“Resah dalam Sejarah”, Karya Buku Goresan Kegelisahan Fenomena Sosial dan Politik di KBB
"Resah dalam Sejarah" itulah judul buku karya anak muda di Bandung Barat, Deni Permana. Buku itu resmi diluncurkan di Bale Gampungan, lantai 4 Gedung B Kantor Pemda KBB, Sabtu (23/08/2025).
“Resah dalam Sejarah”, Karya Buku Goresan Kegelisahan Fenomena Sosial dan Politik di KBB
trustjabar.com - Karya buku bisa lahir dari sebuah pengalaman pribadi ataupun pengamatan dari fenomena yang terjadi dalam kehidupan lingkungan sehari-hari. Seperti halnya salah satu buku yang lahir dari sebuah keresahan sang penulisnya.
Saat melihat dinamika kehidupan sosial maupun politik khususnya yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat ataupun di Indonesia. "Resah dalam Sejarah" itulah judul buku hasil goresan seorang anak muda di Bandung Barat yang bernama Deni Permana. Buku itu resmi diluncurkan di Bale Gampungan, lantai 4 Gedung B Kantor Pemda KBB, Sabtu (23/08/2025).
Baca Juga: Pencipta Lagu “Karatagan” dan “Hymne Bandung Barat” Belum Mendapat Apresiasi dari Pemda KBB
Buku “Resah dalam Sejarah” merupakan kumpulan rangkaian tulisan Deni sejak tahun 2018 hingga Februari 2025. Isinya merekam fenomena sosial, organisasi, politik, dan pendidikan baik di tingkat nasional maupun daerah, terutama di Bandung Barat. Deni mengemeas karya dalam gaya sastra agar lebih mudah diterima berbagai kalangan.
Gaya penulisan dengan bahasa yang sederhana. Buku ini cocok untuk pelajar, mahasiswa, maupun aktivis yang ingin memahami fenomena sosial dan politik dengan cara yang lebih ringan.
"Karakter bahasa seperti itu yang saya sengaja tampilkan agar mudah paham dan masuk ke berbagai kalangan," tutur Deni usai launching dan bedah buku miliknya.
Buku ini juga semakin bernilai karena kata pengantar dari sejumlah tokoh penting. Di antaranya kata pengantar Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail, Dinas Pendidikan KBB, serta Kaprodi Ilmu Politik S2 Universitas Padjadjaran.
Beberapa subjudul dalam buku ini, lanjut Deni, merepresentasikan keresahan yang kerap dialami anak muda. Misalnya, “Abadi dalam Mengabdi”, “Pengabdian Tanpa Makna”, hingga “Degradasi Idealisme Mahasiswa”.
Bahkan, ada yang terinspirasi dari kalimat tokoh nasional Bambang Pacul, yakni “Jadi Korea Sejati, Jadi Kader Sejati”.
“Judul-judul itu memang lahir dari pengamatan saya terhadap kondisi sosial dan organisasi. Harapannya, pembaca bisa menjadikannya bahan diskusi di ruang-ruang publik,” sambungnya.
"Resah dalam Sejarah" Tradisi Intelektual
Penerbit buku “Resah dalam Sejarah” oleh Adab Adanu Abimata, Indramayu. Buku ini tersedia melalui toko daring dengan harga Rp74.000 per eksemplar.
Baca Juga: BBW Books 2025 Kembali Hadir di Bandung, Siap Manjakan Pecinta Buku
Dirinya berharap dengan hadirnya buku ini, literasi di Bandung Barat mendapatkan warna baru. Karya anak muda yang lahir dari kegelisahan ini mampu menjadi medium refleksi sekaligus penguat tradisi intelektual di kalangan masyarakat dan generasi muda.
Sementara itu Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail yang hadir mewakili Bupati Jeje Ritchie Ismail memberikan apresiasi tinggi terhadap lahirnya buku ini.
“Saya mengapresiasi karya anak muda Bandung Barat seperti ini. Buku ini bukan hanya sekadar catatan, tetapi refleksi dari dinamika sosial, politik, dan pendidikan yang bisa menjadi ruang diskusi bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” ucapnya. (Adi H/trustjabar.com/R3)
Komentar
0 komentar untuk “Resah dalam Sejarah”, Karya Buku Goresan Kegelisahan Fenomena Sosial dan Politik di KBB
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.