Sabtu, 06 Juni 2026
Breaking News
Pegadaian Timor Leste Tumbuh Pesat, Kanwil Jabar Siap Perkuat Dukungan Operasional Pemprov Jawa Barat Antisipasi Ancaman Kemarau Panjang Dampak El Nino Ekstrem Pemkab Bandung Menjamin Pelaksanaan SPMB 2026 Terhindar Praktik Pungli Wajib Tahu, Berikut Ini Tahapan Pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026 di Kabupaten Bandung Tesla Kembali Rebut Posisi Puncak Kendaraan Listrik Global, Pangsa Pasar BYD Menukik Lebih dari Sekadar Pemanis Wajah, Mengungkap Fakta Unik dan Keajaiban Sensorik di Balik Kumis Kucing Pemkab Bandung Sudah Punya Perda Pesantren Namun Masih Gamang, Bupati Beberkan Alasannya Vintage Market Vol 5 Sajikan Barang Langka Bernilai Tinggi Pegadaian Jabar Salurkan 355 Paket Daging Kurban untuk Warga Bupati Bandung Anggap Penanganan Sedimentasi Dukung Efektivitas Pengendalian Banjir Sungai Citarum Pegadaian Timor Leste Tumbuh Pesat, Kanwil Jabar Siap Perkuat Dukungan Operasional Pemprov Jawa Barat Antisipasi Ancaman Kemarau Panjang Dampak El Nino Ekstrem Pemkab Bandung Menjamin Pelaksanaan SPMB 2026 Terhindar Praktik Pungli Wajib Tahu, Berikut Ini Tahapan Pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026 di Kabupaten Bandung Tesla Kembali Rebut Posisi Puncak Kendaraan Listrik Global, Pangsa Pasar BYD Menukik Lebih dari Sekadar Pemanis Wajah, Mengungkap Fakta Unik dan Keajaiban Sensorik di Balik Kumis Kucing Pemkab Bandung Sudah Punya Perda Pesantren Namun Masih Gamang, Bupati Beberkan Alasannya Vintage Market Vol 5 Sajikan Barang Langka Bernilai Tinggi Pegadaian Jabar Salurkan 355 Paket Daging Kurban untuk Warga Bupati Bandung Anggap Penanganan Sedimentasi Dukung Efektivitas Pengendalian Banjir Sungai Citarum
TrustJabar
Bandung Raya Daerah
Penulis: Adi16 Agt 2025

Tiga PMI Asal KBB Nasibnya Tak Jelas di Kamboja Usai Pecah Perang dengan Thailand

Tiga Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari KBB yang terjebak di  Kamboja hingga kini belum ada kepastian kapan akan kembali ke Indonesia.

Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (P3TKT) Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), KBB, Dewi Andani. (Foto/Istimewa)

Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (P3TKT) Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), KBB, Dewi Andani. (Foto/Istimewa)

trustjabar.com - Tiga Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terjebak di  Kamboja hingga kini belum ada kepastian kapan akan kembali ke Indonesia.

Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (P3TKT) Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), KBB, Dewi Andani mengatakan tiga PMI itu berangkat non-prosedural resmi dan tidak terdata.

"Masih belum jelas kapan akan pulang ke Indonesia, mereka terjebak konflik antara Kamboja dengan Thailand," ucap Dewi saat kepada trustjabar.com, Sabtu (16/8/2025).

Baca Juga: Bendera One Piece Bersanding dengan Merah Putih Menghebohkan Warga KBB

Dewi menyebutkan hingga kini masih menunggu proses deportasi terhadap ketiganya. Namun belum ada kepastian saat ini mereka berada di mana. Hal ini  karena informasi dari pemerintah pusat dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja masih terbatas.

"Di Kamboja itu tidak ada penampungan, mungkin mereka cari tempat menetap sendiri," sambung Dewi.

Pihaknya sebelumnya telah menerima informasi adanya PMI ilegal asal KBB yang terdampak konflik Kamboja dengan Thailand. Mereka kehilangan pekerjaan hingga nasibnya kini terkatung-katung di Kamboja.

Keluarga PMI KBB

Informasi itu pertama kali disampaikan oleh pihak keluarga PMI tersebut. Bahwa ada keluarga mereka yang berada di Kamboja dan nasibnya terkatung-katung setelah pecah perang antara Kamboja dan Thailand beberapa waktu lalu.

Belum jelas dengan keberadaan ketiga warga KBB itu bekerja sebagai apa di Kamboja. Namun yang pasti, saat ini mereka sudah tidak bekerja di tempat sebelumnya karena sudah berhenti. "Jadi ya sekarang nasibnya enggak jelas di sana," imbuhnya.

Satu dari tiga warga Bandung Barat itu sebelumnya sempat mendapat pengamanan oleh pihak (Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kamboja. Namun mereka tidak bisa tinggal berlama-lama lantaran mereka menggunakan visa merupakan visa wisata.

"Sebab visa wisata, jadi mereka harus mencari penghidupan buat diri sendiri. Negara tidak bisa membantu, karena mereka bukan korban TPPO dan berangkat secara ilegal," pungkasnya.  (Adi H/trustjabar/R3)

Komentar

0 komentar untuk Tiga PMI Asal KBB Nasibnya Tak Jelas di Kamboja Usai Pecah Perang dengan Thailand

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.