Siapa yang Akan Menanggung Beban Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh?
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pihaknya belum menerima arahan resmi dari Presiden Prabowo mengenai skema pembayaran utang Whoosh.
Kereta Cepat Whoosh. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima arahan dari Presiden Prabowo mengenai skema pembayaran utang Whoosh menggunakan APBN. Foto: ist/net
trustjabar.com – Polemik mengenai siapa yang akan menanggung beban utang proyek kereta cepat Whoosh, semakin tidak jelas. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pihaknya belum menerima arahan resmi dari Presiden Prabowo mengenai skema pembayaran utang itu.
Baca Juga : Selesaikan Utang Proyek KCJB, Danantara dan Pemerintah Berbagi Porsi Tanggung Jawab
Sebelumnya, pada Jumat (13/2/2026), Purbaya menyatakan skema pembayaran utang kereta cepat itu yang sedang dibahas adalah pembagian 50:50 antara APBN dan Danantara. Namun, Purbaya menegaskan jika skema itu masih dalam tahap finalisasi dan ia belum dilibatkan dalam diskusi lebih lanjut.
Terbaru, pada Rabu (18/2/2026) di Jakarta, Purbaya mengaku hingga saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari presiden. Ia menyatakan, belum ada arahan resmi dari Presiden Prabowo terkait skema pembayaran utang Whoosh menggunakan APBN.
“Belum ada petunjuk khusus dari Presiden (Prabowo). Saya masih tunggu petunjuk lebih lanjut,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut tentunya menambah ketidakjelasan soal siapa yang akan menanggung beban utang proyek prestisius tersebut.
Ia juga menyebut bahwa skema pembayaran dari CEO Danantara Rosan Roeslani pun belum jelas. “Adanya dari Rosan, itu kan belum clear. Saya kalau ada petunjuk presiden, saya kerjain. Sekarang belum. Paling enggak, ada tapi belum firm,” ucapnya.Hal berbeda dengan pernyataan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Selasa (10/2/2026). Prasetyo membenarkan bahwa sumber pembayaran utang Whoosh berasal dari APBN. Ia menjelaskan, proses negosiasi teknis terkait mekanisme pembayaran kini dipimpin langsung CEO Danantara Rosan Roeslani.
Target Negosiasi Penyelesaian Utang Whoosh
Sebelumnya, COO Danantara Dony Oskaria menargetkan negosiasi penyelesaian utang Whoosh dengan pihak Tiongkok dapat rampung pada kuartal I-2026. Dony menyatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI.
Baca Juga : KPK Tetap Lanjutkan Penyelidikan Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh
Sebagai informasi, total kewajiban proyek Kereta Cepat Jakarta-bandung mencapai Rp 116-120 triliun. Sekitar 75 persen mendapat pembiayaan melalui pinjaman dari China Development Bank. Presiden Prabowo sebelumnya telah berkomitmen membayar utang Whoosh sekitar Rp 1,2 triliun per tahun.
Purbaya sendiri sebelumnya kerap menyatakan keberatan terhadap penggunaan APBN untuk membayar utang Whoosh. Hal itu Purbaya ungkapkan pada November 2025. Ia berpendapat bahwa Danantara yang kini menerima seluruh dividen BUMN seharusnya cukup mampu menanggung pembayaran tersebut. (cep/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Siapa yang Akan Menanggung Beban Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh?
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.