Jika Harga Minyak Dunia Terus Naik, Menkeu Purbaya Siapkan Skenario Ini!
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan beberapa skenario menjaga defisit APBN tidak membengkak jika harga minyak dunia terus melonjak.
Jika harga minyak dunia terus naik, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menyiapkan beberapa skenariio untuk menjaga defisit APBN tidak membengkak. Foto: ist/net
trustjabar.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menyiapkan beberapa skenario menjaga defisit APBN tidak membengkak jika harga minyak dunia terus melonjak. Sebagai opsi terakhir, tidak menutup kemungkinan kenaikan harga BBM bersubsidi sebagai pilihan terakhir.
Baca Juga : Konflik Timur Tengah, Indonesia Siapkan Skenario Ekonomi
Selain itu, Purbaya juga membuka kemungkinan pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) jika harga minyak dunia terus melonjak. Langkah ini untuk menjaga agar defisit APBN 2026 tidak membengkak melampaui batas aman.
Purbaya menjelaskan, asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam APBN 2026 sebesar di USD 70 per barel. Jika harga minyak rata-rata setahun mencapai USD 92 per barel, defisit APBN berpotensi melebar hingga 3,6 persen terhadap PDB.
"Kalau harga (minyak dunia) USD 92 selama setahun rata-rata, maka defisitnya jadi 3,6 persen lebih. Kita akan melakukan langkah-langkah supaya itu tidak terjadi. Bisa penghematan misalnya di MBG," ujar Purbaya melansir laman resmi Kementerian Keuangan.
Namun, Purbaya menegaskan penghematan tidak akan menyentuh fungsi utama MBG, yaitu pemberian makanan kepada anak sekolah, ibu hamil, dan lansia. Ia menjelaskan, yang akan dipangkas adalah belanja pendukung seperti pengadaan motor dan komputer di Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG).
“Anggaran MBG dalam APBN 2026 sebesar Rp 268 triliun ditambah dana cadangan Rp 67 triliun, menjadikan total Rp 335 triliun,” katanya.
Konflik Geopolitik di Timur Tengah Picu Harga Minyak Dunia Melonjak
Sebagai informasi, harga minyak dunia melonjak tajam sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Minyak mentah Brent sempat naik hingga 12 persen dan menembus USD 85 per barel, level tertinggi sejak Juli 2024. Iran membalas dengan memblokade Selat Hormuz, jalur vital yang menampung sekitar seperlima pasokan minyak mentah dunia.
Menurut S&P Global, harga minyak masih berpotensi naik lebih lanjut karena risiko gangguan di Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengungkapkan perang bisa berlangsung selama empat minggu.
Baca Juga : Gelombang Panic Buying BBM Terjadi di Sejumlah Daerah di Indonesia, Pemerintah Keluarkan Imbauan
Jika tekanan harga minyak dunia semakin parah, Purbaya tidak menutup kemungkinan kenaikan harga BBM bersubsidi sebagai pilihan terakhir. Namun demikian, ia menjelaskan jika skenario itu baru relevan jika harga minyak mencapai USD 185 per barel. "Kalau memang anggarannya tidak kuat sekali, tidak ada jalan lain, ya kita share dengan masyarakat sebagian," katanya.Pernyataan ini muncul tak lama setelah Fitch Ratings merevisi outlook peringkat utang Indonesia menjadi negatif. Salah satunya karena kekhawatiran terhadap besarnya belanja MBG yang dengan proyeksi mencapai 1,3 persen PDB. (cep/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Jika Harga Minyak Dunia Terus Naik, Menkeu Purbaya Siapkan Skenario Ini!
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.