Selasa, 21 April 2026
Breaking News
DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran
Serba Serbi Internasional Pojok Lingkungan
Penulis: Cep 02 Nov 2025

Temuan Spesies Baru Ubur-ubur Beracun di Jepang, Bukti Dampak Perubahan Ekosistem Laut

Peneliti Universitas Tohoku, mengidentifikasi spesies baru ubur-ubur api beracun di perairan timur laut Jepang.

Ubur-ubur api atau Portuguese man-of-war. Penemuan spesies baru ubur-ubur beracun di Jepang, membuktikan adanya dampak perubahan ekosistem laut. Foto: ilustrasi/ist

Ubur-ubur api atau Portuguese man-of-war. Penemuan spesies baru ubur-ubur beracun di Jepang, membuktikan adanya dampak perubahan ekosistem laut. Foto: ilustrasi/ist

trustjabar.com – Para peneliti yang merupakan mahasiswa di Universitas Tohoku, telah mengidentifikasi spesies baru ubur-ubur beracun di perairan timur laut Jepang. Hal itu menandai penampakan pertama yang tercatat dari genus Physalia di negara tersebut. Penemuan ubur-ubur Portuguese man-of-war yang dipublikasikan pada 30 Oktober 2025 di Frontier in Marine Science. Hal ini memberikan bukti meyakinkan mengenai dampak arus laut hangat.

Baca Juga : Fakta Unik Ubur-ubur, Mahluk Purba Lebih Tua Dari Dinosaurus

Dengan penemuan spesies baru ubur-ubur beracun ini menandakan mengenai dampak arus laut yang menghangat sedang mengubah ekosistem laut dan distribusi spesies.

Mahluk biru kobalt ini dinamai Physalia mikazuki atau crescent helmet man-o-war. Hal itu untuk menghormati prajurit samurai Date Masamune, penguasa feodal Sendai yang terkenal karena hiasan bulan sabit khas yang menghiasi helm perangnya.

Yoshiki Ochiai, sang penemu ubur-ubur beracun ini mengungkapkan, awalnya ia sedang melakukan proyek penelitian yang sama sekali berbeda di Teluk Sendai.

“Saya sedang mengerjakan proyek penelitian yang sama sekali berbeda di sekitar Teluk Sendai di wilayah Tohoku. Ketika saya menemukan ubur-ubur (beracun) ini, saya membawanya kembali ke laboratorium. Saya sama sekali belum pernah melihat jenis ubur-ubur ini di sekitar sini sebelumnya,” ungkap Ochiai.

Kemunculan Ubur-ubur Beracun P. mikazuki Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Kemunculan ubur-ubur beracun P. mikazuki ke arah utara ini merupakan perluasan wilayah signifikan akibat perubahan oseanografi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Simulasi komputer yang dilakukan peneliti mengungkapkan, arus Kuroshio yang baru-baru ini meluas 100 kilometer lebih jauh ke utara, memungkinkan membawa koloni ubur-ubur tersebut.

Baca Juga : FAKTA UNIK! Ikan Paus, Mamalia Laut Terbesar di Dunia

Suhu permukaan laut di wilayah Tohoku telah meningkat lebih dari 2 derajat Celcius pada 2022 dan 2024. Hal ini menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi kelangsungan hidup spesies ini di perairan utara yang sebelumnya tidak ramah. Analisis DNA mengonfirmasi, P. mikazuki telah hidup berdampingan dengan spesies Physalia utriculus di perairan selatan Jepang. Penemuan spesies baru ubur-ubur beracun ini membawa implikasi penting bagi keselamatan publik. Hal itu lantaran spesies Portuguese man-of-war memiliki tentakel yang dapat memanjang beberapa meter. Selain itu dapat menimbulkan sengatan yang menyakitkan dan melumpuhkan.

Chanikarn Yongstar mencatat, tantangan taksonomi yang terlibat. Penelitian yang mendapat sponsor dana dari Advance Institute for Marine Ecosystem Change ini menggarisbawahi perubahan iklim. Ia mengungkap adanya kebutuhan mendesak pemantauan pesisir karena spesies laut terus menggeser jangkauan mereka. Hal tersebut sebagai respons terhadap perubahan iklim. (ecp/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Temuan Spesies Baru Ubur-ubur Beracun di Jepang, Bukti Dampak Perubahan Ekosistem Laut

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.