Minggu, 19 April 2026
Breaking News
Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran Video Aksi Heroik Warga Berupaya Menolong Korban Terbawa Hanyut Arus Aliran Sungai Cibanjaran Kabupaten Bandung Hanyut Terbawa Aliran Sungai Cibanjaran, Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Agus Sutisna Terbawa Arus Aliran Sungai Cibanjaran Kabupaten Bandung, 1 Meninggal dan 1 Orang Masih Pencarian Tim SAR Gabungan Dirut PT BDS Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Ada Persoalan Serius dalam Tata Kelola dan Pengawasan BUMD Kabupaten Bandung Dirut PT BDS Jadi Tersangka dalam Dugaan Korupsi, Praktisi Hukum Dorong Kejari Kabupaten Bandung Usut Tuntas Kasus Kejari Kabupaten Bandung Tetapkan Direktur Utama PT BDS Jadi Tersangka Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran Video Aksi Heroik Warga Berupaya Menolong Korban Terbawa Hanyut Arus Aliran Sungai Cibanjaran Kabupaten Bandung Hanyut Terbawa Aliran Sungai Cibanjaran, Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Agus Sutisna Terbawa Arus Aliran Sungai Cibanjaran Kabupaten Bandung, 1 Meninggal dan 1 Orang Masih Pencarian Tim SAR Gabungan Dirut PT BDS Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Ada Persoalan Serius dalam Tata Kelola dan Pengawasan BUMD Kabupaten Bandung Dirut PT BDS Jadi Tersangka dalam Dugaan Korupsi, Praktisi Hukum Dorong Kejari Kabupaten Bandung Usut Tuntas Kasus Kejari Kabupaten Bandung Tetapkan Direktur Utama PT BDS Jadi Tersangka
Nasional
Penulis: Cep 02 Apr 2026

Gempa Bumi Tektonik M7,6 di Kota Bitung, Seorang Warga Meninggal dan Beberapa Infrastruktur Rusak

Terkait deteksi tsunami, BNPB membenarkan fenomena gempa bumi tektonik ini juga telah memicu terjadinya tsunami dengan level ketinggian bervariasi di beberapa wilayah namun di bawah 1 meter.

Kerusakan dampak gempa bumi tektonik M7,6 yang mengguncang Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026). BNPB mencatat seorang warga meninggal tertimpa reruntuhan dan beberapa bangunan rusak akibat guncangan gempa. Foto: ist/dok. BNPB

Kerusakan dampak gempa bumi tektonik M7,6 yang mengguncang Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026). BNPB mencatat seorang warga meninggal tertimpa reruntuhan dan beberapa bangunan rusak akibat guncangan gempa. Foto: ist/dok. BNPB

trustjabar.comGempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah laut di tenggara Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, Kamis, (2/4/2026) pukul 05.48 WIB. Berdasarkan data pemutakhiran, pusat gempa berada pada koordinat 1,25 LU dan 126,25 BT dengan kedalaman 62 kilometer.

Baca Juga : Awal April 2026 Gunung Semeru Kembali Tunjukan Aktivitas Vulkanik 16 Kali Gempa Letusan

Guncangan gempa bumi tektonik dirasakan sangat kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya. Guncangan gempa pun dirasakan kuat di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Kuatnya guncangan gempa itu menyebabkan masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah.

Hingga pukul 07.00 WIB, tercatat dua gempa susulan masing-masing berkekuatan magnitudo 5,5 pada pukul 06.07 WIB dan magnitudo 5,2 pada pukul 06.12 WIB. Kedua gempa susulan tersebut berpusat di laut dan tidak berpotensi tsunami, namun tetap dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak.

Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, dampak awal yang berhasil dihimpun menunjukkan adanya kerusakan ringan hingga sedang di wilayah Kota Ternate. Sebanyak satu gereja di Kecamatan Pulau Batang Dua dilaporkan terdampak. Selain itu dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan mengalami kerusakan. Sementara itu, di Kota Bitung, BPBD setempat masih melakukan pendataan dampak gempa bumi tektonik tersebut.

“Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, terdeteksi gelombang tsunami dengan ketinggian relatif kecil, yakni sekitar 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB. Meskipun relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,” kata Muhari dalam keterangan resminya, Kamis (2/4/2026).

Satu Korban Meninggal Tertimpa Reruntuhan Dampak Gempa Bumi Tektonik

Sementara itu, berdasarkan perkembangan terbaru pada Kamis siang, tim gabungan menemukan seorang warga dalam kondisi sudah meninggal. Temuan jasad korban tersebut di antara reruntuhan Gedung KONI, lapangan olah raga Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara. Petugas segera mengevakuasi jasad korban dari reruntuhan.

Baca Juga : Ancaman Gempa Bumi Sesar Lembang, PVMBG Sarankan Ini!

Berdasarkan laporan perkembangan kaji cepat hingga pukul 08.00 WIB, kata Muhari, kerusakan infrastruktur juga teridentifikasi. Kerusakan infrastruktur itu meliputi satu unit tempat ibadah di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate. kemudian dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan.

“BPBD dan dinas terkait berbagai daerah saat ini terus melakukan monitoring, asesmen, serta koordinasi penanganan darurat,” kata Muhari.

Tsunami di Bawah 1 Meter

Terkait deteksi tsunami, Muhari membenarkan fenomena gempa bumi tektonik ini juga telah memicu terjadinya tsunami dengan level ketinggian bervariasi di beberapa wilayah. Adapun level ketinggian tsunami di Halmahera Barat tercatat mencapai 0,3 meter, Bitung (0,2 meter), Sidangoli (0,35 meter), Minahasa Utara (0,75 meter), dan Belang 0,68 meter.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan, waktu tiba gelombang dapat berbeda dan gelombang pertama tidak selalu menjadi yang terbesar. Sehingga masyarakat di wilayah pesisir diminta tetap waspada dan menjauhi area berisiko.

Hasil monitoring lanjutan BMKG, tercatat 11 aktivitas gempa susulan (aftershock) hingga pukul 06.50 WIB, dengan magnitudo terbesar mencapai 5.5. Dua gempa susulan signifikan terjadi pada pukul 06.07 WIB (M 5.5) dan pukul 06.12 WIB (M 5.2), yang tidak berpotensi tsunami.

Baca Juga : Gempa Bumi Tektonik M6,6 Guncang Kabupaten Sarmi, Sejumlah Bangunan Rusak

“BNPB mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, untuk tetap tenang namun waspada. Segera menjauhi pantai dan muara sungai, serta melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi apabila merasakan gempa kuat atau menerima peringatan resmi,” ucapnya.

Muhari juga meminta masyarakat membantu kelompok rentan, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah.

“Pemerintah daerah masih melakukan pendataan dampak gempa bumi tektonik di Kota Bitung. Informasi mengenai dampak gempa bumi ini akan diperbarui secara berkala,” tuturnya. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Gempa Bumi Tektonik M7,6 di Kota Bitung, Seorang Warga Meninggal dan Beberapa Infrastruktur Rusak

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.