Aceh Tamiang.

Desa Hilang Akibat Bencana di Sumatra, Pemerintah Percepat Huntara

Sebagai upaya penanggulangan korban dampak bencana, kini pemerintah mempercepat penyaluran hunian sementara (huntara). Hal itu agar warga tidak lagi tinggal di tenda menjelang Ramadan.

Pada Selasa (17/2/2026), pemerintah telah menyerahkan 226 unit huntara kepada korban bencana di Kabupaten Bener Meriah. Di Pidie Jaya, BNPB dan Danantara membangun huntara sebanyak 212 unit huntara. Saat ini, warga terdampak bencana sudah mulai menempati huntara tersebut.

Baca Juga : Bencana Alam Sumatra, Antara Status, Data, dan Nurani Kemanusiaan

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan, roda pemerintahan di Aceh akan berjalan normal kembali sebelum Ramadan.

“Alhamdulillah kita monitor bahwa sudah tinggal sedikit yang masih tersendat jalannya. Sudah tidak ada lagi daerah terisolir, walaupun medannya berat,” kata Dasco.

Selain menyikapi adanya desa yang hilang lantaran bencana di Sumatra itu, pemerintah juga telah menyerahkan bantuan stimulan untuk rumah rusak. Penyerahan bantuan itu serentak di 24 kabupaten/kota di Aceh pada 13 Februari 2026.

Di Aceh Tamiang, yang terdampak bencana paling parah. Pemerintah memberikan bantuan kepada 5.518 kepala keluarga dengan total nilai Rp 112,5 miliar. Namun, tantangan besar masih menanti untuk memulihkan kehidupan di desa yang hilang sepenuhnya di wilayah Sumatra itu. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Sebanyak 29 Desa di Sumatra Hilang Akibat Bencana Penghujung Tahun 2025

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.