Kamis, 23 April 2026
Breaking News
DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran
Daerah Bandung Raya Pojok Lingkungan
Penulis: Cep 11 Des 2025

Kerusakan Lingkungan Turunkan Kondisi Alam Kabupaten Bandung

Akibat menurunnya kondisi alam kawasan hulu Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berdampak terjadinya bencana hidrometeorologi di lokasi.

Bupati Bandung Dadang Supriatna (jaket hitam, baju putih) saat meninjau lokasi pembabatan kebun teh di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Jamparing Institute menilai, kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini di Kabupaten Bandung, menurunkan kondisi alam dan memicu terjadinya bencana. Foto: ist/Diskominfo Pemkab Bandung

Bupati Bandung Dadang Supriatna (jaket hitam, baju putih) saat meninjau lokasi pembabatan kebun teh di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Jamparing Institute menilai, kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini di Kabupaten Bandung, menurunkan kondisi alam dan memicu terjadinya bencana. Foto: ist/Diskominfo Pemkab Bandung

trustjabar.com – Ironi, mungkin kata itulah yang pantas menggambarkan kondisi alam di beberapa dataran tinggi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Hal itu menyusul terjadinya bencana hidrometeorologi yang sempat terjadi di kawasan hulu Kabupaten Bandung. Seperti kejadian banjir bandang yang sempat menyergap Kecamatan Pangalengan, belum lama ini.

Baca Juga: Pembatatan Kebun Teh di Pangalengan, Pelanggaran Hukum Kembali Terjadi

Terbaru, akibat rusaknya kondisi alam ini terjadi juga di Arjasari dan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Belum lama ini, longsor terjadi di Kampung Condong Desa Kecamatan Arjasari. Akibatnya, tiga orang meninggal tertimbun material longsor. Bencana banjir juga sempat terjadi di Ciwidey belum lama ini.

Direktur Jamparing Institute Dadang Risdal Azis menggarisbawahi, adanya kesamaan kejadian bencana hidrometeorologi di beberapa kawasan hulu tersebut. Yakni, rusaknya kondisi alam di Kabupaten Bandung akibat tindakan segelintir oknum demi keuntungan pribadi. Tindakan degradasi perilaku itu pun menyebabkan kerugian lebih luas bagi masyarakat.

Dari beberapa bencana yang terjadi belakangan ini, kata Risdal, semakin membuka mata jika kerusakan alam kian masif di Kabupaten Bandung. Tentunya hal ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah segera menertibkan segala bentuk tindakan alih fungsi lahan dan perambahan kawasan hutan.

Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Bandung tidak menutup mata atas kejadian bencana yang terjadi. Tidak hanya saat musim hujan yang kerap terjadi bencana hidrometeorologi basah, demikian halnya juga saat kemarau kerap terjadi bencana kekeringan.

“Sebuah ironi jika Pangalengan dan Ciwidey yang secara demografi berada di ketinggian mengalami banjir dan banjir bandang. Arjasari pun yang selama ini menjadi kawasan penyangga hutan, mengalami longsor hingga menelan korban jiwa,” ungkap Risdal.

Ia juga mendesak Bupati Bandung Dadang Supriatna segera melakukan upaya nyata menyikapi rusaknya kondisi alam ini. Pelestarian lingkungan melalui ketegasan regulasi, menjadi salah satu upaya mengembalikan kondisi alam di Kabupaten Bandung.

Kejahatan Lingkungan Turunkan Kondisi Alam Kabupaten Bandung

Menyikapi persoalan pembalakan liar kebun teh di Pangalengan, Risdal mendesak aparat segera menangkap pelaku perusakan tanpa pandang bulu. Sebab, kata Risdal, rusaknya kondisi alam di Pangalengan terindikasikan melibatkan pemodal besar.

Perambahan kawasan hutan dan alih fungsi lahan yang tidak memperhatikan kaidah konservasi, menjadi penyebab utama bencana. Anehnya, kata Risdal, hal itu terjadi di depan kantor para pemangku kebijakan, baik itu Perhutani maupun PTPN. Pembabatan ratusan hektare area kebun teh di Pangalengan oleh oknum pengusaha, terjadi secara terbuka dan terang-terangan. Hal ini menandakan, lanjut Risdal, telah terjadi pembiaran yang masif dan diduga terjadi atas dasar kesepakatan gelap antara pengusaha dan PTPN.

Baca Juga : Kemelut Pembabatan Lahan Kebun Teh di Pangalengan Ancam Kelestarian Lingkungan

“Ini kan aneh. Pembabatan lahan kebun teh terjadi pada siang hari, terbuka. Tetapi pihak pemegang HGU yang mengelola kebun teh, tidak ada satu pun berusaha mencegah atau menindaknya. Tindakan inilah yang menjadi salah satu penyebab menurunnya kondisi alam di Kabupaten Bandung. Hingga akhirnya pemerintah daerah dan APH turun tangan setelah kejadian ini viral di media sosial,” tutur Risdal.

Menjaga kondisi alam ini, kata ia, Pemerintah Kabupaten Bandung senantiasa menjaga dan merawat lingkungan melalui kebijakan nyata dan bukan sekadar tindakan populis. Tindakan nyata itu baik melalui dukungan kebijakan program maupun anggaran untuk memperkuat upaya pelestarian lingkungan.

“Demikian halnya juga bagi APH. Jika sudah ada bukti tindakan pidananya, segera tindak tegas pelaku kejahatan lingkungan yang menyebabkan penurunan kondisi ekologis di Kabupaten Bandung. Termasuk mengusut tuntas pelaku pembabatan kebun teh di Pangalengan. Proses hukum sesuai aturan yang berlaku, baik pidana maupun perdata,” ucap Risdal.

Bupati Bandung; Jaga Lingkungan Demi Keselamatan Warga

Sebelumnya, Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan, penebangan pohon teh secara ilegal di Pangalengan telah memicu terjadinya banjir bandang. Dadang juga meminta aparat kepolisian memproses pelaku secara hukum dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Bupati mengungkapkan itu saat meninjau lokasi pembabatan kebun teh di lahan PTPN I Regional 2 Malabar Bojong Waru, Pangalengan, Sabtu (29/11/2025).

Baca Juga: SOMASI Gelar Penanaman Pohon di Gambung Kabupaten Bandung, Dorong Kolaborasi Pentahelix Pelestarian Lingkungan

Dadang Supriatna menyampaikan, bahwa kawasan Pangalengan memiliki potensi wisata dan kekayaan alam yang sangat luar biasa. Tidak boleh ada pihak mana pun merusak kondisi alam di Pangalengan, Kabupaten Bandung itu. Ia menegaskan seluruh pihak harus menjaga lingkungan demi keselamatan warga.

“Sudah terjadi penebangan pohon teh yang menyebabkan banjir bandang. Pak camat, pak dewan (DPRD), dan masyarakat juga sudah mengeluhkan hal ini. Kami bergerak cepat agar kejadian ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Bupati juga meminta Kapolresta Bandung untuk mengambil langkah hukum terhadap para pelaku perusakan kondisi alam di kawasan Kabupaten Bandung ini. Menurutnya, pemerintah daerah bersama Gubernur Jawa Barat, PTPN I Regional 2 Malabar, dan jajaran Forkopimda, akan melakukan penanaman kembali di lahan yang rusak. (cep/trustjabar.com/R1)

Komentar

0 komentar untuk Kerusakan Lingkungan Turunkan Kondisi Alam Kabupaten Bandung

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.