Rabu, 22 April 2026
Breaking News
DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran
Ekonomi Bisnis dan Keuangan
Penulis: Ghani 13 Agt 2025

Perbankan Jawa Barat Tumbuh Positif, Kredit Tembus Rp 628 Triliun hingga Juni 2025

OJK mencatat sektor perbankan di Jawa Barat mencatat pertumbuhan positif sepanjang tahun berjalan hingga Juni 2025.

Kepala OJK Jawa Barat Darwisman menyebut perbankan Jawa Barat tumbuh positif dengan kredit menembus Rp 628 triliun hingga Juni 2025. Foto: Ghani Rahmat/trustjabar

Kepala OJK Jawa Barat Darwisman menyebut perbankan Jawa Barat tumbuh positif dengan kredit menembus Rp 628 triliun hingga Juni 2025. Foto: Ghani Rahmat/trustjabar

trustjabar.com - Sektor perbankan di Jawa Barat mencatat pertumbuhan positif sepanjang tahun berjalan hingga Juni 2025. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat menunjukkan beberapa indikator pertumbuhan itu. Di antaranya total aset tumbuh sebesar 2,45 persen, dana pihak ketiga (3,63 persen), dan kredit (3,64 persen) secara tahunan (year-on-year/YoY).

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman mengungkapkan, tingkat risiko kredit yang tercermin dari rasio Net Performing Loan (NPL) berada di angka 4,28 persen. Hal itu pun, kata Darwisman, masih dalam batas aman. Sementara fungsi intermediasi perbankan juga terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) di level 91,89 persen.

“Meski pertumbuhan kredit di Jawa Barat lebih rendah daripada rata-rata nasional, secara fundamental perbankan masih sehat dan intermediasi tetap optimal,” kata Darwisman, Rabu (13/8/2025).

Baca Juga : Kembali Gelar Festival di Bandung, OJK Tegaskan Komitmen Perkuat Literasi dan Inklusi Ekonomi Syariah

Berdasarkan data sebaran nasional, penyaluran kredit bank umum di Jawa Barat mencapai Rp 628 triliun atau tumbuh 3,63 persen YoY. Angka ini menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi kedua terbesar setelah DKI Jakarta, dengan pangsa pasar 7,79 persen dari total kredit nasional.

Kredit terbesar terserap di sektor KPR dan KPB sebesar Rp 181,38 triliun (tumbuh 5,58 persen YoY). Kemudian sektor bukan lapangan usaha rumah tangga Rp 126,74 triliun (tumbuh 11,62 persen YoY).

Namun, kata Darwisman, sejumlah sektor mengalami kontraksi cukup dalam. Seperti perdagangan besar dan eceran (-4,70 persen), konstruksi (-13,58 persen). Kemudian serta kategori bukan lapangan usaha lainnya (-5,39 persen). Kenaikan risiko kredit di sektor-sektor tersebut menjadi salah satu penyebab perlambatan.

Dari sisi persebaran, DPK dan kredit perbankan di Jawa Barat terkonsentrasi di Kota Bandung (DPK 34,96 persen, kredit 31,59 persen). Kemudian Kota Bekasi (DPK 14,01 persen, kredit 13,48 persen), dan Kota Bogor (DPK 9,37 persen, kredit 7,23 persen). Sementara rasio NPL tertinggi tercatat di Kota Banjar, Kota Sukabumi, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Tasikmalaya.

Bank Umum dan BPR Masih Dominasi Perbankan di Jawa Barat

Secara fungsional, kata Darwisman, bank umum dan BPR masih mendominasi perbankan di Jawa Barat. Mereka memiliki pangsa aset, DPK, dan kredit masing-masing di atas 96 persen. Meski begitu, total aset bank umum berkantor pusat di Jawa Barat justru turun 3,09 persen YoY menjadi Rp194 triliun.

DPK juga turun 3,70 persen menjadi Rp139 triliun, dan kredit turun 1,99 persen menjadi Rp127 triliun. Penurunan ini berdampak pada laba yang anjlok 36,73 persen menjadi Rp539 miliar. Hal itu akibat meningkatnya pencadangan seiring naiknya NPL gross dari 1,67 persen menjadi 2,71 persen.

Baca Juga : UMKM Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi Indonesia, Tapi Masih Terkendala ke Pasar Global

Sementara itu, BPR dan BPRS di Jawa Barat justru menunjukkan tren positif dalam perbankan di Jawa Barat. Aset tumbuh 3,33 persen menjadi Rp 32,64 triliun, DPK naik 4,66 persen menjadi Rp 22,55 triliun. Kemudian kredit naik 3,87 persen menjadi Rp 24,09 triliun.

Laba melonjak signifikan 247,59 persen menjadi Rp 170 miliar, meski NPL gross meningkat dari 11,76 persen menjadi 13,27 persen. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Barat hingga Juni 2025 mencapai Rp 13,74 triliun atau 10,58 persen dari nasional. Menjadikannya penerima KUR terbesar ketiga di Indonesia. Sebagian besar (63,59 persen) terserap di sektor mikro.

OJK Jawa Barat juga gencar mengedukasi masyarakat. Sepanjang semester I 2025, ada 1.433 kegiatan literasi keuangan dengan total peserta 173.492 orang. Program unggulan seperti Bulan Literasi Keuangan dan Kampung Bersih Rentenir menjadi bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan menuju Indonesia Emas 2045.

"Perbankan Jawa Barat di 2025 tetap menunjukkan daya tahan dan peran strategis dalam mendukung perekonomian daerah," tutur Darwisman. (Ghani Rahmat/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Perbankan Jawa Barat Tumbuh Positif, Kredit Tembus Rp 628 Triliun hingga Juni 2025

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.