Tewaskan 114 Orang, Presiden Filipina Umumkan Keadaan Darurat Topan Kalmaegi
Presiden Filipina mengumumkan keadaan darurat pada hari Kamis (6/11/2025) waktu setempat setelah terjadi bencana alam Topan Kalmaegi.
Warga Filipina membersihkan puing akibat dampak Topan Kalmaegi. Menewaskan 114 orang, Presiden Filipina mengumumkan keadaan darurat Topan Kalmaegi. Foto: ist/net
trustjabar.com - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengumumkan keadaan darurat pada hari Kamis (6/11/2025) waktu setempat setelah terjadi bencana alam Topan Kalmaegi. Akibat bencana tersebut, sebanyak 241 menjadi korban di seluruh provinsi tengah. Hal ini menandai bencana alam paling mematikan di negara tersebut sepanjang 2025.
Baca Juga : Lonjakan Karbondioksida di Atmosfer, Picu Penurunan Terumbu Karang
Mengutip Washington Post, Topan Kalmaegi tersebut menewaskan setidaknya 114 orang dan menyebabkan 127 orang lainnya hilang. Terutama di Provinsi Cebu yang terdampak parah. Presiden Filipina mengeluarkan pengumuman tersebut selama pertemuan dengan pejabat tanggap bencana untuk menilai dampak dahsyat topan tersebut.“Tantangan sekarang adalah pembersihan puing. Ini perlu segera kita bersihkan," kata Raffy Alejandro, pejabat senior pertahanan sipil.
Status darurat Topan Kalmaegi ini akan memungkinkan pencairan dana bencana kepada korban terdampak lebih cepat. Selain itu membantu mencegah penimbunan makanan serta kenaikan harga saat intensifikasi operasi pemulihan.
Topan Kalmaegi tersebut memicu banjir bandang yang menggenangi komunitas perumahan. Memaksa penduduk yang putus asa untuk memanjat ke atap rumah sambil memohon pertolongan. Setidaknya 71 orang tewas di Cebu, sebagian besar akibat tenggelam, sementara 65 orang lainnya masih hilang dan 69 orang terluka.
Dampak Topan Kalmaegi tersebut memperparah upaya pemulihan di Cebu dari gempa bumi berkekuatan 6,9 yang melanda pada 30 September 2025 lalu. Akibat gempa bumi itu, menewaskan setidaknya 79 orang.
Gubernur Cebu Pamela Baricuatro mengakui, bertahun-tahun penambangan dan proyek pengendalian banjir yang tidak memadai mungkin telah memperburuk bencana.
"Kami melakukan segala upaya yang kami bisa untuk (pemulihan) Topan Kalmaegi itu. Akan tetapi, ada beberapa hal yang tidak terduga seperti banjir bandang," katanya.
Serangan Topan Kalmaegi, 2 Juta Penduduk Filipina Terdampak
Dampak dari badai dahsyat ini menyebabkan hampir 2 juta orang dengan lebih dari 560.000 penduduk desa mengungsi. Selain itu, sebanyak 450.000 terpaksa dievakuasi ke tempat penampungan darurat. Tim pencarian dan penyelamatan, kini bekerja dengan giat untuk membersihkan jalan-jalan yang tersumbat puing dan mencari 127 orang yang hilang. Petugas juga sambil memastikan pasokan bantuan mencapai komunitas-komunitas terisolasi.
Baca Juga : Erdogan Lantang Kecam Keras Atas Serangan Israel di Gaza, Perjanjian Gencatan Senjata Dilanggar
Saat Filipina bergulat dengan dampak Topan Kalmaegi, prakiraan cuaca juga memantau badai lain yang sedang berkembang di timur Mindanao. Badai lain ini juga diperkirakan dapat menguat menjadi topan di awal pekan depan.
Sementara itu, Topan Kalmaegi kembali menguat di atas Laut Cina Selatan saat menuju Vietnam. Otoritas setempat telah memulai evakuasi massal mengantisipasi badai akan mendarat pada akhir Kamis atau awal Jumat. Topan tersebut mengancam wilayah penghasil kopi utama Vietnam di dataran tinggi tengah yang berpotensi merusak tanaman selama musim panen. (trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Tewaskan 114 Orang, Presiden Filipina Umumkan Keadaan Darurat Topan Kalmaegi
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.