DPRD Jawa Barat Ingin KMP Jadi Kekuatan Ekonomi Desa Hingga Bulog Mini
DPRD Jawa Barat menginginkan keberadaan Koperasi Merah Putih (KMP) bisa menjadi kekuatan ekonomi untuk desa.
Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Saeful Bachri ingin KMP menjadi kekuatan ekonomi desa. Foto: R Deny/trustjabar.com
trustjabar.com - DPRD Jawa Barat menginginkan keberadaan Koperasi Merah Putih (KMP) bisa menjadi kekuatan ekonomi untuk desa. DPRD berharap, kehadiran koperasi tersebut bahkan bisa bertransformasi sebagai Badan Urusan Logistik (Bulog) mini yang berada di desa.
Baca Juga : Saeful Bachri; Fraksi Demokrat DPRD Jawa Barat Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Saeful Bachri mengatakan, program Presiden RI Prabowo Subianto ini bisa menjadi penguatan ekonomi di desa.
Sebagai informasi, pemerintah mengucurkan dana senilai Rp 3 miliar untuk satu unit KMP desa maupun kelurahan. Dengan begitu, perekonomian tidak lagi terpusat di kota besar, melainkan di desa. Dana itu pun bersumber menggunakan skema pinjaman dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
"Ini (KMP) peluang bagi ekonomi desa. Ekonomi di desa harus tumbuh pesat dengan Koperasi Merah Putih ini," kata Saeful di DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Sabtu (16/8/2025).
Saeful meyakini, KMP bisa menjadi kekuatan ekonomi untuk desa, karena program ini akan melayani mayoritas kebutuhan pokok masyarakat. Mulai dari penjualan sembako termasuk gas, lalu pelayanan kesehatan seperti apotek. Kemudian, KMP akan melayani masyarakat untuk mengakses pupuk bersubsidi dari pemerintah.
"Ini perputarannya akan bagus. Ini harus jadi penyemangat para kepala desa maupun lurah, untuk menjadikan koperasi ini sebagai kekuatan ekonomi," ujarnya.
KMP Bisa Jadi Bulog Mini di Desa
Lebih lanjut, Saeful menambahkan, keberadaan KMP ini bisa menjadi soko guru ekonomi Indonesia, layaknya peranan Koperasi Unit Desa (KUD) jaman dulu. Mengingat, KMP bisa memiliki potensi untuk bertransformasi sebagai Bulog mini, karena memiliki fungsi untuk mengatasi masalah di pertanian.
"Masalah di pertanian yang menahun kan setelah panen. Petani memasarkan ke mana. Karena bingung pemasaran, akhirnya petani menjual hasil panennya ke tengkulak," ucapnya.
Baca Juga : DPRD Jawa Barat Dorong Penyelesaian Damai Terkait Kasus Doxing Terhadap Direktur DEEP
Ia menilai, potensi KMP menjadi Bulog mini di desa begitu besar, karena mereka bisa menyerap hasil panen dari masyarakat setempat. Kemudian, KMP memasarkan hasil panen ke daerah terdekat dan ke pasar tradisional maupun modern.
Sehingga, petani terbantu dengan KMP, begitu pun sebaliknya. Dengan demikian, terwujud perputaran ekonomi di tingkat masyarakat desa. Sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di desa.
Apabila, para pengurus atau pengelola KMP ini merealisasikan hal itu, masyarakat desa atau kelurahan setempat tidak lagi mencari pekerjaan ke kota besar. Mengingat, mereka sudah terbantu dengan KMP yang bisa memaksimalkan potensi sebagai kekuatan ekonomi baru.
"Tidak banyak masyarakat desa yang berbondong-bondong ke kota untuk cari pekerjaan. Mereka akan bertahan di desanya dengan mengandalkan potensi dari program Koperasi Merah Putih," katanya. (cep/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk DPRD Jawa Barat Ingin KMP Jadi Kekuatan Ekonomi Desa Hingga Bulog Mini
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.