Bencana Hidrometeorologi Basah Sergap Beberapa Wilayah di Indonesia
Bencana hidrometeorologi basah terus mengintai wilayah Indonesia. Sejumlah wilayah mengalami banjir dan longsor.
Peristiwa banjir bandang melanda Kecamatan Cisolok dan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin (27/10). Tim gabungan segera melakukan upaya pembersihan material lumpur di permukiman warga. Selain di Sukabumi, bencana hidrometeorologi basah juga menyergap sejumlah wilayah di Indonesia. Foto: dok. BNPB/
Baca Juga : Hilangnya Daerah Resapan Air, Beberapa Titik di Bandung Barat Jadi Langganan Banjir
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimpun kejadian bencana hidrometeorologi basah di berbagai wilayah di Indonesia. Berdasarkan laporan yang BNPB terima hingga Rabu (29/10/2025), sejumlah wilayah terdampak bencana hidrometeorologi tersebut.
Kapusdatinkom BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resminya menjelaskan, kejadian bencana hidrometeorologi basah terbaru terjadi di wilayah Jakarta. Dalam kejadian ini, enam kelurahan terdampak banjir akibat luapan Kali Ciliwung. Sebelumnya, terjadi hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Selasa (28/10/2025).
Enam kelurahan tersebut meliputi Kelurahan Bidara Cina, Kampung Melayu, Balekambang, Cawang, Cililitan, dan Pejaten Timur. Akibat banjir ini sedikitnya 1.825 jiwa terdampak. Ketinggian air bervariasi mulai dari 40 sentimeter hingga 100 sentimeter.
Merespons bencana hidrometeorologi basah ini, lanjut Muhari, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel memonitor kondisi genangan di setiap lokasi terdampak. Selain itu, bersama instansi terkait, BPBD juga melakukan penanganan berupa penyedotan genangan, memastikan tali-tali air berfungsi serta membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
Pemutakhiran Laporan Peristiwa Bencana Hidrometeorologi Basah
Selain peristiwa baru, BNPB juga memantau perkembangan sejumlah kejadian bencana yang masih dalam penanganan di lapangan.
Berdasarkan laporan terbaru, peristiwa banjir yang melanda Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin (27/10/2025) telah surut. Pada Selasa (28/10/2025), tim gabungan melakukan pembersihan material lumpur di permukiman warga di 14 desa di Kecamatan Cisolok dan Cikakak.
Baca Juga : Pemkot Bandung Terus Upayakan Atasi Persoalan Banjir
BPBD Kabupaten Sukabumi, kata Muhari, juga telah mendirikan posko pengungsian di Lapangan Eks. Sinar Ciomas dan SDN 1 Cisolok. Selain itu, pemerintah daerah telah mendirikan posko bencana dan dapur umum di kantor Kecamatan Cisolok. Seiring dengan berjalannya penanganan darurat bencana hidrometeorologi basah itu, pemerintah terus memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
Sementara itu, untuk tanah longsor yang melanda Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi sudah ditangani tim gabungan. Pemerintah daerah sudah mengerahkan bantuan alat berat ke lokasi terdampak. BPBD setempat, kata Muhari, sudah mendistribusikan bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.
Hingga Selasa (28/10/2025), dari lima titik longsor, baru satu titik dalam proses pembersihan yakni di Desa Sukarame. Namun demikian, pengendara belum bisa mengakses jalan tersebut. Sedangkan satu titik longsor di Desa Gunung Keramat, hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Kemudian satu titik lainnya di Karangpapak masih tertutup bagi kendaraan.
“BNPB masih melakukan pendampingan dalam penanganan darurat bencana hidrometeorologi basah (banjir dan longsor) yang terjadi. Upaya tersebut kami lakukan melalui pengerahan personel reaksi cepat di lokasi terdampak. Serta pelaksanaan OMC (operasi modifikasi cuaca) di wilayah Jawa Barat. Pada Senin (27 Oktrober 2025), kami telah melakukan dua sorti penerbangan dalam rangka OMC tersebut,” tuturnya.
Banjir Melanda Kabupaten Pati Jawa Tengah
Beralih ke wilayah lain, yaitu di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Banjir yang merendam lima desa di dua kecamatan, yakni Batangan dan Juwana berangsur surut pada Selasa (28/10/2025). Banjir tersebut terjadi pada Minggu (26/10/2025) setelah tanggul Sungai Widodaren dan Gandam jebol.
Baca Juga : Cuaca Ekstrem Picu Bencana Hidrometeorologi di Sejumlah Wilayah Indonesia
Muhari menegaskan, dari laporan yang ia terima, akses jalan desa yang sebelumnya sempat terputus saat ini sudah dapat terlalui kendaraan. Tim gabungan juga telah melakukan perbaikan tanggul sebagai upaya penanganan jangka pendek.
Selain itu, BNPB sudah melakukan pendampingan penanganan darurat bencana hidrometeorologi basah di Kabupaten Pati. BPNB telah mendistribusikan bantuan logistik dan peralatan kepada warga maupun BPBD setempat. Hingga Senin (27/10/2025), kata Muhari, pihaknya sudah mengoptimalkan IMC di enam sorti penerbangan di wilayah Jawa Tengah.
Menyikapi laporan kejadian bencana hidrometeorologi basah di sejumlah daerah ini, Muhari meuturkan, BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada. Selain itu, warga juga perlu meningkatkan kesiapsiagaan kemungkinan terjadinya bencana akibat cuaca ekstrem. Potensi bencana cuaca ekstrem itu di antranya banjir, tanah longsor, angin kencang, maupun pohon tumbang.
“Pemerintah daerah bersama instansi terkait kami harapkan memperkuat sistem peringatan dini. Serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana di wilayah masing-masing. Kami juga mengimbau warga tetap waspada,” ungkapnya. (ecp/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Bencana Hidrometeorologi Basah Sergap Beberapa Wilayah di Indonesia
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.