Jumat, 17 April 2026
Breaking News
Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran Video Aksi Heroik Warga Berupaya Menolong Korban Terbawa Hanyut Arus Aliran Sungai Cibanjaran Kabupaten Bandung Hanyut Terbawa Aliran Sungai Cibanjaran, Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Agus Sutisna Terbawa Arus Aliran Sungai Cibanjaran Kabupaten Bandung, 1 Meninggal dan 1 Orang Masih Pencarian Tim SAR Gabungan Dirut PT BDS Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Ada Persoalan Serius dalam Tata Kelola dan Pengawasan BUMD Kabupaten Bandung Dirut PT BDS Jadi Tersangka dalam Dugaan Korupsi, Praktisi Hukum Dorong Kejari Kabupaten Bandung Usut Tuntas Kasus Kejari Kabupaten Bandung Tetapkan Direktur Utama PT BDS Jadi Tersangka Wakil Ketua DPRD; Kabupaten Bandung Masuk Kategori Darurat Sampah! Sebanyak 13 Kecamatan di Kabupaten Bandung Terdampak Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Belasan Ribu Warga Terdampak Banjir Luapan Sungai Citarum di Dayeuhkolot Kabupaten Bandung Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran Video Aksi Heroik Warga Berupaya Menolong Korban Terbawa Hanyut Arus Aliran Sungai Cibanjaran Kabupaten Bandung Hanyut Terbawa Aliran Sungai Cibanjaran, Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Agus Sutisna Terbawa Arus Aliran Sungai Cibanjaran Kabupaten Bandung, 1 Meninggal dan 1 Orang Masih Pencarian Tim SAR Gabungan Dirut PT BDS Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Ada Persoalan Serius dalam Tata Kelola dan Pengawasan BUMD Kabupaten Bandung Dirut PT BDS Jadi Tersangka dalam Dugaan Korupsi, Praktisi Hukum Dorong Kejari Kabupaten Bandung Usut Tuntas Kasus Kejari Kabupaten Bandung Tetapkan Direktur Utama PT BDS Jadi Tersangka Wakil Ketua DPRD; Kabupaten Bandung Masuk Kategori Darurat Sampah! Sebanyak 13 Kecamatan di Kabupaten Bandung Terdampak Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Belasan Ribu Warga Terdampak Banjir Luapan Sungai Citarum di Dayeuhkolot Kabupaten Bandung
Nasional Pojok Lingkungan
Penulis: Cep 30 Nov 2025

Korban Meninggal Bencana Alam di Sumatera dan Aceh Jadi 303 Orang dan 279 Orang Hilang

Korban meninggal bencana alam di Sumatera dan Aceh hingga Minggu (30/11/2025) pagi berdasarkan data BNPB tercatat sebanyak 303 orang.

Kepala BNPB Suharyanto. BNPB merilis, jumlah korban meninggal dalam bencana alam di Sumatera dan Aceh menjadi 303 orang dan 279 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Foto: dok.BNPB

Kepala BNPB Suharyanto. BNPB merilis, jumlah korban meninggal dalam bencana alam di Sumatera dan Aceh menjadi 303 orang dan 279 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Foto: dok.BNPB

trustjabar.com – Korban meninggal bencana alam di Sumatera dan Aceh hingga Minggu (30/11/2025) pagi berdasarkan perkembangan data BNPB tercatat sebanyak 303 orang. BNPB merinci jumlah korban meninggal di Provinsi Sumatera Utara sebanyak 166 orang, Sumatera Barat (90 orang), dan Aceh (47 orang).

Baca Juga : Fokuskan Percepatan Penanganan Darurat Bencana di Pulau Sumatera

“Di Sumatera Utara, korban meninggal menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Kemudian ada 103 jiwa yang masih hilang,” ungkap Kepala BNPB, Suharyanto dalam keterangan resminya.

Sementara itu, untuk jumlah korban bencana alam di Sumatera Utara yang masih dalam pencarian tim gabungan mencapai 143 orang. Dampak terbesar bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera Utara ini terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.

BNPB bersama seluruh tim gabungan terus melakukan penanganan darurat bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Kami fokuskan pencarian dan pertolongan korban, pemenuhan dasar pengungsi, dan pembukaan akses wilayah terisolir. Serta percepatan distribusi logistik, baik melalui darat maupun udara,” kata Suharyanto.

Sementara itu, ribuan warga mengungsi di berbagai titik akibat kondisi permukiman yang rusak dan akses yang terputus.

Akses transportasi di wilayah ini banyak mengalami kerusakan dampak dari bencana alam di Sumatera dan Aceh ini. Jalur nasional Sibolga–Padang Sidempuan serta Sibolga–Tarutung mengalami putus total dan tertutup longsor di banyak titik. Beberapa jembatan termasuk Jembatan Pandan dan jembatan pada ruas Sibolga–Manduamas, juga terputus.

Di Mandailing Natal, sedikitnya tujuh wilayah terisolir akibat tertutupnya jalur lintas provinsi. Sementara beberapa desa hanya bisa dijangkau menggunakan alat berat atau transportasi udara.

Suharyanto menegaskan, untuk mempercepat penanganan bencana alam di Sumatera dan Aceh ini, BNPB dan kementerian/lembaga mengerahkan berbagai alutsista. Termasuk lima helikopter di Bandara Silangit untuk distribusi logistik ke Tapanuli Tengah dan wilayah lain yang terisolasi.

Percepatan Penanganan Darurat Bencana Alam Sumatera dan Aceh

Dalam kesempatan itu, Suharyanto juga merinci penanganan darurat bencana di Provinsi Aceh dan Sumatera Barat.

Hari kedua pasca penetapan status tanggap darurat bencana di Aceh, ada sebanyak 47 korban meninggal, hilang (51 orang), dan luka-luka (8 orang).  Jumlah pengungsi mencapai 48.887 kepala keluarga yang tersebar di berbagai wilayah. Sebaran tertinggi pengungsi di Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil.

Baca Juga : BNPB Terus Distribusikan Bantuan Logistik Warga Terdampak Bencana Sumatera dan Aceh

“Untuk wilayah Aceh ada 47 (korban meninggal), kemudian 51 masih hilang dan 8 luka-luka. Ini akan berkembang terus datanya, karena ada operasi SAR gabungan yang kemungkinan akan terus menemukan korban,” ucap Suharyanto.

Banyaknya kerusakan jembatan dan jalan nasional, kata ia, berdampak pada terputusnya akses utama. Termasuk jalur Banda Aceh–Lhokseumawe serta jalur perbatasan Aceh–Sumatera Utara di Aceh Tamiang. Hingga kini, beberapa daerah seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah masih belum dapat diakses melalui jalur darat.

Bantuan Presiden berupa alat komunikasi, tenda, genset, perahu karet, makanan siap saji, dan perlengkapan keluarga telah tiba di Aceh. Sebagian besar bantuan tersebut, lanjut Suharyanto, telah terdistribusikan ke 17 kabupaten/kota terdampak.

Di Sumatera Barat, Korban Meninggal Dunia 90 Jiwa

Sementara itu, dua hari setelah penetapan status tanggap darurat bencana alam di Sumatera Barat, tercatat 90 korban meninggal. Kemudian sebanyak 85 orang hilang dan 10 orang mengalami luka-luka. Kabupaten Agam mencatat jumlah korban tertinggi.

Baca Juga : Korban Bencana Hidrometeorologi di Sumatera dan Aceh, Ratusan Orang Meninggal

Data sementara menunjukkan sebanyak 11.820 kepala keluarga atau sekitar 77.918 jiwa mengungsi, terutama di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan. Sejumlah jalur provinsi dan nasional, lanjut ia, terputus akibat longsor dan kerusakan jembatan, sehingga menyulitkan akses distribusi.

“Meski demikian, logistik dari Padang Pariaman dan Pesisir Selatan telah tiba. Kemudian delapan titik tambahan dalam proses pengiriman dengan pengawalan kepolisian,” tuturnya.

Pihaknya memastikan, BNPB terus berupaya melakukan percepatan penanganan bencana alam di Sumatera dan Aceh ini. “Percepatan pembukaan akses, pendataan lanjutan korban dan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas utama,” ucapnya. (ecp/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Korban Meninggal Bencana Alam di Sumatera dan Aceh Jadi 303 Orang dan 279 Orang Hilang

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.