BPI Danantara Kucurkan Dana Hingga Rp 16 Triliun, Begini Tujuan Pemerintah!
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bakal mengucurkan dana hingga Rp 16 triliun ke pasar modal Indonesia di sisa akhir 2025.
BPI Danantara bakal mengucurkan dana hingga Rp 16 Triliun untuk perkuat pasar modal domestik. Foto: ilustrasi/net
trustjabar.com – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bakal mengucurkan dana hingga Rp 16 triliun ke pasar modal Indonesia di sisa akhir 2025. Pemerintah mengklaim upaya tersebut bertujuan meningkatkan likuiditas dan memperdalam pasar modal domestik.
Baca Juga : Pemerintah Bersiap Umumkan Paket Stimulus Ekonomi Baru
Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Patria Sjahrir dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (17/10/2025) membeberkan tujuan tersebut. Ia mengonfirmasi rencana investasi jumbo tersebut dalam Capital Market Summit & Expo 2025 di Bursa Efek Indonesia. Pandu menegaskan, sebagaimana yang telah Menteri Keuangan sampaikan, pemerintah akan berinvestasi di pasar publik. Baik itu berupa obligasi maupun di pasar modal ekuitas.
“Dari total dana investasi sebesar US$ 10 miliar yang Danantara siapkan, akan dialokasikan khusus untuk memperkuat pasar modal. Alokasi itu sekitar 5 hingga 10 persen atau setara Rp 8,29 triliun hingga Rp 16 triliun,” ungkapnya.
Pandu menegaskan, alokasi tersebut akan berperan sebagai liquidity provider untuk meningkatkan volume perdagangan harian. Saat ini, lanjut Pandu, perdagangan harian baru mencapai Rp 16,23 triliun per hari.CIO BPI Danantara itu menuturkan, pihaknya menargetkan peningkatan signifikan rata-rata nilai transaksi harian Bursa Efek Indonesia menjadi Rp 82,89 triliun hingga Rp 132,64 triliun per hari. Angka tersebut, lanjut Pandu, masih jauh dari kondisi saat ini yang hanya menyentuh US$ 1 miliar per hari. Bahkan, tertinggal jauh dari India yang bisa menyentuh US$ 12-15 miliar.
Sebagai strategi awal, lanjut Pandu, Danantara telah menyiapkan investasi sebagian dana Surat Berharga Negara yang ia nilai paling likuid dan aman. Namun, penempatan ini hanya bersifat sementara karena keterbatasan waktu. “Danantara hanya memiliki sekitar dua bulan hingga 2025 untuk mengelola dana hasil dividen tersebut,” ungkapnya.
Proyeksi Analis, Beberapa Sektor Bakal Mendapat Injeksi Dana BPI Danantara
Sementara itu, para analis memproyeksikan beberapa sektor akan mendapat manfaat dari injeksi dana BPI Danantara itu. Head of Research KISI Securititas Muhammad Wafi menilai, emiten konstruksi BUMN seperti WIKA dan ADHI berpotensi bangkit seiring pipeline proyek hijau Danantara.
Baca Juga : Optimalkan Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Pusat Bakal Bangun 50 Kota Prioritas
Sektor energi juga menjadi fokus dengan saham seperti TPIA dan BRPT yang bisa menjadi motor utama, terutama dalam transisi energi.
Untuk sektor perbankan, Investment Analyst Advisor Provina Visindo, Indy Naila, merekomendasikan BBRI dengan target harga Rp 5.025, BMRI di Rp 5.200, dan PGEO di Rp 1.500.
Langkah BPI Danantara menyalurkan dana dividen BUMN ke pasar modal ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional. Selain memperkuat likuiditas pasar, strategi ini berpotensi menarik lebih banyak investor asing dan menjaga stabilitas IHSG di tengah ketidakpastian global. (ecp/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk BPI Danantara Kucurkan Dana Hingga Rp 16 Triliun, Begini Tujuan Pemerintah!
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.