Sabtu, 05 September 2026
Breaking News
STIE IBMT Surabaya Pertahankan Penghargaan Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dari MCorp & MarkPlus Institute Polemik Tarif Masuk Rumah Pengabdi Setan di Pangalengan, DPRD Kabupaten Bandung Dorong Bupati Terbitkan Surat Edaran Wisuda STIE IBMT Surabaya, Cetak 300 Lulusan Kompeten dan Berjiwa Entrepreneur Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di Bandung Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Rutin Gelar Program Mengetuk Pintu Langit inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung BNN Ungkap 2,6 Ton Metamfetamin Cair di Kapal Berbendera Tanzania, Senilai Rp8,5 Triliun Siswa Sespimma Polri Angkatan 76 Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba 17 Agustus STIE IBMT Surabaya Pertahankan Penghargaan Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dari MCorp & MarkPlus Institute Polemik Tarif Masuk Rumah Pengabdi Setan di Pangalengan, DPRD Kabupaten Bandung Dorong Bupati Terbitkan Surat Edaran Wisuda STIE IBMT Surabaya, Cetak 300 Lulusan Kompeten dan Berjiwa Entrepreneur Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di Bandung Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Rutin Gelar Program Mengetuk Pintu Langit inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung BNN Ungkap 2,6 Ton Metamfetamin Cair di Kapal Berbendera Tanzania, Senilai Rp8,5 Triliun Siswa Sespimma Polri Angkatan 76 Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba 17 Agustus
TrustJabar
Internasional
Penulis: Iman10 Sep 2025

Nepal Rusuh, Perdana Menteri dan Politisi Jadi Amukan Massa

ituasi Nepal memburuk setelah rakyat berunjuk rasa dan berakhir dengan kerusuhan massa. setelah kebijakan pemblokiran platform media sosial.

Nepal Rusuh, Perdana Menteri dan Politisi Jadi Amukan Massa. (foto: Net)

Nepal Rusuh, Perdana Menteri dan Politisi Jadi Amukan Massa. (foto: Net)

trustjabar.com - Situasi Nepal memburuk setelah rakyat berunjuk rasa dan berakhir dengan kerusuhan massa. Mereka memprotes atas kebijakan Perdana Menteri K.P. Sharma Oli memblokir media sosial platform facebook, X dan youtube.

Baca Juga: Tawaran Rusia Akhiri Peperangan dengan Ukraina, Ini Syaratnya! 

Massa dari Gen Z ini tidak berhenti memprotes meski Sharma Oli sudah mencabut pemblokiran. Bahkan protes berubah menjadi kerusuhan meski dia sudah mengundurkan diri. Dalam video yang beredar di platform X, para demonstran mengejak Menteri Keuangan Nepal dan memukuli di jalan.

Video yang diunggah Selasa (9/9/2025) menunjukkan Menteri Keuangan Bishnu Prasad Paudel  berusaha berlari dari kejaran para demonstran. Bukan itu saja, para pengunjuk rasa membakar dan merusak rumah dan fasilitas mereka.

Bahkan ada pula yang melempari menteri yang melarikan diri ke dalam sungai. Dalam video tersebut, lebih dari dua lusin orang terlihat mengejar Paudel saat ia berlari menyelamatkan diri.

Seorang pria terlihat menendang dan yang lainnya memukulinya. Para tentara Nepal yang berusaha melakukan evakuasi para politisi dari rumah dan gedung mereka. Beberapa politisi bahkan dievakuasi melalui helikopter.

Beberapa potongan video lainnya, menggambarkan gaya hidup para politisi Nepal yang begitu mewah. Kontras dengan video sandingannya rakyat miskin dan telantar. Aksi demonstrasi ini memakan korban 20 orang meninggal dunia dan 300 lainnya luka-luka. (Iman/trustjabar/R3)

Komentar

0 komentar untuk Nepal Rusuh, Perdana Menteri dan Politisi Jadi Amukan Massa

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.