Kamis, 23 April 2026
Breaking News
DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran
Ekonomi Nasional
Penulis: Cep 12 Feb 2026

KKP Ungkap Alasan Harga Garam Nasional Tinggi

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membeberkan mengenai penyebab tingginya harga garam nasional saat ini.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkap alasan harga garam nasional tinggi. Foto: net

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkap alasan harga garam nasional tinggi. Foto: net

trustjabar.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membeberkan mengenai penyebab tingginya harga garam nasional saat ini. Buruknya infrastruktur distribusi di sentra produksi, menjadi salah satu penyebabnya. Sementara pelaku industri makanan dan minuman, menyoroti ketatnya persaingan dengan garam impor dari Australia dan India yang jauh lebih murah.

Baca Juga : Komisi III DPR RI Soroti Carut Marut Data Kepesertaan BPJS Kesehatan PBI

Direktur Sumber Daya Kelautan Dirjen Pengelolaan Kelautan KKP, Frista Yorhanita menjelaskan mengenai dampak langsung jalur distribusi yang memadai. Akibatnya hal itu berdampak pada harga garam di tingkat konsumen.

“Jalur distribusi (garam) yang kurang bagus memengaruhi harga. Perbaikan jalan dan pelabuhan, perlu dikoordinasikan dengan Kementerian PU dan Kementerian Perhubungan,” ungkap Frista kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Ia menilai, persoalan infrastruktur seperti akses jalan dan pelabuhan, masih menjadi hambatan utama di sejumlah wilayah sentra produksi garam.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), Adhi Lukman menyoroti ketatnya persaingan global. Negara produsen besar seperti Australia dan India, mampu memproduksi garam industri dengan harga jauh lebih murah. Hal itu karena didukung kondisi alam serta proses produksi yang lebih sederhana.

Ia membandingkan harga garam di tingkat petani antara Indonesia dengan Australia. Di Indonesia, lanjut ia, harga di tingkat petani mencapai Rp 2.500 per kilogram. Sedangkan di Australia di bawah Rp 1.000 per kilogram.

Menurut data perdagangan, Australia secara konsisten menjadi pemasok garam terbesar untuk Indonesia. Pada 2024, Indonesia mengimpor 2,02 juta ton garam dari Australia. Kemudian India dengan 723.900 ton.

Tekan Harga Garam, KKP Bakal Lakukan Ini!

KKP menargetkan swasembada garam nasional pada 2027 seiring kebutuhan yang mencapai 4,9 hingga 5,2 juta ton per tahun. Saat ini, sekitar 50-60 persen kebutuhan tersebut masih melalui impor.

Baca Juga : Respon Menteri Purbaya Tanggapi OTT KPK di DJP dan Bea Cukai

Frista mengatakan pemerintah menerapkan tiga strategi untuk mencapai target tersebut. Hal itu meliputi ekstensifikasi, intensifikasi, dan pengembangan teknologi untuk meningkatkan kapasitas serta kualitas produksi garam nasional.

 

Untuk menekan harga garam, KKP berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan. Hal itu untuk perbaikan akses jalan serta pembangunan pelabuhan di kawasan tambak garam. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk KKP Ungkap Alasan Harga Garam Nasional Tinggi

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.