Gunung Semeru Kembali Tunjukan Aktivitas Vulkanik, Pemkab Lumajang Perpanjang Status Kebencanaan
Menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan, Pemkab Lumajang, Jawa Timur, memperpanjang status tanggap darurat erupsi Gunung Semeru.
Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Selasa (25/11/2025) pagi, Pemkab Lumajang kembali memperpanjang status darurat kebencanaan. Foto: ist/net
trustjabar.com – Lantaran kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan, Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memperpanjang status tanggap darurat erupsi Gunung Semeru. Penetapan status kedaruratan itu berlaku hingga 2 Desember 2025. Perpanjangan penetapan status kedaruratan itu untuk memastikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.
Baca Juga : Gunung Semeru Kembali Tunjukan Aktivitas Vulkanik, Semburkan Kolom Abu Setinggi 1000 Meter di Atas PuncakMengutip laman resmi Pemkab Lumajang, Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitasnya pada Selasa (25/11/2025) pada pukul 04.45 WIB. Dari laporan resmi PVMBG, Gunung Semeru kembali erupsi disertai kolom abu sekitar 800 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, Mudkas Sofian mengatakan, kolom abu tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, condong ke arah utara.
“Terjadi aktivitas vulkanik signifikan Gunung Semeru. Durasi erupsi sekitar 1 menit 59 detik,” ungkap Mudkas.
Menurutnya, peningkatan aktivitas vulkanik gunung ini telah terpantau sejak dini melalui sistem pemantauan visual dan instrumental. Pihaknya memastikan pembaruan seluruh data pemantauan secara real time. Setiap perubahan, lanjut ia, sesegera mungkin pihaknya laporkan untuk mendukung langkah mitigasi bencana.“Kami menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat di sekitar lereng Semeru. Status masih berada di LEvel IV atau Awas. Kami mohon masyarakat benar-benar mematuhi rekomendasi resmi. Ini bukan soal jarak di peta, melainkan soal keselamatan,” tuturnya.
Mudkas menjelaskan, dalam status Level IV ini, pihaknya meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara. Wilayah tersebut meliputi sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 kilometer dari puncak. Serta menjauhi radius 8 kilometer dari kawah karena potensi lontaran batu pijar.
Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru, Waspadai Potensi Kebencanaan
Pihaknya juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai berhulu puncak Semeru. Beberapa sungai tersebut yakni Besuk Kobokan, Besuk Kang, Besuk Kembar, Besuk Sat, dan anak sungainya.
Baca Juga : Gunung Semeru Kembali Erupsi, PVMBG Tetapkan Status Waspada
“Upaya mitigasi aktivitas vulkanik Gunung Semeru terus kami perkuat melalui kesiapsiagaan posko darurat dan peninjauan jalur evakuasi. Selain itu kami berkoordinasi lintas instansi untuk memastikan setiap perubahan aktivitas gunung,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, memantau informasi resmi, dan tidak terpancing kabar tidak benar.
“Kami bekerja 24 jam. Gunung Semeru hidup. Tugas kami memastikan masyarakat mendapatkan informasi akurat agar bisa mengambil langkah aman. Dinamika aktivitas gunung terus berubah,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati membenarkan jika pihaknya memperpanjang status tanggap darurat Gunung Semeru. Perpanjangan status kedaruratan itu tertuang dalam Keputusan Bupati Lumajang Nomor 100.3.3.2/610/KEP/427.12/2025.
“Keputusan ini memberikan landasan hukum bagi seluruh perangkat daerah, khususnya BPBD terus melakukan penanganan darurat. Termasuk pemulihan infrastruktur dan perlindungan warga terdampak akibat aktivitas vulkanik Gunung Semeru ini,” ucap Indah.
Dengan perpanjangan status darurat kebencanaan ini, lanjut Indah, Pemkab Lumajang kembali menunjukkan semangat gotong royong dan kesiapsiagaan bencana. (ecp/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Gunung Semeru Kembali Tunjukan Aktivitas Vulkanik, Pemkab Lumajang Perpanjang Status Kebencanaan
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.