Angola Rusuh, Masyarakat Setempat Menjarah Toko dan Bentrok dengan Polisi!
Salah satu negara di benua Afrika Angola tengah mengalami krisis ekonomi dan keamananan sehingga memicu aksi demontrasi dan kerusuhan.
trustjabar.com – Salah satu negara di benua Afrika Angola tengah mengalami krisis ekonomi dan keamananan sehingga memicu aksi demontrasi yang berujung kerusuhan. Aksi demontrasi penduduk Angola telah menjurus pada kekerasan dan perbuatan kriminal dengan melakukan penjarahan massal dan penembakan terhadap petugas keamanan.
Arab News melaporkan, kerusuhan pecah pada ibukota Luanda dan kota-kota lainnya. Warga setempat melakukan aksi brutal dengan menjarah.
Selama aksi bentrok tersebut, sejauh ini, melaporkan 22 orang tewas akibat kebijakan pemerintah setempat mendapat protes keras masyarakat. Aksi kekerasan Angola dipicu oleh kebijakan pemerintah dengan menaikan harga bahan bakar dari 300 kwanza (Rp 5.400) menjadi Rp 400 (Rp 7.000) per liter pada 1 Juli 2024 lalu.
Kenaikan tersebut memicu aksi protes dari para pekerja transportasi dan masyarakat yang merasa beban hidup jekompok masyarakat bawah semakin tertekan. Mesteri Dalam Negeri Angola, Manuel Homem mengatakan, 22 orang tewas termasuk 1 petugas polisi. Kemudian 200 orang terluka akibat aksi bentrok itu.
"Kami juga telah menangkap lebih dari 1.200 orang yang melalkukan kerusuhan," ujarnya.
Akibat kerusahan tersebut, aktivitas ekonomi di ibukota Luanda lumpuh total. Toko-toko tutup dan pasukan keamanan hilir mudik melakukan patroli. Pemicu kerusuhan oleh kematian seorang remaja berusia 16 tahun yang terlibat ke dalam bagian dari kelompok yang menyerang partai berkuasa MPLA.
Meski begitu, masyarakat Angola melakukan aksi demontrasi pemicunya adalah mengenai kondisi perekonomian negara tersebut yang tidak memiliki kepastian. Sedangkan kasus korupsi menjadi sorotan masyarakat setempat sehingga mengakibatkan sentimen negatif dan membuat ketidakpercayaan pada pemerintah.
Selain di Luanda, kerusuhan juga terjadi di luar ibu kota, termasuk di kota Huambo, sekitar 600 kilometer (370 mil) utara Luanda. Gambar-gambar di media sosial juga menunjukkan protes di kota pesisir Benguela, di selatan ibu kota yang mengakibatkan pecahnya kerusuhan.
Angola merupakan negara bekas jajahan Portugis dengan penduduk lebih dari 36 juta jiwa ini memiliki tingkat inflasi tinggi yang mendekati 20 persen pada bulan Juni. Selain itu untuk tingkat pengangguran mencapai hampir 30 persen sehingga mengakibatkan angka kriminalitas negara itu menjadi tinggi.
Komentar
0 komentar untuk Angola Rusuh, Masyarakat Setempat Menjarah Toko dan Bentrok dengan Polisi!
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.