Kamis, 05 November 2026
Breaking News
Pegadaian Resmikan The Gade Creative Lounge di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Konsolidasi PAN se-Jabar: Bima Arya Tekankan 3 Instruksi Ketum, Singgung Teka-teki Wabup Ciamis Bukan Sekadar Tempat Menginap, Kisah Hotel Grand Sunshine Soreang Berdayakan Warga Lokal hingga Bawa Hoki di Jalak Harupat Cegah Alih Fungsi LP2B, Anggota DPR RI Dadang Naser; Perlu Ada Kebijakan Pemerintah Daerah Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan Pegadaian Masuk 10 Besar BUMN Dengan Layanan Terbaik, Kanwil Jabar Perkuat Pengawasan Perayaan Dies Natalis Ke-67 Politeknik AKA Bogor Dorong Sinergi Alumni dan SDM Unggul Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Dibuka, Jurnalis dan Masyarakat Bisa Ikut Harga Pakan Ayam Naik di Jawa Barat, DPRD Desak Perbaikan Rantai Pasok Jagung inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Pegadaian Resmikan The Gade Creative Lounge di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Konsolidasi PAN se-Jabar: Bima Arya Tekankan 3 Instruksi Ketum, Singgung Teka-teki Wabup Ciamis Bukan Sekadar Tempat Menginap, Kisah Hotel Grand Sunshine Soreang Berdayakan Warga Lokal hingga Bawa Hoki di Jalak Harupat Cegah Alih Fungsi LP2B, Anggota DPR RI Dadang Naser; Perlu Ada Kebijakan Pemerintah Daerah Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan Pegadaian Masuk 10 Besar BUMN Dengan Layanan Terbaik, Kanwil Jabar Perkuat Pengawasan Perayaan Dies Natalis Ke-67 Politeknik AKA Bogor Dorong Sinergi Alumni dan SDM Unggul Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Dibuka, Jurnalis dan Masyarakat Bisa Ikut Harga Pakan Ayam Naik di Jawa Barat, DPRD Desak Perbaikan Rantai Pasok Jagung inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung
TrustJabar
Ekonomi Pendidikan Wisata dan Budaya
Penulis: Iman07 Jan 2026

Digitalisasi Tenun Ikat Sumba Timur, Upaya Merawat Warisan Budaya Lewat e-Katalog

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Telkom University mengimplementasikan e-Katalog di Rumah Tenun Desa Patawang, Waingapu, Kab. Sumba Timur.

Pengandian kepada Masyarakat (PkM) Telkom University mendukung implementasi tenun ikat Sumba Timur melalui e-Katalog.

Pengandian kepada Masyarakat (PkM) Telkom University mendukung implementasi tenun ikat Sumba Timur melalui e-Katalog.

trustjabar.com - Di tengah arus modernisasi dan persaingan pasar yang kian ketat, keberlanjutan tenun ikat Sumba Timur menghadapi tantangan tersendiri. Bukan hanya soal mempertahankan keterampilan menenun, tetapi juga bagaimana pengetahuan tradisional dan nilai budaya yang melekat di setiap motif tetap terjaga dan relevan. Pada titik inilah peran teknologi menjadi jembatan antara tradisi dan masa depan.

Baca Juga: Digitalisasi Desa Wisata Jadi Kunci Penguatan Pariwisata Sumba Timur

Telkom University, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), mencoba mengambil peran tersebut dengan mengimplementasikan e-Katalog berbasis Knowledge Management di Rumah Tenun Desa Patawang, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, akhir tahun lalu.

Inisiatif ini upaya mendukung keberlanjutan industri tenun ikat lokal melalui pendekatan yang memadukan pelestarian budaya dan pemanfaatan teknologi digital.

Berbeda dari katalog digital pada umumnya, e-Katalog ini tidak hanya menampilkan produk tenun sebagai komoditas. Di dalamnya, tersimpan dokumentasi pengetahuan lokal yang mencakup motif, teknik menenun, filosofi, hingga proses produksi tenun ikat Sumba Timur. Dengan demikian, setiap kain tidak sekadar memiliki nilai barang jual beli, melainkan sebagai artefak budaya dengan narasi dan konteks yang menyertainya.

Tenun Ikat Sumba Timur  Warisan Bernilai Tinggi

Ketua tim pengabdian Telkom University, Prof. Augustina Asih Rumanti, menilai tenun ikat Sumba Timur sebagai warisan budaya bernilai tinggi. Semua pihak harus ikut menjaga keberlangsungannya warisan secara serius. Menurutnya, tantangan modernisasi menuntut pendekatan baru agar tradisi tidak terpinggirkan.

“Melalui e-Katalog berbasis Knowledge Management, kami berupaya membantu Rumah Tenun Desa Patawang mendokumentasikan pengetahuan tradisional sekaligus memperluas akses pasar. Harapannya, tenun ikat Sumba Timur dapat terus lestari secara budaya dan memiliki daya saing secara ekonomi,” ujar Augustina.

Selain sebagai sarana promosi, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas perajin dan pengelola Rumah Tenun dalam memanfaatkan teknologi digital secara berkelanjutan.

Akses informasi yang lebih luas memungkinkan produk tenun ikat menjangkau pasar nasional hingga internasional, dengan tetap mempertahankan narasi budaya yang memperkuat nilai autentiknya.

Bagi Telkom University, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Dengan menggabungkan inovasi teknologi dan pelestarian tradisi, digitalisasi tenun ikat diharapkan tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat setempat. (Iman/trustjabar/R3)  

Komentar

0 komentar untuk Digitalisasi Tenun Ikat Sumba Timur, Upaya Merawat Warisan Budaya Lewat e-Katalog

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.