Waspada! Aksi Penipuan Berkedok Aktivasi KTP Digital Sudah Telan Banyak Korban
Seorang warga di Desa Lebakwangi Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengaku menjadi korban penipuan melalui telepon seluler.

Seorang warga di Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi korban penipuan dari orang tak dikenal melalui panggilan telepon WA dengan modus aktivasi KTP digital. Gambar: ilustrasi/
trustjabar.com – Seorang warga di Desa Lebakwangi Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengaku menjadi korban penipuan melalui telepon seluler. Korban berinisial LN (46) itu tidak menyangka jika uang simpanannya raib dikuras penipu. Akibatnya, korban mengalami kerugian sejumlah uang mencapai Rp 3 juta.
Baca Juga : Polres Cimahi Bongkar 16 Kasus Penyalahgunaan Narkotika, Tetapkan 21 Tersangka
Menurut penuturan suami korban, Asep Deni (48), semula istrinya itu mendapat telepon melalui aplikasi WhatsApp dari nomor tidak ia kenal. Lantaran saat itu LN sedang sibuk mengurusi ibunya yang sedang di rumah sakit, LN pun lantas mengabaikan panggilan tersebut. Saat ia memeriksa teleponnya, terdapat panggilan tidak terjawab dari seseorang yang dalam foto profilnya mengenakan seragam PNS lengkap dengan emblem Korpri.
“Istri saya (korban penipuan) saat itu mengabaikan panggilan dari nomor telepon yang memang istri saya tidak kenali. Saat istri saya memeriksa identitas penelepon, terlihat foto profil penelepon mengenakan seragam PNS dari nomor telepon +62 895-3657-1*** dengan nama WA berinisial AR,” ungkap Deni, Selasa (9/9/2025).
Tidak lama berselang, penelepon misterius itu pun kembali mencoba menghubungi LN. Namun, LN tetap tidak merespon panggilan tersebut. Karena merasa aneh, LN pun lantas menghubungi Deni yang sedang berada di kantornya memberitahukan soal penelepon misterius itu. Lagi-lagi, penelepon gelap itu kembali menelepon LN. Penasaran, LN pun lantas merespon panggilan penelepon misterius tersebut.
“Istri saya sempat bertanya-tanya. Karena yang menelepon itu terus berulang kali menghubungi istri saya. Atas sepengetahuan saya, istri saya merespon panggilan yang ketiga kalinya. Istri saya sengaja menggunakan loudspeaker HP-nya. Kejadiannya Senin sore,” tuturnya.Saat LN yang menjadi korban penipuan menjawab telepon misterius itu, penelepon mengaku dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung. Dalam foto profil WA-nya AR tampak mengenakan seragam PNS. AR, kata Deni, awalnya menanyakan identitas ibu korban yang harus mengaktivasi KTP digital ke kantor kecamatan.
Namun, lantaran kondisi ibu mertuanya yang sudah lansia, LN pun menolaknya. AR pun lantas beralasan akan berkoordinasi dengan atasannya berinisial AP dan akan menghubungi LN dari nomor pribadi AP.
Penipuan Modus Aktivasi KTP Digital Mulai Memperdaya Korban
Tidak lama berselang, AP pun menelepon LN dari nomor telepon +62 813-7479-2***. AP pun memberitahukan jika orang tuanya wajib mengaktivasi KTP digitalnya di kantor kecamatan. Karena LN menolaknya, AP pun lantas mengaku bisa membantunya hanya melalui panggilan telepon WA.
“Istri saya kemudian menuruti arahan AP. Kami tidak menyadari kalau kami akan menjadi korban penipuan. Karena menurut kami aktivasi KTP Digital ini jadi salah satu program pemerintah,” ungkapnya.
Baca Juga : Berstatus Tersangka Dugaan Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Langsung Huni Rutan Salemba
Setelah mengikuti arahan AP, LN lantas harus membeli materai digital seharga Rp 10.000. Saat itu, LN mengaku kebingungan bagaimana cara membeli materai digital. Namun, kata Deni, AP menyuruh LN menyisihkan saldo di rekening mobile-nya seharga Rp 10.000. Nantinya, AP akan menarik saldo di rekening tabungan yang sudah tersisa Rp 10.000 itu melalui aplikasi. Namun, kata Deni, penipu itu tidak mau melakukan penarikan uang untuk materai digital jika masih ada sejumlah uang di rekening tabungan mobile melebihi Rp 10.000. Jika masih tersisa, AP menyuruh LN mengalihkan dana tabungan ke e-wallet. Syaratnya e-wallet itu sudah terintegrasi dengan nomor telepon WA korban.“Saldo di rekening tabungan istri saya (korban penipuan) ada sekitar 3 juta rupiah lebih. Sengaja menyisakan uang untuk membeli materai digital (Rp 10 Ribu) sesuai arahan AP itu,” katanya.
Saat LN berusaha membuka laman aktivasi KTP Digital yang AP berikan, URL laman itu tidak bisa LN akses. “Dari sana, saya langsung curiga jika penipu itu menguras habis saldo e-wallet yang sudah mereka retas sebelumnya. Saat kami cek , benar saja, saldo di e-wallet itu sudah raib,” ungkapnya.Mendapati ia menjadi korban penipuan, Deni dan LN pun berencana akan melaporkan hal ini ke kepolisian. “Saya juga mengimbau masyarakat lainnya, agar lebih waspada. Jangan sampai ada lagi korban lainnya yang bernasib serupa dengan kami. Tentunya kami akan lapor ke pihak berwenang soal kejadian ini,” ungkapnya. (trustjabar/R1)













Komentar
0 komentar untuk Waspada! Aksi Penipuan Berkedok Aktivasi KTP Digital Sudah Telan Banyak Korban
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.