Rabu, 22 Juli 2026
Breaking News
Lahan Seluas 7,6 Hektare Disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Kuasa Hukum Kasus YTR di Bandung Minta JPU Perjuangkan Restitusi Korban Partai Golkar Jawa Barat Terus Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Gadis Asal Rancaekek Diduga Disekap dan Dianiaya Selama 3 Tahun, Polisi Terus Buru Pelaku Pegadaian Jabar Gelar Donor Darah, Targetkan 125 Pendonor TPPASR Legok Nangka Diharapkan Jadi Solusi Jangka Panjang Pengelolaan Sampah Regional Lahan Seluas 7,6 Hektare Disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Kuasa Hukum Kasus YTR di Bandung Minta JPU Perjuangkan Restitusi Korban Partai Golkar Jawa Barat Terus Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Gadis Asal Rancaekek Diduga Disekap dan Dianiaya Selama 3 Tahun, Polisi Terus Buru Pelaku Pegadaian Jabar Gelar Donor Darah, Targetkan 125 Pendonor TPPASR Legok Nangka Diharapkan Jadi Solusi Jangka Panjang Pengelolaan Sampah Regional
TrustJabar
Internasional
Penulis: Iman10 Sep 2025

Nepal Rusuh, Perdana Menteri dan Politisi Jadi Amukan Massa

ituasi Nepal memburuk setelah rakyat berunjuk rasa dan berakhir dengan kerusuhan massa. setelah kebijakan pemblokiran platform media sosial.

Nepal Rusuh, Perdana Menteri dan Politisi Jadi Amukan Massa. (foto: Net)

Nepal Rusuh, Perdana Menteri dan Politisi Jadi Amukan Massa. (foto: Net)

trustjabar.com - Situasi Nepal memburuk setelah rakyat berunjuk rasa dan berakhir dengan kerusuhan massa. Mereka memprotes atas kebijakan Perdana Menteri K.P. Sharma Oli memblokir media sosial platform facebook, X dan youtube.

Baca Juga: Tawaran Rusia Akhiri Peperangan dengan Ukraina, Ini Syaratnya! 

Massa dari Gen Z ini tidak berhenti memprotes meski Sharma Oli sudah mencabut pemblokiran. Bahkan protes berubah menjadi kerusuhan meski dia sudah mengundurkan diri. Dalam video yang beredar di platform X, para demonstran mengejak Menteri Keuangan Nepal dan memukuli di jalan.

Video yang diunggah Selasa (9/9/2025) menunjukkan Menteri Keuangan Bishnu Prasad Paudel  berusaha berlari dari kejaran para demonstran. Bukan itu saja, para pengunjuk rasa membakar dan merusak rumah dan fasilitas mereka.

Bahkan ada pula yang melempari menteri yang melarikan diri ke dalam sungai. Dalam video tersebut, lebih dari dua lusin orang terlihat mengejar Paudel saat ia berlari menyelamatkan diri.

Seorang pria terlihat menendang dan yang lainnya memukulinya. Para tentara Nepal yang berusaha melakukan evakuasi para politisi dari rumah dan gedung mereka. Beberapa politisi bahkan dievakuasi melalui helikopter.

Beberapa potongan video lainnya, menggambarkan gaya hidup para politisi Nepal yang begitu mewah. Kontras dengan video sandingannya rakyat miskin dan telantar. Aksi demonstrasi ini memakan korban 20 orang meninggal dunia dan 300 lainnya luka-luka. (Iman/trustjabar/R3)

Komentar

0 komentar untuk Nepal Rusuh, Perdana Menteri dan Politisi Jadi Amukan Massa

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.