Rabu, 16 September 2026
Breaking News
Polda Jabar Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Dugaan Penyekapan YTR ke Kejari Kabupaten Bandung Ciparay Jadi Salah Satu Sentra Budidaya Ikan di Jawa Barat, Kembangkan Varietas Baru Ikan Nila Sumo STIE IBMT Surabaya Pertahankan Penghargaan Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dari MCorp & MarkPlus Institute Polemik Tarif Masuk Rumah Pengabdi Setan di Pangalengan, DPRD Kabupaten Bandung Dorong Bupati Terbitkan Surat Edaran Wisuda STIE IBMT Surabaya, Cetak 300 Lulusan Kompeten dan Berjiwa Entrepreneur Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di Bandung Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Rutin Gelar Program Mengetuk Pintu Langit inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung Polda Jabar Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Dugaan Penyekapan YTR ke Kejari Kabupaten Bandung Ciparay Jadi Salah Satu Sentra Budidaya Ikan di Jawa Barat, Kembangkan Varietas Baru Ikan Nila Sumo STIE IBMT Surabaya Pertahankan Penghargaan Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dari MCorp & MarkPlus Institute Polemik Tarif Masuk Rumah Pengabdi Setan di Pangalengan, DPRD Kabupaten Bandung Dorong Bupati Terbitkan Surat Edaran Wisuda STIE IBMT Surabaya, Cetak 300 Lulusan Kompeten dan Berjiwa Entrepreneur Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di Bandung Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Rutin Gelar Program Mengetuk Pintu Langit inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung
TrustJabar
Internasional
Penulis: Cep06 Mar 2026

Pyongyang Anggap Serangan AS dan Israel ke Iran Sebagai Tindakan Agresi Ilegal

Memanasnya konflik global saat ini yang terjadi di Iran akibat serangan sekutu AS dengan Israel, memantik perhatian Korea Utara.

Pimpinan Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un. Pyongyang menganggap serangan AS dan Israel ke Iran sebagai tindakan agresi ilegal. Foto: net/KCNA

Pimpinan Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un. Pyongyang menganggap serangan AS dan Israel ke Iran sebagai tindakan agresi ilegal. Foto: net/KCNA

trustjabar.com – Memanasnya konflik global saat ini yang terjadi di Iran akibat serangan sekutu AS dengan Israel, memantik perhatian Korea Utara. Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara menegaskan jika pihaknya siap memasok rudal ke Iran jika Teheran memintanya.

Baca Juga : Tak Hanya Situasi Global, Presiden AS Donald Trump Kembali Bikin Geger Dunia Maya

Mengutip The Diplomat, Korea Utara memandang, konflik yang meningkat di Iran ini bukan hanya sebagai contoh lain dari tekanan militer AS. Melainkan juga sebagai serangan terhadap mitra diplomatik dan militer yang telah lama menjalin hubungan.

Kim Jong-un mengeluarkan peringatan keras yang menyatakan jika satu rudal saja cukup untuk melenyapkan Israel.

Selama kongres Partai Buruh Korea di Pyongyang, Kim Jong-un mengisyaratkan kesediaannya membuka dialog dengan Presiden AS Donald Trump. Akan tetapi, serangan AS - Israel terhadap Iran, telah mengubah posisi Pyongyang.

Pada 1 Maret 2026, Korea Utara mengeluarkan pernyataan resmi yang membahas situasi serangan AS dan Israel ke Iran. Pernyataan itu erat kaitannya dengan juru bicara dari Kementerian Luar Negeri Korea Utara yang tidak disebutkan namanya. Menurut analis, pernyataan tersebut merupakan sebuah langkah yang memberikan ruang pesan yang lebih tegas dari Korea Utara.

Dalam pernyataannya, Pyongyang menguraikan beberapa poin penting. Pyongyang menggambarkan jika serangan Israel - AS ke Iran itu sebagai tindakan agresi ilegal dan menjadi salah satu pelanggaran kedaulatan paling berat.

Pyongyang juga berpendapat jika serangan itu dapat diprediksi mengingat apa yang mereka gambarkan sebagai perilaku dan aktivitas hegemoni AS di kawasan tersebut. Korea Utara juga mengutuk apa yang mereka sebut sebagai penyalahgunaan  kekuatan militer dan pelanggaran hukum internasional.

Pernyataan tersebut  mengklaim jika AS telah memainkan peran yang semakin rusak selama satu tahun terakhir, melemahkan perdamaian dan stabilitas global. Terakhir, Pyongyang menyatakan negara-negara yang terlibat di kawasan tersebut harus secara tepat mengidentifikasi para agresor dalam konflik. Serta memenuhi tanggung jawab mereka untuk memulihkan perdamaian  dan stabilitas di Timur Tengah.

Keterlibatan Korea Utara di Tengah Konflik AS - Israel dengan Iran

Menurut analis The Diplomat, keterlibatan Korea Utara dalam konflik yang terjadi dengan memasok peralatan militer ke Iran, tentunya memiliki risiko dan keuntungan.

Salah satu potensi keuntungan terletak pada dampak rantai pasokan masa perang Rusia. Baik Iran maupun Korea Utara telah berperan sebagai pemasok penting peralatan militer mendukung upaya Rusia di Ukraina. Termasuk rudal, pesawat nirawak, dan amunisi lainnya.

Baca Juga : Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah

Jika Iran terpaksa menggunakan sebagian besar persenjataannya untuk upaya perangnya sendiri, hal tersebut dapat menciptakan kesenjangan pasokan. Hal ini memungkinkan Korea Utara mengisi kesenjangan pasokan tersebut.

Dalam skenario tersebut, konflik antara Israel - AS dengan Iran, dapat meningkatkan ketergantungan Rusia kepada Pyongyang. Serta memperkuat pengaruh Korea Utara terhadap Rusia. Dalam beberapa tahun terakhir, Iran dan Korea Utara telah memperkuat hubungan formal.

Pyongyang menyimpulkan, Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif dengan Rusia pada Juni 2024. Sedangkan Iran telah menandatangani perjanjian serupa pada Januari 2025. Akan tetapi, sejauh ini Rusia membatasi tanggapannya terhadap konflik saat ini hanya pada kecamatan diplomatik terhadap serangan tersebut. Moskow hanya menyatakan bahwa mereka tetap dalam komunikasi konstan dengan kepemimpinan Iran.

Dengan sikap Moskow tersebut, telah memicu klaim jika Iran pada dasarnya telah ditinggalkan tanpa dukungan berarti dari sekutunya. (cep/trustjabar/R1)

 

Komentar

0 komentar untuk Pyongyang Anggap Serangan AS dan Israel ke Iran Sebagai Tindakan Agresi Ilegal

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.