Penanganan Kemacetan Lalu Lintas di Kota Bandung Perlu Koordinasi Lintas Sektor
Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, terus berupaya menangani kemacetan lalu lintas di beberapa titik, baik di pusat kota maupun perbatasan.
Penanganan kemacetan lalu lintas di Kota Bandung, Jawa Barat, memerlukan koordinasi lintas sektor. Pemkot Bandung mencatat sedikitnya ada 11 titik rawan macet di pusat kota. Foto: ilustrasi/net
trustjabar.com – Menjadi salah satu kota tersibuk di Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung mengaku akan terus melakukan berbagai upaya mengatasi kemacetan lalu lintas. Meski demikian, persoalan krusial perkotaan itu bisa terminimalisir jika ada sinergitas semua pihak, mulai dari pusat hingga daerah.
Baca Juga : Saeful Bachri; DPRD Jawa Barat Terus Kawal Perbaikan Jembatan Citarum di DayeuhkolotWakil Wali Kota Bandung, Erwin mengatakan, penanganan kemacetan ini tetap menjadi prioritas. Pemkot Bandung, lanjut ia, bersama Pemprov Jawa Barat saat ini terus melakukan berbagai upaya untuk mengurai kemacetan ini.
Saat ini, lanjut ia, sedikitnya terdapat 11 lokasi rawan kemacetan lalu lintas di Kota Bandung. Sebagian besar titik rawan kemacetan lalu lintas itu merupakan lintasan sebidang dengan lebar jalan relatif kecil. Akhirnya, jika ada kendaraan dari dua arah, maka salah satu kendaraan harus menunggu pengendara dari arah berlawanan melintas terlebih dahulu.
“Kami (Pemkot Bandung) akan terus mengupayakan berbagai solusi untuk mengurai kemacetan di Kota Bandung,” ucapnya, Jumat (19/9/2025).
Erwin menjelaskan, 11 titik rawan macet itu di antaranya di Gedebage, Cisaranten Kulon, Cimencrang, Parakan Saat, Laswi, Ahmad Yani. Kemudian di Jalan Sunda, Jalan Merdeka, Jalan Sumatera, Jalan Braga, dan kawasan Nurtanio.
“Karena kondisi lintasannya sebidang, menyebabkan adanya buka-tutup jalur. Kemungkinan untuk membangun flyover, agak sulit karena jalannya relatif kecil,” katanya.Erwin menjelaskan, salah satu solusi untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Kota Bandung ini dengan cara membangun flyover kereta api. Dengan membangun flyover kereta api ini, pihaknya berharap mampu mengurangi potensi hambatan lantaran perlintasan sebidang. Pihaknya pun meminta bantuan PT KAI untuk mewujudkan rencana pembangunan tersebut.
“Dengan adanya flyover kereta api, kami berharap bisa menjadi solusi mengurangi kemacetan di Kota Bandung,” tuturnya.
Bundaran Cibiru Jadi Titik Rawan Kemacetan Lalu Lintas di Kota Bandung
Selain di pusat Kota Bandung, titik rawan kemacetan lainnya juga berada di wilayah perbatasan daerah. Salah satunya di Cibiru. Di lokasi ini, lanjut Erwin, Bundaran Cibiru menjadi titik macet. Ia pun mengharapkan di kawasan itu pemerintah pusat bisa membangun flyover atau underpass. Baca Juga : Dua Ruas Jalan di Bandung Barat Rusak Akibat Tergerus Longsor, Lalu Lintas Terganggu“Selain di Bundaran Cibiru, titik macet lainnya di kawasan SMKN 9 hingga Uninus (Universitas Islam Nusantara). Di area ini, banyak warga yang melintas tanpa adanya fasilitas memadai,” katanya.
Mengatasi kemacetan lalu lintas di Kota Bandung, Erwin menegaskan, perlu adanya sinergitas koordinasi semua pihak, mulai dari pusat, provinsi, dan daerah. Pasalnya, ada sebagian lahan yang kewenangannya berada di luar Pemkot Bandung.
“Jelas ini perlu koordinasi lintas sektor. Kami berharap Gubernur Jawa Barat bisa menyampaikan aspirasi ke Kementerian PUPR. Dengan harapan percepatan penataan jalan segera terealisasi,” ungkapnya. (ecpt/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Penanganan Kemacetan Lalu Lintas di Kota Bandung Perlu Koordinasi Lintas Sektor
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.