Kamis, 23 April 2026
Breaking News
DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran
Daerah
Penulis: Asep 19 Feb 2026

Dugaan Gagal Konstruksi Sejumlah Proyek, Massa Gelar Aksi di Lembur Pakuan

Puluhan massa menggeruduk dan menggelar aksi di depan kediaman Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan Subang.

Sejumlah massa menggeruduk dan menggelar aksi di area kediaman Gubernur Jawa Barat di Lembur Pakuan, Subang. Foto: Asep/trustjabar/

Sejumlah massa menggeruduk dan menggelar aksi di area kediaman Gubernur Jawa Barat di Lembur Pakuan, Subang. Foto: Asep/trustjabar/

trustjabar.com - Puluhan massa menggeruduk dan menggelar aksi di depan kediaman Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan Subang, Kamis, (19/2/2026). Mereka tergabung dalam LSM Pemuda dan Mahasiswa Jawa Barat.

Baca Juga : Massa Geruduk Kejati Jawa Barat, Aksi Teatrikal Warnai Unjuk Rasa Gabungan Aktivis Bandung Barat

Aksi massa ini lantaran adanya temuan dugaan kegagalan konstruksi sejumlah proyek jalan provinsi yang baru selesai namun sudah rusak. Peserta aksi menilai, kegagalan tersebut tak lepas dari dugaan adanya broker atau mafia proyek di sejumlah dinas. Termasuk Dinas Pendidikan dan Dinas Bina Marga Jawa Barat.

“Umur layanan jalan jauh dari rencana. Ini patut diduga tidak sesuai spesifikasi teknis dan mengindikasikan cacat konstruksi,” ujar koordinator aksi massa, Andri Hidayat dalam orasinya.

Aksi yang berlangsung tepat di depan gapura masuk Lembur Pakuan ini, sempat mendapat hadangan dari sejumlah warga dan simpatisan Dedi Mulyadi. Warga menolak kehadiran para pendemo yang datang ke Lembur Pakuan.

Kejadian ini sempat membuat panas situasi. Aparat keamanan pun berjaga untuk mengamankan situasi.

Andri menegaskan aksi massa ini bukan sekadar soal reaksi. Melainkan tentang penggunaan kekuasaan untuk membendung kritik. "Penghadangan tersebut sebagai bentuk perlawanan nyata terhadap suara kritik," ujarnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga menuding keterlibatan orang dekat Dedi Mulyadi sebagai penyebab kegagalan Pemprov Jabar dalam mewujudkan transparansi.

"Yang menjadi pertanyaan besar, mengapa aksi-aksi sebelumnya di Dinas Bina Marga, Dinas Pendidikan, hingga di Gedung Sate tak pernah mendapat respons memadai?," katanya.

"Jika kanal resmi tak berfungsi, wajar bila LSM Pemuda dan Mahasiswa mencari cara lain agar yang bersangkutan mendengar aspirasi kami ini. Aksi massa di Lembur Pakuan ini sebagai langkah terakhir setelah pintu-pintu birokrasi seolah tertutup rapat," Andri menambahkan.

Gelar Aksi di Lembur Pakuan, Massa Pendemo Soroti Ketimpangan Realita Citra Figur

Dalam kesempatan itu, Andri juga mempertanyakan perbedaan citra kepemimpinan Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat di media sosial dengan kenyataan yang ada.

Andri menjelaskan, di tengah citra kepemimpinan Dedi Mulyadi yang kerap menampilkan narasi keterbukaan dan kedekatan dengan rakyat, justru muncul kesan sebaliknya. Seolah alergi terhadap kritik yang menyentuh persoalan anggaran dan proyek.

Baca Juga : Warga Desa Budiharja Bandung Barat Unjuk Rasa, Tuntut Transparansi Pengelolaan Anggaran

Ia menyebut, keterbukaan tidak cukup lewat konten media sosial atau retorika pengawasan. Keterbukaan harus diuji ketika kritik datang, transparansi data, dan melakukan audit independen.

"Jika tudingan cacat konstruksi dan dugaan permainan proyek terus menggantung tanpa klarifikasi terbuka dan investigasi menyeluruh, akan menimbulkan masalah besar. Maka krisis kepercayaan publik hanya akan membesar," ujarnya di hadapan massa aksi.

Ia menegaskan, demokrasi bukan soal seberapa pagar terjaga rapi. Akan tetapi seberapa berani kekuasaan membuka diri terhadap koreksi.

“Kini publik menunggu, apakah akan ada audit independen, evaluasi komprehensif terhadap Dinas Bina Marga dan Dinas Pendidikan? Serta bagaimana penindakan tegas jika ada pelanggaran?,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Gubernur Jawa Barat mengenai aksi tersebut. Termasuk dari pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait aksi massa di Lembur Pakuan itu. (Asep Awal/trustjabar/R1)

 

Komentar

0 komentar untuk Dugaan Gagal Konstruksi Sejumlah Proyek, Massa Gelar Aksi di Lembur Pakuan

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.