Gubernur Jawa Barat Usulkan Modernisasi Jalur Kereta Api Jakarta Bandung, Tiket Rp 150 Ribu
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana melakukan modernisasi jalur kereta api Jakarta-Bandung, bisa memangkas waktu menjadi 1,5 jam.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan adanya modernisasi jalur kereta api Jakarta Bandung. Foto: istimewa/
trustjabar.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana akan melakukan modernisasi jalur kereta api Jakarta-Bandung. Gubernur menargetkan, dengan modernisasi jalur ini bakal memangkas tempuh menjadi 1 jam 30 menit.
Baca Juga : Transformasi PT KAI, Masih Layakkah Jadi Pilihan Utama Transportasi di Era Mendatang?
Menurut Dedi Mulyadi, rencana modernisasi jalur kereta api Jakarta-Bandung ini telah ia bahas dengan Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin.
Modernisasi jalur ini, kata Dedi, bukan sekadar pembenahan infrastruktur transportasi. Melainkan juga sebagai upaya memperkuat konektivitas antarwilayah dan turut mendongkrak ekonomi Jawa Barat.
Dalam keterangan resminya, Dedi Mulyadi mengatakan, jika modernisasi jalur ini terlaksana, berpengaruh terhadap waktu tempuh menjadi 1,5 jam.
“Selain memangkas waktu, dengan tiket Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu, saya yakin (penumpang)kereta api akan selalu penuh,” ungkapnya dikutip Selasa (11/11/2025).
Ia menegaskan, proyek modernisasi jalur kereta api Jakarta-Bandung ini memerlukan kolaborasi lintas sektoral. Di antaranya pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat. Dedi menegaskan, adanya modernisasi ini akan menjadi contoh penerapan kolaborasi multi-level.
“Kita bisa ajak pemerintah daerah (kota/kabupaten) dan para pebisnis hotel untuk turut berinvestasi. Karena nanti akan ada dampaknya terhadap peningkatan kunjungan wisata. Orang Jakarta banyak yang berwisata ke Bandung,” kata Dedi.
Selain itu, ia juga berencana akan membuka kesempatan membuka saham bagi masyarakat dalam proyek modernisasi jalur ini. Nantinya, kata Dedi, warga Jawa Barat memiliki kereta api yang diproduksi di dalam negeri.
Modernisasi Jalur Kereta Api Jakarta-Bandung tak Perlu Pembangunan Lintasan Baru
Dalam pembahasan dengan Dedi Mulyadi itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menegaskan, modernisasi jalur ini tidak memerlukan lintasan baru. Peningkatan efisiensi, kata Bobby, bisa tercapai melalui optimalisasi jalur eksisting dengan pendekatan teknis yang lebih presisi.
Baca Juga : KAI Daop 2 Bandung Tertibkan Aset dan Bangunan Strategis di Jalan Natuna
Melalui jalur eksisting sepanjang 150 kilometer, kata Bobby, estimasi biaya perbaikan sekitar Rp 8 triliun. Investasi modernisasi jalur kereta api itu mencakup beberapa aspek. Di antaranya peningkatan kualitas rel, pembangunan terowongan dan jembatan baru di beberapa titik. Selain itu, kata Bobby, investasi itu juga mencakup penyempurnaan sistem double-track.“Langkah utama mencakup perbaikan rel yang sudah ada, penataan tikungan, kemiringan jalur, dan penerapan tilting pada bogie. Hal itu agar kereta api bisa melaju lebih cepat dan stabil di jalan berkelok,” tuturnya. (ecp/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Gubernur Jawa Barat Usulkan Modernisasi Jalur Kereta Api Jakarta Bandung, Tiket Rp 150 Ribu
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.