Selasa, 21 April 2026
Breaking News
DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran
Ekonomi Daerah Bandung Raya
Penulis: Cep 03 Mar 2026

Neraca Perdagangan Jawa Barat Tahun 2026 Surplus

Neraca perdagangan Jawa Barat pada awal 2026 naik 3,75 persen dengan nilai ekspor mencapai USD 3,14 miliar.

Ilustrasi grafik. BPS mencatat, neraca perdagangan Jawa Barat pada Januari 2026 terjadi surplus. Foto: ilustrasi/

Ilustrasi grafik. BPS mencatat, neraca perdagangan Jawa Barat pada Januari 2026 terjadi surplus. Foto: ilustrasi/

trustjabar.com – Neraca perdagangan Jawa Barat pada awal 2026 tercatat surplus dengan nilai ekspor mencapai USD 3,14 miliar. Perolehan tersebut naik 3,75 persen daripada Januari 2025.

Baca Juga : Terkena Bea Masuk Imbalan Sementara Tinggi dari Amerika, ESDM Selidiki Dugaan Transshipment Impor Panel Surya

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati menjelaskan beberapa sektor yang memengaruhi kontribusi ekspor ini. Pada neraca perdagangan Jawa Barat, kontribusi ekspor pada sektor industri pada Januari 2026 sebesar 98,77 persen. Kemudian, BPS Jawa Barat juga mencatat ekspor sektor migas sebesar 0,43 persen, pertanian (0,79 persen), dan tambang (0,01 persen).

“Ada tiga golongan barang yang menyumbang ekspor terbesar. Yaitu kendaraan dan bagiannya, mesin dan perlengkapan elektrik, serta mesin dan peralatan mekanis,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan mengenai negara tujuan ekspor terbesar yang turut memengaruhi neraca perdagangan ini. Negara tujuan ekspor itu di antaranya ke Amerika senilai USD 527,75 juta yang meningkat daripada Januari 2025. Margaretha mencatat, peningkatan nilai ekspor dari Jawa Barat ke Amerika pada Januari 2026 sebesar USD 28,22 juta.

“Selain itu, nilai ekspor Jawa Barat ke Filipina sebesar USD 261,28 juta atau naik USD 1,14 juta,” ujarnya.

Neraca Perdagangan Impor Jawa Barat

Selain nilai ekspor yang tercatat surplus, BPS juga mencatat neraca impor Jawa Barat pada Januari 2026 yang mencapai USD 1,02 miliar. Berdasarkan data BPS, kata Margaretha, angka impor Januari 2026 ini turun 5,51 persen daripada Januari 2025.

Ia menuturkan, Tiongkok masih menjadi negara asal impor terbesar ke Jawa Barat dengan nilai mencapai USD 393,16 juta. Kemudian Korea Selatan (USD 107,67 juta) dan Jepang (USD 100,22 juta).

Baca Juga : DPRD Dorong Segera Gulirkan Program Pinjaman Dana Bergulir Bupati Bandung

Margaretha menyimpulkan, dari data tersebut BPS menarik kesimpulan jika neraca perdagangan Jawa Barat mengalami surplus senilai USD 2,12 miliar. Jawa Barat, kata ia, mengalami surplus dengan Amerika Serikat sebesar USD 504,1 juta.

“Kemudian dengan Filipina surplus USD 259,16 juta, Thailand surplus USD 162,21 juta dan dengan Vietnam surplus USD 126,86 juta,” ujarnya. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Neraca Perdagangan Jawa Barat Tahun 2026 Surplus

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.