Rabu, 22 April 2026
Breaking News
DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran
Serba Serbi Nasional
Penulis: Cep 03 Mar 2026

Hari Ini Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fenomena Astronomi Gerhana Bulan Total

Rabu (3/3/2026) langit Indonesia akan terlihat fenomena astronomi paling menakjubkan yakni Gerhana Bulan Total.

Fenomena Gerhana Bulan Total. Foto: ist/net

Fenomena Gerhana Bulan Total. Foto: ist/net

trustjabar.com – Hari ini, Selasa (3/3/2026) di langit Indonesia akan terlihat fenomena astronomi paling menakjubkan yakni Gerhana Bulan Total. Masyarakat Indonesia dapat mengamatinya secara langsung fenomena ini.

Baca Juga : Inilah Amalan Ibadah Saat Gerhana, Shalat, Doa, dan Sedekah

Melansir situs resmi BMKG, Gerhana Bulan Total akan mulai pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak gerhana pada pukul 18.33.39 WIB.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama mengatakan, fenomena Gerhana Bulan Total ini terjadi akibat dinamisnya posisi Matahari, Bumi, dan Bulan. Fenomena ini hanya terjadi pada saat fase bulan purnama.

“Gerhana Bulan Total secara spesifik terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar. Hal ini membuat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Fenomena ini menyajikan pemandangan yang indah. Jika langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana terjadi,” kata Nelly.

Secara keseluruhan, durasi fenomena Gerhana Bulan Total dari fase gerhana mulai hingga gerhana berakhir akan memakan waktu 5 jam 41 menit 51 detik. Sedangkan durasi parsialitasnya, kata ia, berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik. Sementara fase totalitas, saat Bulan benar-benar berada dalam bayangan umbra Bumi, akan berlangsung selama 59 menit 27 detik.

“Jika kondisi langit cerah, masyarakat dapat melihat Bulan berubah warna menjadi merah saat puncak gerhana terjadi,” ujarnya.

Nelly juga menjelaskan alasan kenapa Bulan berubah warna menjadi merah saat terjadinya puncak fenomena Gerhana Bulan Total. Hal tersebut, kata Nelly, merupakan hasil dari hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Cahaya matahari dengan panjang gelombang pendek (biru) tersebar, sementara cahaya dengan panjang gelombang panjang (merah) lolos mencapai permukaan Bulan.

Sebagai informasi, pada tahun 2026 diprediksi akan mengalami empat kali gerhana. Yaitu dua kali gerhana Matahari dan dua kali gerhana Bulan. Namun, hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang dapat teramati dari Indonesia.

Secara astronomis, gerhana ini merupakan anggota ke-27 dari 71 anggota pada seri Saros 133. Fenomena ini sebelumnya pernah terjadi pada 21 Februari 2008 dan diprediksi akan kembali berasosiasi pada 13 Maret 2044 mendatang.

Wilayah Timur Indonesia Miliki Visibilitas Lebih Baik

Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Fachri Radjab menjelaskan mengenai fase terjadinya gerhana.

Berdasarkan data BMKG, kata Fachri, fenomena Gerhana Bulan Total akan mulai pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak gerhana pada pukul 18.33.39 WIB. Masyarakat di wilayah Tengah dan Timur Indonesia, gerhana akan mulai 1-2 jam dari waktu Wilayah Indonesia Barat (WIB).

Baca Juga : Organisasi Islam di Indonesia Serukan Ajakan Salat Gerhana Bulan

Ia menambahkan, pengamatan di wilayah Timur Indonesia memiliki visibilitas yang lebih baik karena dapat mengamati fase-fase awal gerhana saat Bulan terbit. Sebaliknya, untuk wilayah Barat Indonesia, masyarakat akan bisa melihat gerhana dalam kondisi sudah berlangsung atau fase puncak sesaat setelah Bulan terbit.

“Fenomena (Gerhana Bulan Total) ini akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB (atau tengah malam di wilayah WIT). Saat bulan keluar dari bayangan penumbra bumi. Masyarakat lebih baik mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan langit yang cerah ke arah terbitnya bulan,” ujarnya. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Hari Ini Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fenomena Astronomi Gerhana Bulan Total

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.