Rabu, 22 April 2026
Breaking News
DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran
Ekonomi Nasional
Penulis: Ghani 12 Sep 2025

Olah Limbah FABA, Warga Binaan Nusakambangan Hasilkan Batako dan Paving Block Premium

Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, kini mampu menggerakkan roda perekonomian dengan keterampilan baru.

Menteri Imipas Agus Andrianto dan Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo saat meninjau workshop pengolahan FABA menjadi batako dan paving block di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Warga binaan Lapas Nusakambangan kini mampu mengolah limbah FABA menjadi batako dan paving block bernilai ekonomis tinggi. Foto: ist/

Menteri Imipas Agus Andrianto dan Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo saat meninjau workshop pengolahan FABA menjadi batako dan paving block di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Warga binaan Lapas Nusakambangan kini mampu mengolah limbah FABA menjadi batako dan paving block bernilai ekonomis tinggi. Foto: ist/

trustjabar.com - Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, kini mampu menggerakkan roda perekonomian dengan keterampilan baru. Mereka mampu mengolah limbah FABA (Fly Ash Bottom Ash) menjadi produk konstruksi bernilai ekonomi. Limbah tersebut merupakan abu sisa pembakaran batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Adipala.

Baca Juga : IHSG Tembus 8.000, Pasar Modal Pecah Rekor! Investor Asing Serbu Indonesia

Melalui workshop FABA yang memanfaatkan lahan tidur di Nusakambangan, warga binaan dibekali keterampilan mengolah limbah menjadi berbagai produk. Di antaranya seperti batako, paving block, roaster, hingga buis beton.

Kolaborasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dengan PT PLN (Persero) tersebut menjadi bagian dari transformasi lembaga pemasyarakatan. Dari stigma negatif menjadi pusat pemberdayaan yang memberi bekal nyata untuk membangun kehidupan produktif pasca pembinaan.

Kevin Ruben Rafael, seorang warga binaan Lapas Terbuka Nusakambangan menyampaikan rasa syukur atas hadirnya workshop pengelolaan FABA dari PLN.

"Ini sangat membantu kami sebagai warga binaan, karena menambah ilmu pengetahuan. Nanti, ketika kami keluar, ilmu ini bisa bermanfaat bagi kehidupan kami di masyarakat," ujar Kevin, Kamis (11/9/2025).

Demikian halnya juga dengan Listianto, warga binaan lainnya. Ia mengaku merasakan langsung manfaat program ini.

“Alhamdulillah, sekarang saya bisa mengikuti program ini. Saya ingin mandiri, saya ingin kembali ke masyarakat dengan menjadi yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Bekali Warga Binaan Lapas Nusakambangan dengan Keterampilan, Ciptakan Ekonomi Sirkuler

Menteri Imipas, Agus Andrianto, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PLN dalam program pelatihan yang berfokus pada pemberdayaan warga binaan.

“Program ini merupakan model pelatihan kerja yang sedang kami galakkan untuk mempersiapkan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga : Pasokan Listrik Andal PLN Jadi Kunci SPV Perluas Ekspor Tekstil Indonesia ke Pasar Global

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyatakan, pemanfaatan FABA menjadi produk bernilai guna tinggi, dapat menciptakan peluang ekonomi sirkuler. Sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi lingkungan.

“Kami bangga, warga binaan Lapas Nusakambangan berhasil memanfaatkan limbah menjadi komoditas produktif. Kegiatan ini juga menciptakan lapangan kerja, memberi dampak positif bagi masyarakat, serta menghasilkan produk berkualitas dengan harga kompetitif,” ungkapnya.

Di workshop FABA ini terdapat dua unit mesin yang mampu memproduksi hingga 2 juta paving block dan 1 juta batako setiap tahun. Jika kapasitas ini berjalan optimal dan produk mulai terpasarkan, workshop berpotensi menghasilkan omset hingga Rp 5,4 miliar per tahun.

Darmawan menyampaikan, sebanyak 30 warga binaan Nusakambangan telah aktif dan terampil memproduksi olahan FABA. Ia optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah seiring pendampingan dan bimbingan yang berkelanjutan.

“Kami sangat terkesan dengan kemampuan warga binaan Nusakambangan ini yang luar biasa. Mereka memiliki kedisiplinan dan etos kerja tinggi. Sehingga kualitas produknya pun termasuk premium dan memiliki potensi pangsa pasar di industri,” ungkapnya.

Keberhasilan program ini menunjukkan peran lapas sebagai ruang pembinaan yang produktif dan berdaya guna. “Ke depan, Nusakambangan akan menjadi percontohan nasional bagaimana sebuah lapas dapat berkembang menjadi episentrum kegiatan ekonomi. Sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat,” tuturnya. (Ghani Rahmat/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Olah Limbah FABA, Warga Binaan Nusakambangan Hasilkan Batako dan Paving Block Premium

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.