Sabtu, 06 Juni 2026
Breaking News
Pegadaian Timor Leste Tumbuh Pesat, Kanwil Jabar Siap Perkuat Dukungan Operasional Pemprov Jawa Barat Antisipasi Ancaman Kemarau Panjang Dampak El Nino Ekstrem Pemkab Bandung Menjamin Pelaksanaan SPMB 2026 Terhindar Praktik Pungli Wajib Tahu, Berikut Ini Tahapan Pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026 di Kabupaten Bandung Tesla Kembali Rebut Posisi Puncak Kendaraan Listrik Global, Pangsa Pasar BYD Menukik Lebih dari Sekadar Pemanis Wajah, Mengungkap Fakta Unik dan Keajaiban Sensorik di Balik Kumis Kucing Pemkab Bandung Sudah Punya Perda Pesantren Namun Masih Gamang, Bupati Beberkan Alasannya Vintage Market Vol 5 Sajikan Barang Langka Bernilai Tinggi Pegadaian Jabar Salurkan 355 Paket Daging Kurban untuk Warga Bupati Bandung Anggap Penanganan Sedimentasi Dukung Efektivitas Pengendalian Banjir Sungai Citarum Pegadaian Timor Leste Tumbuh Pesat, Kanwil Jabar Siap Perkuat Dukungan Operasional Pemprov Jawa Barat Antisipasi Ancaman Kemarau Panjang Dampak El Nino Ekstrem Pemkab Bandung Menjamin Pelaksanaan SPMB 2026 Terhindar Praktik Pungli Wajib Tahu, Berikut Ini Tahapan Pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026 di Kabupaten Bandung Tesla Kembali Rebut Posisi Puncak Kendaraan Listrik Global, Pangsa Pasar BYD Menukik Lebih dari Sekadar Pemanis Wajah, Mengungkap Fakta Unik dan Keajaiban Sensorik di Balik Kumis Kucing Pemkab Bandung Sudah Punya Perda Pesantren Namun Masih Gamang, Bupati Beberkan Alasannya Vintage Market Vol 5 Sajikan Barang Langka Bernilai Tinggi Pegadaian Jabar Salurkan 355 Paket Daging Kurban untuk Warga Bupati Bandung Anggap Penanganan Sedimentasi Dukung Efektivitas Pengendalian Banjir Sungai Citarum
TrustJabar
Nasional
Penulis: Cep31 Agt 2025

Massa Geruduk Rumah Sejumlah Pejabat, Bermula Gelar Protes Hingga Berujung Aksi Penjarahan

Rentetan aksi penjarahan rumah menyasar sejumlah pejabat. Semula, massa melancarkan aksi protes namun berujung aksi penjarahan.

Massa geruduk rumah sejumlah pejabat, bermula gelar protes hingga berujung aksi penjarahan. Foto: ilustrasi/net

Massa geruduk rumah sejumlah pejabat, bermula gelar protes hingga berujung aksi penjarahan. Foto: ilustrasi/net

trustjabar.com – Rentetan aksi penjarahan rumah pasca aksi demonstrasi besar-besaran di sejumlah wilayah di Indonesia, menyasar sejumlah pejabat. Tidak hanya menyasar rumah Ahmad Sahroni, massa juga menggeruduk kediaman Uya Kuya dan Eko Patrio.

Baca Juga : Apa Pemicu Aksi Demonstrasi Kian Meluas di Sejumlah Daerah di Indonesia?

Terbaru, massa juga turut menggeruduk rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. Massa memporak-porandakan rumah Sri Mulyani. Aksi penjarahan tak terhindarkan. Kejadian itu terjadi pada Minggu (31/8/2025) dini hari. Sejumlah barang milik Sri Mulyani di rumah itu dikabarkan raib.

Dari informasi yang beredar, massa itu merupakan warga luar Bintaro. Minggu pagi, prajurit TNI menjaga ketat rumah mewah tersebut. Menurut keterangan warga sekitar, aksi penjarahan di rumah Sri Mulyani itu terjadi dua kali dalam satu malam.

Melansir dari beberapa media menyebutkan jika massa yang menjarah rumah Sri Mulyani itu datang bergelombang. Massa mendatangi rumah mewah itu sekitar pukul 00.30 WIB dan pukul 03.30 WIB. Karena khawatir terjadi hal di luar harapan, warga sekitar hanya bisa menyaksikan insiden itu dari balik pagar rumah mereka.

“Saya hanya bisa menyaksikan aksi mereka (penjarahan) dari balik tirai rumah. Tidak berani keluar rumah. Takut terjadi apa-apa, karena jumlah massa sangat banyak,” ungkap Boni (nama samaran) kepada wartawan.

Ia meminta agar wartawan tidak menyebutkan identitas aslinya. Tersiar informasi juga jika aksi penjarahan itu terorganisir. Menurut kesaksian warga lainnya (juga meminta agar namanya tidak disebutkan), sebelum massa merangsek masuk ke dalam komplek ada aba-aba pemberi komando.

Aba-aba itu berupa sulutan kembang api. Kini, pihak berwenang masih menyelidiki sumber massa yang melakukan penjarahan itu dan upaya penangkapan kepada pelaku. Situasi terbaru, puluhan personel TNI tampak berjaga di depan rumah Sri Mulyani itu.

Massa Geruduk Rumah Ahmad Sahroni, Uya Kuya, dan Eko Patrio Hingga Berujung Aksi Penjarahan

Sebelumnya, pada Sabtu (30/8/2025), rumah pengusaha sekaligus politisi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni, di Jakarta Utara, menjadi sasaran amukan sejumlah massa.

Mereka merangsek masuk ke dalam rumah dan akhirnya jebol. Penjarahan pun tak bisa terhindarkan. Sejumlah barang milik Ahmad Sahroni yang masih ada di dalam rumah, kondisinya rusak.

Baca Juga : Propam Polri Amankan Tujuh Anggota Brimob Tragedi Pejompongan

Pun demikian halnya yang terjadi di rumah milik Surya Utama atau Uya Kuya. Rumah anggota DPR RI Komisi IX yang berlokasi di Duren Sawit, Jakarta Timur itu, tak luput dari aksi penjarahan sejumlah massa.

Polisi mengaku sudah mengamankan 9 terduga kasus penjarahan di rumah Uya Kuya. Rumah Eko Patrio yang berada di Kuningan, Jakarta Selatan juga tidak luput dari sasaran aksi penjarahan.

Kantor berita Antara melaporkan sejumlah perabotan rumah tangga tampak berserakan di lantai rumah Eko Patrio. Beberapa orang tampak terlihat membawa sejumlah barang milik Wakil Ketua VI DPR RI itu.

Pemicu aksi ini diduga lantaran pernyataan kontroversial mereka di tengah gelombang demonstrasi menuntut pembubaran DPR. Hal itu buntut dari munculnya kebijakan kenaikan tunjangan anggota DPR. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Massa Geruduk Rumah Sejumlah Pejabat, Bermula Gelar Protes Hingga Berujung Aksi Penjarahan

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.