Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa
Bupati Bandung Dadang Supriatna berkomitmen menghadirkan pembangunan yang lebih terarah, terukur, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat mengikuti upacara peringatan Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung, Senin (20/4/2026). Foto: Diskominfo Pemkab Bandung/
trustjabar.com - Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam keterangan resminya mengatakan, arah transformasi pembangunan Kabupaten Bandung berfokus pada penguatan desa. Dadang juga menekankan pentingnya peningkatan daya saing global.
Bupati menekankan, momentum hari jadi bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi atas perjalanan panjang daerah sekaligus penegasan arah pembangunan ke depan.
Baca Juga : Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang
“Ngarawat lembur (merawat lingkungan) mencerminkan pembangunan yang bertumpu pada desa, lingkungan, dan masyarakat sebagai subjek utama. Sementara ngarojatkeun jaman adalah komitmen untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan meningkatkan daya saing daerah,” ujar Dadang.
Bupati juga menyoroti persoalan serius pengelolaan sampah yang mencapai sekitar 1.800 ton per hari, sementara kuota pengiriman ke TPA terbatas 280 ton. Untuk itu, lanjut Dadang, Pemkab Bandung mendorong berbagai solusi seperti penguatan TPST dan TPS 3R, program zero waste, hingga pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi.
Selain itu, bupati mengklaim, Pemkab Bandung terus memperkuat upaya mitigasi bencana, termasuk melalui kegiatan aeroseeding dengan penebaran sekitar 5,2 juta benih di wilayah prioritas. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana.
“Mulai dari hal sederhana seperti mengelola sampah, menjaga sungai, hingga menanam pohon, semua adalah bagian dari upaya bersama menjaga keberlanjutan lingkungan,” ucapnya.
Bupati Bandung Paparkan Sejumlah Pencapaian
Pada periode kedua kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, Ali Syakieb sejak pelantikannya pada 20 Februari 2025, Dadang menegaskan komitmennya. Ia berkomitmen menghadirkan pembangunan yang lebih terarah, terukur, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Sejumlah indikator makro menunjukkan capaian positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung 2025 mencapai 75,58 poin, meningkat dari 74,59 poin dari tahun 2024. Tingkat kemiskinan turun menjadi 6,04 persen, sementara kemiskinan ekstrem berhasil ditekan hingga 0,5 persen. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi mencapai 6,32 persen, meningkat signifikan dari 5,04 persen.
Baca Juga : Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai
Di sektor pelayanan publik, kata bupati, Pemkab Bandung telah menyelesaikan pembangunan lima RSUD BEDAS. Lokasi RSUD itu terletak di wilayah Cimaung, Kertasari, Tegalluar, Arjasari, dan Pacira sebagai upaya mendekatkan akses layanan kesehatan. Sementara itu, infrastruktur jalan mantap mencapai 65 persen pada 2025 dan ditargetkan meningkat menjadi 74 persen pada 2026.
Program sosial juga terus diperkuat, di antaranya perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) dan pembangunan sekolah baru. Serta perluasan akses pendidikan tinggi melalui program beasiswa BESTI dan Beasiswa Indonesia Emas Daerah (BIED).
Dalam tata kelola pemerintahan, Kabupaten Bandung kembali mencatatkan prestasi dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sembilan kali berturut-turut. Selain itu, skor Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) dari KPK mencapai 94, tertinggi di Jawa Barat dan peringkat keempat secara nasional. (cep/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.