Rabu, 22 April 2026
Breaking News
DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran
Daerah Bandung Raya
Penulis: Adi 07 Agt 2025

Pencipta Lagu “Karatagan” dan “Hymne Bandung Barat” Belum Mendapat Apresiasi dari Pemda KBB

Pencipta Lagu ini bernama H. Ase Rukmantara (72). Dia adalah pencipta lagu “Karatagan” dan “Hymne Kabupaten Bandung Barat”.

Pencipta Lagu "Karatagan" dan "Hymne Kabupaten Bandung Barat" H. Ase Rukmantara saat bertemu dengan Ketua Komisi I DPRD KBB Sandi Supyandi, Kamis (7/8/2025). (Foto: Adi H/ Trustjabar)

Pencipta Lagu "Karatagan" dan "Hymne Kabupaten Bandung Barat" H. Ase Rukmantara saat bertemu dengan Ketua Komisi I DPRD KBB Sandi Supyandi, Kamis (7/8/2025). (Foto: Adi H/ Trustjabar)

trustjabar.com – Pencipta Lagu ini terlihat bersahaja. Pria paruh baya duduk ini di sebuah kursi sederhana dengan mengenakan kaos dan peci hitam. Sesekali senyum simpul tersungging dari bibir pria bersahaja tersebut.

Tidak banyak yang mengetahui jika pria yang bernama H. Ase Rukmantara (72). Dia adalah pencipta lagu “Karatagan” dan “Hymne Kabupaten Bandung Barat (KBB)”.

Karyanya hingga kini terus abadi karena dua lagu itu kerap berkumandang di berbagai kesempatan. Apalagi saat peringatan Hari Jadi Kabupaten KBB, lagu itu sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Bandung Barat.

Kendati karyanya selalu hadir, namun hal itu tidak sebanding dengan pengakuan yang dia dapatkan dari Pemda KBB. Pasalnya selama 18 tahun KBB berdiri, H. Ase Rukmantara tak pernah mendapat kejelasan apapun terhadap karyanya.

Sementara itu di era Bupati Bogor Eddie Yoso Martadipura (1988-1998) karya-karya H. Ase Rukmantara dan (Alm) Tedja Sukmana mendapat penghargaan. Lagu Mars Kabupaten Bogor yang berjudul, “Tegar Beriman” (1993) langsung memperoleh hak cipta. Pemkab Bogor hingga saat ini senantiasa memberi atensi dan apresiasi  pada karyanya.

Baca Juga: Pimpin Apel Gabungan, Bupati Bandung Barat Tegaskan Soal Kehadiran ASN

“Kalau lagu 'Tegar Beriman", "Mars Kabupaten Bogor yang saya ciptakan bersama pak Tedja Sukmana langsung mendapat hak ciptanya oleh Pemkab Bogor tahun 1994,” ungkap Ase di kediamannya Kampung Pabuaran RT03/13,  Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, KBB, Kamis (7/8/2025).

Pencipta Lagu Belum Mendapat Apresiasi

Tidak hanya itu, Pemkab Bogor yang saat Bupati Agus Utara Efendi (1998-2008) masih menjabat selalu memberi atensi. Dirinya dan (Alm) Tedja Sukmana masing-masing mendapat penghargaan uang sebesar Rp 350 juta.

“Waktu Bupati Bogor Pak Agus, saya dan Pak Tedja menerima uang Rp350 juta sebagai bentuk apresiasi atas karya kami,” sambungnya.

Baca Juga: Bendera One Piece Bersanding dengan Merah Putih Menghebohkan Warga KBB

Menurutnya, setiap peringatan Hari Jadi Kabupaten Bogor dirinya dan Tedja masih mendapatkan atensi undangan ataupun kadeudeuh dari Pemkab Bogor. Meskipun dalam dua tahun terakhir sudah tidak ada.

Namun berbanding terbalik dengan di KBB, dirinya tidak pernah mendapat apresiasi maupun atensi dari Pemda KBB. Meski semua mengetahui jika pencipta lagu “Karatagan Bandung Barat” dan “Hymne Bandung Barat“ adalah dirinya.

“Pernah ada yang ngasih Rp2 juta waktu Hari Jadi KBB ke-2, tapi bukan dari Pemda,” kata dia.

Ase mengaku miris lantaran karya-karyanya yang kerap jadi lagu perlombaan namun tanpa meminta izin. Bahkan tidak ada pemberitahuan baik pemerintah atau pihak-pihak tertentu. Untuk itulah, Ase menginginkan rasa keadilan atas karya-karyanya.

Ketua Komisi I DPRD KBB, Sandi Supyandi yang datang menemui H. Ase menilai “Karatagan” dan “Hymne Bandung Barat” karya H. Ase Rukmantara sebagai warisan budaya lokal. Oleh karena itu, politisi PKB KBB itu secara resmi berkomitmen untuk mendaftarkan HAKI lagu “Karatagan” dan “Hymne Bandung Barat”.

“Kedua lagu ini merupakan karya monumental dari Bapak H. Ase Rukmantara. Baliau  tokoh budaya yang berjasa besar dalam mengangkat identitas dan semangat masyarakat Bandung Barat melalui karya seni,” ucap Sandi.

Sandi mengaku sudah menyampaikan komitmennya dalam Rapat Pembahasan bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB. Pihak Disparbud sepakat untuk segera mendaftarkan kedua lagu tersebut ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Langkah inisiatif tersebut bukan semata-mata langkah administratif.

Sandi mengatakan, ini bentuk penghormatan dan penghargaan mendalam kepada Bapak H. Ase Rukmantara atas dedikasi dan kontribusinya terhadap kebudayaan daerah.

Baca Juga: Forum Korban BDS Kirim Karangan Bunga ke DPRD dan Bupati Bandung, Tulisannya Tarik Perhatian Warga!

Pasalnya, lagu-lagu ciptaannya tak hanya sarat makna dan nilai edukatif, tetapi juga menjadi simbol jati diri Bandung Barat. Itu juga bukan hanya sebatas lagu tapi jiwa dari Bandung Barat sehingga harus terlindungi secara hukum.

Sandi mengaku bersyukur bisa bersilaturahmi dengan seniman sekaligus tokoh besar Bandung Barat yang nyaris terlupakan. Bukan hanya sekadar seniman, namun juga tokoh dan konseptor hebat yang turut berpartisipasi dalam pemekaran Bandung Barat.

"Beliau adalah pencipta lagu juga tokoh Bandung Barat. Bahkan beliau konseptor hebat yang berkontribusi besar dalam pemekaran Bandung Barat melalui seni dan budaya," pungkasnya. (Adi/trustjabar/R3).

Komentar

0 komentar untuk Pencipta Lagu “Karatagan” dan “Hymne Bandung Barat” Belum Mendapat Apresiasi dari Pemda KBB

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.