Kamis, 22 Oktober 2026
Breaking News
Cegah Alih Fungsi LP2B, Anggota DPR RI Dadang Naser; Perlu Ada Kebijakan Pemerintah Daerah Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan Pegadaian Masuk 10 Besar BUMN Dengan Layanan Terbaik, Kanwil Jabar Perkuat Pengawasan Perayaan Dies Natalis Ke-67 Politeknik AKA Bogor Dorong Sinergi Alumni dan SDM Unggul Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Dibuka, Jurnalis dan Masyarakat Bisa Ikut Harga Pakan Ayam Naik di Jawa Barat, DPRD Desak Perbaikan Rantai Pasok Jagung inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Cegah Alih Fungsi LP2B, Anggota DPR RI Dadang Naser; Perlu Ada Kebijakan Pemerintah Daerah Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan Pegadaian Masuk 10 Besar BUMN Dengan Layanan Terbaik, Kanwil Jabar Perkuat Pengawasan Perayaan Dies Natalis Ke-67 Politeknik AKA Bogor Dorong Sinergi Alumni dan SDM Unggul Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Dibuka, Jurnalis dan Masyarakat Bisa Ikut Harga Pakan Ayam Naik di Jawa Barat, DPRD Desak Perbaikan Rantai Pasok Jagung inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026
TrustJabar
Daerah Bandung Raya Kesehatan
Penulis: Vil18 Nov 2025

Cegah Peningkatan Kasus DBD, Pemkot Bandung Masifkan Edukasi ke Masyarakat

Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, terus mengantisipasi lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) dengan cara melakukan edukasi.

Nyamuk demam berdarah. Mencegah terjadinya peningkatan kasus DBD, Pemkot Bandung, Jawa Barat,  kini mulai memasifkan edukasi ke masyarakat. Foto: istimewa/

Nyamuk demam berdarah. Mencegah terjadinya peningkatan kasus DBD, Pemkot Bandung, Jawa Barat, kini mulai memasifkan edukasi ke masyarakat. Foto: istimewa/

trustjabar.com – Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, terus mengantisipasi lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD). Pemkot Bandung memulai melakukan upaya preventif melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga : Pemkot Bandung Tetapkan Besaran Kompensasi Untuk Juru Parkir Terdampak Pembangunan BRT

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengemukakan, periode akhir tahun hingga awal tahun depan merupakan masa rawan peningkatan kasus DBD. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau seluruh kelurahan dan kecamatan segera memulai langkah preventif sejak dini.

"Hari ini kita melakukan siskamling di Kelurahan Braga. Salah satu highlight terpenting adalah kita memulai sosialisasi dan edukasi pencegahan DBD. Karena kita mempersiapkan November, Desember, Januari (tahun depan) yang diperkirakan akan ada peningkatan kasus,” ujarnya, Selasa (18/11/2025). Pihaknya mulai melakukan pengecekan ke seluruh kelurahan sebagai langkah awal kick off pencegahan kasus demam berdarah. Ia juga membawa kabar baik bahwa pemeriksaan NS1 sudah gratis di puskesmas bagi masyarakat yang mengalami demam sejak hari pertama. Pemeriksaan NS1 merupakan tes deteksi dini gejala DBD.

"Demam hari pertama langsung ke puskesmas, NS1-nya gratis. Menggunakan BPJS,” ujarnya.

Pemkot Bandung Antisipasi Puncak Kasus DBD

Ia menjelaskan, pola peningkatan kasus DBD biasanya terjadi setiap tiga hingga empat tahun sekali. Tahun 2025, lanjut Farhan, merupakan masa penurunan namun perkiraan siklusnya akan naik kembali pada 2026, 2027, dan mencapai puncak pada 2028.

Baca Juga : Libur Natal dan Tahun Baru, Pemkot Bandung Antisipasi Lonjakan Kunjungan Wisatawan

“Tahun ini penurunan, ini efek pelana. Sekarang saatnya naik. Kami perkirakan (tahun) 2026, 2027, dan 2028 akan naik. Puncak (kasus DBD) di 2028 lalu turun lagi. Siklusnya begitu,” ujarnya.

Farhan menegaskan, fokus utama saat ini bukan fogging (pengasapan), melainkan edukasi 3M plus. Upaya ini juga, lanjut Farhan, bakal ia sinkronkan dengan program pengelolaan sampah rumah tangga yang terus Pemkot Bandung gencarkan.

“Alhamdulillah sudah mendekati 500 RW yang aktif. Tapi PR masih banyak, masih ada seribuan RW lagi yang harus kita dorong untuk aktif dalam pengelolaan sampah dan tanaman organik. Ini juga sangat membantu mencegah penyebaran nyamuk penyebab kasus DBD,” tuturnya. (Vil/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Cegah Peningkatan Kasus DBD, Pemkot Bandung Masifkan Edukasi ke Masyarakat

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.