Jumat, 17 April 2026
Breaking News
Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran Video Aksi Heroik Warga Berupaya Menolong Korban Terbawa Hanyut Arus Aliran Sungai Cibanjaran Kabupaten Bandung Hanyut Terbawa Aliran Sungai Cibanjaran, Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Agus Sutisna Terbawa Arus Aliran Sungai Cibanjaran Kabupaten Bandung, 1 Meninggal dan 1 Orang Masih Pencarian Tim SAR Gabungan Dirut PT BDS Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Ada Persoalan Serius dalam Tata Kelola dan Pengawasan BUMD Kabupaten Bandung Dirut PT BDS Jadi Tersangka dalam Dugaan Korupsi, Praktisi Hukum Dorong Kejari Kabupaten Bandung Usut Tuntas Kasus Kejari Kabupaten Bandung Tetapkan Direktur Utama PT BDS Jadi Tersangka Wakil Ketua DPRD; Kabupaten Bandung Masuk Kategori Darurat Sampah! Sebanyak 13 Kecamatan di Kabupaten Bandung Terdampak Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Belasan Ribu Warga Terdampak Banjir Luapan Sungai Citarum di Dayeuhkolot Kabupaten Bandung Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran Video Aksi Heroik Warga Berupaya Menolong Korban Terbawa Hanyut Arus Aliran Sungai Cibanjaran Kabupaten Bandung Hanyut Terbawa Aliran Sungai Cibanjaran, Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Agus Sutisna Terbawa Arus Aliran Sungai Cibanjaran Kabupaten Bandung, 1 Meninggal dan 1 Orang Masih Pencarian Tim SAR Gabungan Dirut PT BDS Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Ada Persoalan Serius dalam Tata Kelola dan Pengawasan BUMD Kabupaten Bandung Dirut PT BDS Jadi Tersangka dalam Dugaan Korupsi, Praktisi Hukum Dorong Kejari Kabupaten Bandung Usut Tuntas Kasus Kejari Kabupaten Bandung Tetapkan Direktur Utama PT BDS Jadi Tersangka Wakil Ketua DPRD; Kabupaten Bandung Masuk Kategori Darurat Sampah! Sebanyak 13 Kecamatan di Kabupaten Bandung Terdampak Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Belasan Ribu Warga Terdampak Banjir Luapan Sungai Citarum di Dayeuhkolot Kabupaten Bandung
Ruang Publik
Penulis: Publik 10 Apr 2026

Siapa Pemimpin Besar dan Paling Berpengaruh di Dunia?

Siapa pemimpin besar dan paling berpengaruh di dunia? Pertanyaan dari judul tersebut muncul dalam survei Majalah Time 15 Juli 1974 tertuju kepada publik Amerika Serikat.

Siapa pemimpin besar dan paling berpengaruh di dunia. Foto: ilustrasi/

Siapa pemimpin besar dan paling berpengaruh di dunia. Foto: ilustrasi/

SIAPA pemimpin besar dan paling berpengaruh di dunia?Pertanyaan dari judul tersebut muncul dalam survei Majalah Time 15 Juli 1974 tertuju kepada publik Amerika Serikat (AS).  Dengan indikator utama pertanyaannya adalah: 1) Melindungi pengikut/rakyat, 2) Mencerdaskan dan menyejahterakan pengikut/rakyat, serta 3). Menumbuhkan dan mengembangkan keyakinan pengikut/rakyat bahwa perjalanan ke depan adalah benar.

Survei majalah Time merupakan respons dan dampak terhadap munculnya Skandal Watergate yang mengubah politik AS. Survey ini membuat banyak orang AS mempertanyakan para pemimpin mereka dan berpikir lebih kritis tentang status kepresidenan. Skandal Watergate merupakan salah satu momen paling menggemparkan dalam sejarah negara Paman Sam modern yang mengungkap persekongkolan politik elit-elit kekuasaan terdekat Nixon untuk melanggengkan kekuasaannya sebagai petahana dan pengamanan menjelang pra-pemilihan presiden.  Kemudian terbukti, Nixon masih memperoleh kepercayaan pemilih AS dengan kemenangan 61% terhadap lawannya dari partai Demokrat, George McGovern Senator South Dakota.

Dia  terpilih kembali pada November 1972 untuk masa jabatan presiden periode kedua kalinya. Majalah Time melakukan survei setelah Komite Kehakiman Dewan Perwakilan Rakyat pada Juli 1974 mengesahkan tiga pasal pemakzulan terhadap Nixon setelah munculnya dakwaan jaksa terhadap para tersangka Watergate pada 1 Maret 1974. Narasi  kemudian berkembang di Kongres dan tuntutan kuat publik untuk memakzulkan Nixon. Akhirnya, pada 5 Agustus 1974 Nixon menyerahkan tiga rekaman percakapan di kantor presiden yang mengungkap dengan jelas keterlibatannya dalam Skandal Watergate. Pada 8 Agustus 1974 Richard Nixon, Presiden AS ke-37 mengundurkan diri dan keesokan harinya menanggalkan jabatan kepresidenannya.

Tokoh kunci pemberi informasi terbongkarnya Skandal Watergate adalah sumber anonim yang disebut Deep ThroatSumber anonim itu  selalu memberi kisi-kisi kepada Woodward dan Bernstein, dua jurnalis The Washington Post. Mereka mendalami kasus Watergate dan muncul pertama kali pemberitaannya 17 Juni 1972. Dalam pertemuan dengan sang informan, keduanya selalu memperoleh petunjuk untuk mencari lebih dalam lagi seluk beluk kasus tersebut. Terutama terkait keterlibatan aktor lebih besar dan berkuasa yang menyeret tokoh-tokoh terdekat Presiden Nixon, termasuk John Mitchel, Maurice Stans, Halderman, Gordon Liddy, dan John Ehrlichman. 23 tahun kemudian baru terungkap sosok Deep Throat sebagai Mark Felt, mantan Direktur Asosiasi Federal Bureau Investigation (FBI).

Donald Trump Pemimpin yang Berpengaruh?

Pertanyaan 51 tahun lalu sepertinya masih relevan bagi sosok Donald Trump, Presiden AS ke-47. Dia mengidentikkan diri sebagai jawaban terhadap pertanyaan tersebut dengan mengeluarkan korolari-nya. AS pernah menunjukkan pada geo-politik dunia melalui Doktrin Monroe (1823) yang berisi larangan bagi Eropa untuk campur tangan di benua Amerika dan Roosevelt Corollary (1904). Intinya, AS berhak campur tangan di negara Amerika Latin untuk menjaga stabilitas. Konstelasi geo-politik global kontemporer kembali disuguhi kebijakan paling anyar negeri Paman Sam melalui Trump Corollary sebagai perluasan dari Doktrin Monroe dan Roosevelt Corollary. Kebijakan luar negeri tersebut berfokus pada pendekatan America First atau MAGA dengan tujuan menegaskan kembali peran AS sebagai kekuatan dominan di belahan barat, Kebijakan ini pun upaya  mencegah pengaruh asing-terutama China, dan melindungi kepentingan nasional AS meski menggunakan kekuatan militer (White House, National Security Strategy of The United States of Amerika, November 2025). Penyesuaian postur militer global AS guna menghadapi kondisi antara damai dan perang dengan hubungan saling ketergantungan antarnegara yang sebelumnya menjadi dianggap alat perdamaian, berubah menjadi senjata. Model Interconnectivity war ini terlihat pada perang sanksi konflik Rusia versus Ukraina, memutus akses ke keuangan global, menghentikan pasokan pangan dan energi, serangan siber dan/atau penyebaran hoaks lewat media sosial. Demikian pula dengan isu migrasi dan narkotika diposisikan sebagai isu keamanan, bukan lagi dianggap isu kemanusiaan dan isu kriminal. Keduanya diperlakukan sebagai vectors of strategic instability, alat penetrasi aktor non-negara dan negara rival (Mark Leonard, Interconnectivity War, 2015). Konflik atau perang, apapun bentuk, pola dan modusnya hanyalah agenda di permukaan belaka.  Sedangkan agenda tersembunyi adalah geo-ekonomi dengan manifestasi strategi geo-politik terhadap kesadaran ruang (lebensreum). Ruang bukan cuma sekedar arti fisik geografi dan/atau teritori. Tetapi juga hegemoni nonfisik yang dalam praktiknya, kerap kali justru melebihi ruang fisik. Artinya, akan selalu ada upaya-upaya untuk memperluas wilayah pengaruh sebuah negara hingga melampaui teritori kedaulatan-nya.  Di mana negara sebagai suatu kesatuan antara tanah dengan rakyatnya adalah organisasi yang tumbuh sebagai identitas biologis yang terus berkembang. Bahkan bisa menyusut dan mati.  Legalisasi ekspansi di muka bumi secara hard power melalui kekuatan militer maupun smart power melalui ekonomi, politik, dan ilmu pengetahuan. Seperti ekspansi Amerika ke berbagai penjuru dunia atau perluasan ruang hidup Cina di banyak negara, termasuk Indonesia, sejatinya karena kebutuhannya akan lebensraum bagi kepentingan nasionalnya.

Pendekatan Teori Kebijakan Luar Negeri AS

Doktrin dan korolari kebijakan luar negeri AS menemukan relevansinya dengan teori konstruk personal dalam satu asumsi dasar dan dielaborasikan oleh sebelas korolari dari Kelly (1995). Teori ini menyatakan bahwa "A person's processses are psychologically channelized by the way in which he anticipates events (Proses psikologis seseorang terjadi dalam usaha orang tersebut mengantisipasi peristiwa-peristiwa)." Kata kunci pertama "a person's processes are psychologically channelized" mengindikasikan bahwa manusia mengarahkan prosesnya pada suatu jalur, tujuan, atau akhir. Kedua, "anticipates events”, yaitu manusia mampu mengantisipasi peristiwa, mengarahkan tindakan sesuai dengan prediksinya atas masa depan.

Konstruksi korolari Trump basis berpikirnya adalah materialisme bermazhab konservatif neo-realisme lebih radikal dari pendahulunya.  Yaitu,  mencegah orang Eropa memasuki belahan bumi barat dan membuat rancangan khusus untuk menolak akses China terhadap sumber daya dan kendali di Amerika Tengah, Selatan, dan Karibia. Bukti aktual implementasi korolari Trump adalah selain campur tangan dalam perang Palestina-Israel dan Rusia-Ukraina. Publik global mendapat suguhan aksi terbaru militer AS menyerang dan menyita kapal tanker milik negara tetangganya, Venezuela. Dengan korolarinya, Trump memperoleh legitimasi subjektif menggulingkan pemerintahan Maduro untuk menguasai cadangan minyak terbesar di dunia yang berada di Venezuela.

Kepentingannya bukan tentang AS memperoleh minyak, namun tentang mengendalikan minyak dan memutus pasokan ke China yang sebagian besar diperoleh dari Rusia dan Venezuela. AS adalah produsen minyak terbesar di dunia dengan jumlah 30% lebih banyak dari negara lain. AS tidak membutuhkan minyak karena bisa memperoleh minyak murah dari mitra bisnisnya di Timur Tengah, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.  Kebijakan keamanan nasional AS 2025 secara eksplisit menyatakan bahwa AS tidak akan mempromosikan demokrasi. Bahkan  tidak akan mendorong perubahan rezim, dan tidak akan melindungi hak-hak siapapun di seluruh dunia. Artinya, kebijakan tersebut untuk melindungi kepentingan pribadi Trump yang menginginkan minyak, pro minyak dan batu bara sebagai bahan bakar fosil. Dia adalah membenci aktivis lingkungan, anti produksi energi alternatif, dan anti perubahan iklim.

Kondisi subjektif Trump bila ini melalui pendekatan teori instinc dan intellect, ahli biologi Australia, Jeremy Griffith (FREEDOM: The End of the Human Condition, 2015). Teori  tentang kondisi manusia yang mengungkapkan tentang kontradiksi kapasitas manusia, untuk mencintai secara mendalam sekaligus menunjukkan keegoisan dan kekejaman yang mencengangkan. Kondisi empiris tersebut sepertinya bersumber dari frase survival of the fittest Herbert Spencer (Principles of Biology, 1864) dengan prinsip evolusi biologi yang diterapkan pada kehidupan sosial. Teori ini mengungkapkan manusia yang paling adaptif dan kuat akan bertahan. Teori ini lebih populer dalam teori evolusi manusia melalui proses seleksi alam (Charles Darwin, The Origin of Species, 1859).  Bahasan ini malah lebih eksplisit dalam The Descent of Man and Selection In Relation to Sex, 1871). Namun, bagi Fethullah Gulen (1941-2024) pemikir Islam asal Turki bahwa kondisi manusia bukanlah seperti sel vs sel dalam pendekatan biologi. Sebaliknya, sebagai cara manusia keluar dari kegelapan. Sains baginya merupakan cara untuk memahami tanda-tanda kebesaran Tuhan di alam semesta dan pemahaman ilmiah akan menaikkan martabat spiritual manusia. Pada teori dan praktik Gulen, sains merupakan media integrasi antara akal-moral-spiritual yang akan menghasilkan manusia dengan intelektualitas tinggi.  Manusia pun memiliki daya juang dan kompetitif secara pribadi dan global menuju kepada ilmu yang bersumber dari cahaya Illahiyah secara holistik dan relevan.  Dari keduanya, Griffith dan Gulen mendapatkan  sains bukan hanya soal intelektual, namun etis dan moral. Dia menjadi part of becoming a better person in a better life from any perspective and lifeskill.

(Penulis; Didin Sabarudin. Pengajar Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Kebangsaan Republik Indonesia

Komentar

0 komentar untuk Siapa Pemimpin Besar dan Paling Berpengaruh di Dunia?

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.