Senin, 20 April 2026
Breaking News
Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran Video Aksi Heroik Warga Berupaya Menolong Korban Terbawa Hanyut Arus Aliran Sungai Cibanjaran Kabupaten Bandung Hanyut Terbawa Aliran Sungai Cibanjaran, Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Agus Sutisna Terbawa Arus Aliran Sungai Cibanjaran Kabupaten Bandung, 1 Meninggal dan 1 Orang Masih Pencarian Tim SAR Gabungan Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran Video Aksi Heroik Warga Berupaya Menolong Korban Terbawa Hanyut Arus Aliran Sungai Cibanjaran Kabupaten Bandung Hanyut Terbawa Aliran Sungai Cibanjaran, Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Agus Sutisna Terbawa Arus Aliran Sungai Cibanjaran Kabupaten Bandung, 1 Meninggal dan 1 Orang Masih Pencarian Tim SAR Gabungan
Serba Serbi Komunitas
Penulis: Cep 18 Feb 2026

Perjalanan Karier Nike Ardilla, Bakat Menyanyi Sudah Muncul Sejak Kecil

Perjalanan karier Nike Ardilla tidak hanya sebatas di dunia musik. Ia juga pernah membintangi sejumlah film dan sinetron.

Foto kenangan Nike Ardilla. Perjalanan karier Nike Ardilla, bakat menyanyi sudah muncul sejak kecil. Foto: kolase FB NAFC/

Foto kenangan Nike Ardilla. Perjalanan karier Nike Ardilla, bakat menyanyi sudah muncul sejak kecil. Foto: kolase FB NAFC/

trustjabar.com – Setelah mengulas mengenai transformasi Nike Ardilla ‘Sang Mojang’ Bandung menjadi Lady Rocker, kali ini kita akan mengulas mengenai perjalanan karier sang mega bintang ini.

Baca Juga : Nike Ardilla, Mengenang Jejak Abadi Sang Bintang Kehidupan yang tak Pernah Padam

Lahir di Bandung pada 27 Desember 1975, bakat Nike Ardilla sudah terlihat sejak balita. Anak bungsu dari pasangan R. Eddy Kusnadi dan Nining Ningsihrat ini, dikenal sebagai anak yang lincah, manja, namun memiliki keinginan kuat. Sejak usia 5 tahun, bakat menyanyinya sudah terlihat menonjol dan sering tampil di acara keluarga dan sekolah.

Sebelum mengulas perjalanan karier Nike Ardilla di dunia musik, perlu kita ketahui bersama jika bakat seni mengalir deras dari sang ayah. Saat itu, sang ayah bekerja di Perusahaan Jawatan Kereta Api (sekarang PT KAI) yang gemar musik keroncong. Lingkungan keluarga yang mendukung dan latar belakang budaya di Bandung, memainkan peran vital dalam membentuk karakter dan bakatnya sejak usia dini.

Melansir dari beberapa sumber, pada usia 5 tahun bakat Nike sudah mulai terlihat. Berbeda dengan anak seusianya, ia berani tampil menyanyi di acara keluarga. Ayahnya yang mencintai musik keroncong, sering memutar lagu di di rumah. Secara tidak sadar hal tersebut melatih telinga musikal Nike. Memasuki usia sekolah, ia mulai bersekolah di TK dan SD di Bandung dan terkenal sebagai anak yang aktif dan tidak pemalu.

Awal Perjalanan Karier Nike Ardilla di Industri Musik

Menginjak usia 10 tahun, sekitar tahun 1985, Nike Ardilla mengikuti kompetisi ‘Lagu Pilihanku’ di TVRI kala itu. Meskipun masih sangat muda, ia berhasil meraih Juara Harapan I. Ini adalah validasi publik pertama atas kemampuannya di luar keluarga yang sekaligus menjadi titik baliknya.

Satu tahun kemudian, Nike Ardilla bergabung dengan Himpunan Artis Penyanyi Musisi Indonesia (HAPMI) asuhan Djadjat Paramor. Di HAPMI, teknik vokalnya mulai dipoles dari penyanyi alami menjadi penyanyi profesional.

Baca Juga : Museum LOTUS, Teknologi AI Bawa Pengunjung Rasakan Ruang Sidang Konferensi Asia Afrika 1955

Pada tahun 1986, perjalanan karier Nike Ardilla ini dimulai saat ia memenangkan Juara I Festival Pop Singer HAPMI se-Bandung Raya. Kemenangan ini membuka pintu bagi para pencari bakat untuk meliriknya.

Awalnya, nama panggung Nike Ardilla ini menggunakan nama Nike Astrina. Hal ini sebagai upaya menyaingi popularitas Nicky Astria. Namun, berdasarkan beberapa pertimbangan, nama panggung artis yang memiliki nama lengkap Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi ini menjadi Nike Ardilla.

Era 1985 hingga 1995 menjadi masa puncak popularitas perjalanan karier Nike Ardilla di dunia musik. Bahkan pada masa itu ia menjadi seorang trendsetter. Kariernya meledak setelah ia bertemu dengan produser Deddy Dores.

Pada 1990, album Bintang Kehidupan menjadi tonggak sejarah perjalanan karier Nike Ardilla. Album ini terjual hingga 2 juta kopi dan menjadikan salah satu album terlaris sepanjang masadi Indonesia.

Bahkan, Nike Ardilla pun menjadi ikon genre slow rock remaja. Lagu-lagunya seperti Seberkas Sinar, Sandiwara Cinta, dan Tinggallah Ku Sendiri, menjadi lagu wajib di radio-radio kala itu.

Tak Hanya Musik, Nike Ardilla Lakoni Dunia Peran

Perjalanan karier Nike Ardilla tidak hanya sebatas di dunia musik. Ia juga pernah membintangi sejumlah film dan sinetron. Film dan sinetron yang ia perankan itu pun sukses besar. Beberapa film yang pernah ia bintangi di antaranya Lupus IV, Si Kabayan dan Anak Dagang, serta Olga dan Sepatu Roda.

Baca Juga : Monumen Oto Iskandar Dinata di Lembang Dipugar Pihak Keluarga, Ini Alasannya

Popularitas Nike Ardilla pun semakin melejit saat ia berhasil memenangkan Gold Prize di Asia Song Festival 1991 di Shanghai, Tiongkok. Hal ini pun membuktikan jika bakatnya diakui di tingkat Asia.

Sederet perjalanan karier Nike Ardilla ini tentunya menjadi sebuah kenangan di relung jiwa Sobat Nike Ardilla (sapaan penggemar) yang tergabung di NAFC. Bahkan, berbagai kenangan Nike Ardilla ini terus hidup tak lekang termakan waktu.

Hingga hari ini, Nike Ardilla tetap menjadi satu-satunya artis Indonesia yang hari meninggalnya terus diperingati setiap tahunnya oleh para penggemarnya. Termasuk museum pribadinya yang berlokasi di Bandung, hingga saat ini masih ramai dikunjungi. Selain itu, generasi baru pun terus memutar serta meng-cover lagu-lagu Nike Ardilla hingga saat ini. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Perjalanan Karier Nike Ardilla, Bakat Menyanyi Sudah Muncul Sejak Kecil

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.