Lahan Pemakaman TPU Jadi Barang Langka di Kota Cimahi, Pemkot Cari Akal Atasi Keterbatasan Kavling
TPU Muslim Pojok, Kota Cimahi, Jawa Barat, dari total daya tampung 3.877 kavling sudah terisi 4.051 kavling. Dengan demikian, sudah ada kelebihan 624 jenazah.
Lahan pemakaman TPU di Kota Cimahi, Jawa Barat, kini semakin menyusut seiring keterbatasan lahan. Foto: Adi/trustjabar
trustjabar.com - Sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Cimahi, Jawa Barat, kondisinya overload. Saat ini, lahan TPU yang masih kosong hanya tersisa sedikit. Alhasil, pihak pengelola terpaksa melakukan sistem tumpang untuk mengatasi kendala keterbatasan lahan.
Baca Juga : Renovasi Gedung DPRD Kota Cimahi Telan Anggaran Rp 1,5 Miliar
Seperti TPU Muslim Pojok, Kota Cimahi, dari total daya tampung 3.877 kavling sudah terisi 4.051 kavling. Dengan demikian, sudah ada kelebihan 624 jenazah. Begitupun dengan di TPU non-muslim seperti di Leuwigajah (Kerkof) yang memiliki kapasitas 6.669 lubang kini sudah terisi 7.028 jenazah.
"Bagi TPU di Kota Cimahi yang daya tampungnya sudah penuh, terpaksa harus melakukan sistem tumpang. Sistem ini berlaku baik di TPU muslim maupun non-muslim," terang Kepala DPKP Kota Cimahi, Endang, Kamis (14/8/2025).
Endang menyebutkan, Pemkot Cimahi mengelola delapan TPU muslim dan non-muslim dan tersebar di berbagai lokasi. Total daya tampung pemakaman sebanyak 22.853 kavling. Sejauh ini angka keterisian TPU di Cimahi sudah hampir penuh dan hanya tinggal menyisakan 1.089 kavling. Sehingga solusi sistem tumpang terpaksa Pemkot Cimahi lakukan untuk makam yang sudah lama dan tidak ada keluarganya.
"Berdasarkan data Disdukcapil, angka kematian di Cimahi sekitar 4.500 per tahun. Sementara angka pemakaman di delapan TPU yang kami kelola, antara 300 hingga 500 per tahun. Artinya, selisihnya ada kemungkinan pihak keluarga memakamkan sanak keluarganya di kampung halamannya atau di luar daerah," ucap Endang.
Tingkat Keterisian Kavling Pemakaman di TPU Kota Cimahi
Endang menjelaskan, kondisi saat ini di TPU Muslim Cipageran yang terisi 4.126 dari total kapasitas 4.851 kavling dan tersisa hanya 725 kavling. Kemudian di TPU Mbah Cikur yang memiliki kapasitas 1.559 kavling kini sudah terisi 2.516. Akibatnya, di TPU Mbah Cikur sudah melebihi kapasitas 917 makam.
Kemudian TPU Kihapit total daya tampungnya sebanyak 1.571 lubang dan sudah terisi 828 lubang masih ada tersisa 743 lubang. Di TPU Sirnaraga terdapat jatah 1.608 lubang dan sudah terisi 831 sehingga tersisa 777 lubang.
Baca Juga : Akibat Gagal Konstruksi dan Sudah Lapuk, Rumah di Cimahi Ambruk
Sementara di TPU Lebaksaat yang memiliki kapasitas 909 lubang sudah terisi 535 lubang sehingga sisanya 374 lubang. Serta TPU Cipagera (Santiong) dari kapasitas 1.770 lubang kini sudah terisi 1.339 sehingga sisanya hanya 371 lubang.
Lebih lanjut Endang mengatakan, Pemkot Cimahi saat ini sedang mencari lahan baru untuk lokasi TPU dengan mengoptimalkan aset-aset lahan pemerintah. Tentunya dengan berkoordinasi kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
"Bersama BPKAD kami sedang mencari aset lahan yang bisa dipakai untuk TPU guna mengatasi persoalan ini," ujarnya. (Adi H/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Lahan Pemakaman TPU Jadi Barang Langka di Kota Cimahi, Pemkot Cari Akal Atasi Keterbatasan Kavling
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.