Tesla Kembali Rebut Posisi Puncak Kendaraan Listrik Global, Pangsa Pasar BYD Menukik
Pertumbuhan Tesla ditopang oleh kuatnya penjualan kendaraan listrik Model Y dan Model 3 yang berkelanjutan. Kedua model ini termasuk ke dalam jajaran kendaraan listrik terlaris di dunia sepanjang kuartal tersebut.

Tesla kembali merebut posisi puncak kendaraan listrik global. Foto: ist/net
trustjabar.com - Tesla kembali merebut posisi puncak penjualan kendaraan listrik baterai (BEV) global pada kuartal pertama 2026. Dengan demikian, Tesla berhasil menyalip BYD setelah produsen otomotif asal Tiongkok itu mendominasi pasar sepanjang sebagian besar 2025.
Baca Juga : Produsen Mobil Listrik BYD Raih 15 Juta Unit Produksi NEV Tinggalkan Kompetitor
Pergeseran ini, yang dikonfirmasi oleh data dari Counterpoint Research maupun TrendForce, merupakan sebuah pembalikan arah yang lebih banyak. Pergeseran ini didorong oleh penurunan tajam pasar EV domestik Tiongkok daripada pertumbuhan Tesla.
menurut data Counterpoint Research yang dipublikasikan pada 28 Mei 2026, Tesla mengirimkan sekitar 358.000 kendaraan di seluruh dunia pada Q1 2026. Jumlah ini meningkat 6 persen secara year-over-year. Hal ini menempatkan perusahaan dengan pangsa pasar BEV global hampir 13 persen, naik dari 10 persen pada kuartal keempat 2025.
Secara terpisah, TrendForce memperkirakan pangsa Tesla sebesar 12,9 persen, sedangkan BYD di angka 10,9 persen. Pertumbuhan ini diraih meski penjualan di Amerika Serikat turun 2 persen, di mana para analis menyebut melemahnya permintaan pasca berakhirnya kredit pajak kendaraan listrik federal.
Pertumbuhan Tesla ditopang oleh kuatnya penjualan Model Y dan Model 3 yang berkelanjutan. Kedua model ini termasuk ke dalam jajaran kendaraan listrik terlaris di dunia sepanjang kuartal tersebut.
Beradu Kendaraan Listrik, Alasan Pangsa Pasar BYD Merosot
Penjualan BEV BYD pada kuartal pertama, mengalami penurunan sebesar 25 persen secara tahunan. Sehingga pangsa pasarnya merosot ke 11 persen dari 15 persen pada kuartal sebelumnya.
Penurunan ini terpusat di Tiongkok, di mana penjualan BEV anjlok 15 persen akibat melemahnya permintaan konsumen dan berakhirnya insentif pembelian. Padahal, sebelumnya dengan adanya insentif pembelian ini mendorong lonjakan pembelian pada akhir 2025.
Baca Juga : Pabrik VinFast Hadir di Subang, Wagub Jawa Barat Bicara Soal Investasi dan Ekonomi Hijau
Masalah ini sudah terlihat sejak Januari 2026, ketika BYD melaporkan penurunan total penjualan kendaraan sebesar 30 persen secara tahunan. Bahkan, media internasional melaporkan penjualan domestik terus merosot hingga April, menandai delapan bulan berturut-turut penurunan penjualan di Tiongkok.
Di tengah lesunya pasar domestik, bisnis internasional BYD menjadi penyeimbang. Lebih dari sepertiga penjualan BEV-nya pada kuartal pertama berasal dari pasar luar negeri, termasuk Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Latin.
Pada akhir Maret, perusahaan menyampaikan kepada para analis bahwa mereka sangat yakin dapat mencapai target penjualan overseas tahun 2026 sebesar 1,5 juta kendaraan.
Para analis Counterpoint menyebutkan bahwa pasar EV global sedang memasuki fase yang semakin kompetitif. Hal ini seiring berkurangnya insentif pemerintah dan semakin ketatnya persaingan antar produsen dalam hal harga dan teknologi. Tiongkok tetap menjadi pasar BEV terbesar di dunia, menyumbang 45 persen dari penjualan global, diikuti Eropa dan Amerika Serikat. (cep/trustjabar/R1)













Komentar
0 komentar untuk Tesla Kembali Rebut Posisi Puncak Kendaraan Listrik Global, Pangsa Pasar BYD Menukik
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.