Selasa, 21 April 2026
Breaking News
DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran
Internasional Pojok Lingkungan
Penulis: Cep 03 Apr 2026

Ancaman Badai El Nino, Pemerintah di Seluruh Asia Tenggara Berpacu Amankan Pasokan Pangan

Lembaga riset BMI menandai Filipina sebagai negara paling rentan di Asia Tenggara terhadap gangguan pasokan pupuk, dengan keterlambatan pengiriman impor. Hal ini mengancam musim tanam jagung dan padi pada bulan Maret hingga Mei.

Ilustrasi kekeringan. Ancaman potensi badai El Nino, pemerintah di seluruh Asia Tenggara kini berpacu mengamankan pasokan pangan. Foto: ilustrasi/

Ilustrasi kekeringan. Ancaman potensi badai El Nino, pemerintah di seluruh Asia Tenggara kini berpacu mengamankan pasokan pangan. Foto: ilustrasi/

trustjabar.com – Pemerintah di seluruh Asia Tenggara saat ini terus berpacu memperkuat cadangan air dan pangan menghadapi prediksi terjadinya badai El Nino. Para ahli iklim mengemukakan, proyeksi terjadinya badai siklon ini 62 persen berpeluang terjadi antara Juni dan Agustus 2026. Hal ini memicu kemarau panjang, suhu ekstrem, dan kekeringan.

Baca Juga : Video Dampak Gempa Bumi Tektonik yang Mengguncang Kota Bitung Sulawesi Utara

Melansir berbagai sumber, para analis iklim telah memperingatkan bahwa ancaman badai El Nino yang datang, dapat mengganggu produksi pertanian. Terganggunya produksi pertanian akibat badai ini melalui kekeringan dan banjir. Akibatnya, akan mendorong inflasi pangan dan membebani pertumbuhan ekonomi di kawasan-kawasan rentan.

Di Malaysia, hampir seperempat bendungan di negara tersebut sudah melaporkan level air yang mengkhawatirkan. Kejadian ini bahkan sebelum ancaman badai El Nino terjadi. Sepuluh dari 43 bendungan telah turun di bawah ambang batas kapasitas 70 persen. Komisi Layanan Air Nasional Malaysia mengklasifikasikan kejadian ini sebagai level peringatan.

Situasi paling kritis terjadi di Bendungan Muda, Kedah, Malaysia yang telah merosot hingga hanya 7,47 persen dari kapasitas normalnya. Hal ini mengancam pasokan kebutuhan air lebih dari 1 juta rumah tangga di Kedah, Perlis, dan Penang.

Mantan anggota parlemen Malaysia, Charles Santiago mendesak pemerintah Malaysia segera bertindak menginformasikan masyarakat tentang risiko yang akan datang. Hal tersebut dinilai perlu dilakukan untuk mengantisipasi bencana lebih meluas seiring ancaman badai El Nino.

Mengutip media setempat, bahkan Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Malaysia sudah merespons lebih dari 400 kebakaran terbuka setiap hari. Kejadian tersebut terjadi di seluruh negara, meningkat empat kali lipat dari level normal. Bahkan, di Johor dan Pahang, mengalami kebakaran hutan seluas ratusan hektare.

Ancaman Badai El Nino, Ilmuwan Iklim Prediksi 2026 Jadi Tahun Terpanas

Ilmuwan iklim telah memperkirakan probabilitas tinggi terjadinya kondisi badai El Nino antara Juli dan Agustus. Berpotensi membuat tahun ini menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat.

Sementara itu, pemerintah Indonesia terus bergerak agresif mengamankan pasokan pangan menghadapi ancaman badai ini. Badan Pangan Nasional melaporkan, cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog mencapai sekitar 4,08 juta ton per 25 Maret 2026. Jumlah tersebut naik 77,8 persen dari 2,29 juta ton pada tahun sebelumnya.

Baca Juga : Awal April 2026 Gunung Semeru Kembali Tunjukan Aktivitas Vulkanik 16 Kali Gempa Letusan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, total ketersediaan pangan nasional, termasuk stok rumah tangga dan potensi panen, mendekati 27 juta ton. Pasokan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan hingga 10 bulan, bahkan dalam skenario ekstrim badai “Godzilla El Nino”. Amran juga menegaskan pemerintah juga sedang memperluas cadangan jagung, minyak goreng, gula, dan daging.

“Kami akan memantau dengan seksama potensi ancaman badai Godzilla El Nino ini. Memastikan memperkuat cadangan pangan nasional,” ungkap I Gusti Ketut Astawa, Deputi Ketersediaan Pangan pada Badan Pangan Nasional Indonesia.

Di Filipina, Wali Kota Cebu City Nestor Archival bertemu dengan Metropolitan Cebu Water District pada hari Selasa kemarin. Pertemuan itu untuk mengatasi gangguan air yang terus-menerus terjadi dan kesiapan menghadapi badai El Nino. Pemerintah kota mendorong untuk merehabilitasi sumur tradisional dan membangun titik akses air terpusat di daerah yang kurang terlayani.

Lembaga riset BMI menandai Filipina sebagai negara paling rentan di Asia Tenggara terhadap gangguan pasokan pupuk, dengan keterlambatan pengiriman impor. Hal ini mengancam musim tanam jagung dan padi pada bulan Maret hingga Mei.

Ancaman badai El Nino yang akan datang di tengah tekanan yang sudah meningkat terhadap sistem pangan global. Prakiraan terbaru dari U.S. Climate Prediction Center pada Maret 2026 memperkirakan transisi dari kondisi La Nina saat ini ke ENSO-netral dalam beberapa minggu mendatang. Transisi kondisi tersebut sebelum El Nino terjadi pada pertengahan tahun dan bertahan setidaknya hingga akhir 2026. (cep/trustjabar/R1

Komentar

0 komentar untuk Ancaman Badai El Nino, Pemerintah di Seluruh Asia Tenggara Berpacu Amankan Pasokan Pangan

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.