Sabtu, 30 Mei 2026
Breaking News
Pegadaian Jabar Salurkan 355 Paket Daging Kurban untuk Warga Bupati Bandung Anggap Penanganan Sedimentasi Dukung Efektivitas Pengendalian Banjir Sungai Citarum Gubernur Jawa Barat ‘Ngamumule’ Seni dan Budaya, Bupati Bandung Klaim Lakukan Hal Serupa Peringatan Bagi Kepala Sekolah di Jawa Barat, Gubernur Bakal Copot Jabatan Jika Lakukan Ini! FK3I Anggap Rencana Pembangunan PLTP Gunung Gede Pangrango Berpotensi Rusak Keanekaragaman Hayati Raih Prestasi Gemilang, Akankah Rencana Pembangunan Museum Persib Bandung Terwujud? Wilayah di Kabupaten Bandung Ini Peroleh Pengecualian Kuota SPMB 2026 Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Pegadaian Jabar Salurkan 355 Paket Daging Kurban untuk Warga Bupati Bandung Anggap Penanganan Sedimentasi Dukung Efektivitas Pengendalian Banjir Sungai Citarum Gubernur Jawa Barat ‘Ngamumule’ Seni dan Budaya, Bupati Bandung Klaim Lakukan Hal Serupa Peringatan Bagi Kepala Sekolah di Jawa Barat, Gubernur Bakal Copot Jabatan Jika Lakukan Ini! FK3I Anggap Rencana Pembangunan PLTP Gunung Gede Pangrango Berpotensi Rusak Keanekaragaman Hayati Raih Prestasi Gemilang, Akankah Rencana Pembangunan Museum Persib Bandung Terwujud? Wilayah di Kabupaten Bandung Ini Peroleh Pengecualian Kuota SPMB 2026 Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026
TrustJabar
Bandung Raya Daerah Pendidikan Wisata dan Budaya
Penulis: Cep28 Mei 2026

Gubernur Jawa Barat ‘Ngamumule’ Seni dan Budaya, Bupati Bandung Klaim Lakukan Hal Serupa

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengaku sangat fokus terhadap bidang seni budaya. Bahkan sejak awal pertama kali menjabat bupati, dirinya sudah memberikan perhatian.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkap jika selama ia menjabat sangat concern terhadap pengembangan seni dan budaya di Kabupaten Bandung. Foto: Diskominfo Pemkab Bandung/

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkap jika selama ia menjabat sangat concern terhadap pengembangan seni dan budaya di Kabupaten Bandung. Foto: Diskominfo Pemkab Bandung/

trustjabar.com – Sejak Dedi Mulyadi menjadi orang nomor satu di Jawa Barat, atmosfer budaya Sunda kian kental di antara sendi-sendi kehidupan masyarakat. Bahkan beberapa waktu lalu, Gubernur Jawa Barat ini sengaja melakukan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda dengan menggelar arak-arakan Mahkota Binokasih ke sembilan kota/kabupaten di Jawa Barat.

Baca Juga : Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa

Tak ingin kehilangan momen, Bupati Bandung Dadang Supriatna juga mengklaim selama menjabat kepala daerah, pihaknya concern terhadap pengembangan seni dan budaya Sunda. Akan tetapi, eksistensi seni dan budaya di Kabupaten Bandung belum bisa tampil ke permukaan. Meskipun daerahnya itu termasuk gudangnya pelaku seni dan budaya di Jawa Barat.

Bahkan, Dadang sempat menyinggung agar para pelaku seni dan budaya Kabupaten Bandung makin mampu menunjukkan eksistensi dan peranannya dalam pembangunan di Kabupaten Bandung. Khususnya dari sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan kebudayaan.

Dalam pertemuannya dengan seniman dan budayawan Kabupaten Bandung pada Selasa (26/5/2026), Dadang mengungkap potensi seni dan budaya, khususnya seni Sunda. Pertemuan itu berlangsung di Rumah Dinas Bupati Bandung yang dihadiri para pelaku seni dan budaya Kabupaten Bandung.

Dadang berujar, Kabupaten Bandung memiliki kekayaan warisan budaya lokal yang tersebar di seluruh wilayah. Yang paling termasyhur adalah Wayang Golek yang berpusat di Giri Harja, Kelurahan Jelekong Kecamatan Baleendah sebagai ciri khas seni budaya Kabupaten Bandung.

“Termasuk Kampung Mahmud di Kecamatan Margaasih untuk destinasi wisata religi atau Bumi Alit Kabuyutan di Desa Lebakwangi Kecamatan Arjasari,” ucap Dadang.

Dadang menyebut, total ada 10.473 pelaku seni dan budaya yang tergabung dalam beberapa komunitas seniman budayawan. Antara lain ada Paseban, Kompepar, Dewan Kebudayaan dan organisasi maupun komunitas lainnya.

Menurut data Dinas Kebudayaan, lanjut Dadang, di Kabupaten Bandung ada 500 lingkung seni dan paguron, 51 jenis kesenian, dan 22 cagar budaya. Kemudian ada 23 objek cagar budaya, 9 karya budaya, 9 lembaga budaya.

“Di Kabupaten Bandung ada sekitar 10.473 pelaku seni dan budaya. Tapi kenapa kita tidak bisa seperti Bali atau Yogyakarta?" ungkap Dadang.

Pisahkan Nomenklatur Dinas, Bupati Bandung Ingin Seni Budaya Sunda Lebih Eksis

Dalam kesempatan itu, Dadang juga mengungkap alasan pihaknya memisahkan dinas pariwisata dan  kebudayaan. Ia berargumen, jika pemisahan nomenklatur itu agar keduanya lebih fokus menggarap bidangnya masing-masing.

Dengan kekayaan warisan budaya lokal yang dimiliki, Dadang ingin para pelaku seni budaya dapat lebih menampilkan muatan-muatan lokal kepada para wisatawan.

Baca Juga : Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih

"Silahkan tunjukan penampilan seni budayanya kepada para wisatawan. Berkolaborasi dengan tempat wisata, obyek cagar budaya, travel wisata, perhotelan. Jadi, bisa saling mengisi dan kompak, jangan ada ego sektoral. Jangan hanya berkolaborasi dengan pemerintah daerah saja. Pemda itu hanya sebagai regulator dan fasilitator," tutur bupati.

Terlebih lagi menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bandung, tempat wisata di Kabupaten Bandung sepanjang 2025 mencapai 13 juta pengunjung. Karena itu bupati berharap para pelaku seni dan budaya dapat membuat program yang terasa dan terlihat yang sesuai dengan visi misi Kabupaten Bandung.

"Untuk para pelaku seni budaya saya sudah kasih kurikulum muatan lokal di tingkat SD dan SMP, silahkan bisa bekerjasama dengan pihak sekolah. Saya juga sudah kasih kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan gratis. Apa lagi?," kata KDS.

Ia mengaku sangat concern terhadap bidang seni budaya bahkan sejak awal pertama kali menjabat bupati pun dirinya sudah memberikan perhatian. "Saya sudah siapkan semuanya. Dinas Kebudayaan sudah dipisahkan. Tinggal sekarang pengembangan dan penguatannya, silahkan oleh Disbud lebih dioptimalkan," ucapnya.

Kabupaten Bandung Belum Punya Ikon Seni dan Budaya

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bandung Wawan Ahmad Ridwan menyatakan Kabupaten Bandung merupakan gudangnya seniman budayawan di Jawa Barat.

Baca Juga : Dirut PT BDS Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Ada Persoalan Serius dalam Tata Kelola dan Pengawasan BUMD Kabupaten Bandung

"Tapi memang kita belum punya ikon seni budaya yang bisa dijadikan destinasi wisata seperti Saung Angklung Udjo misalkan. Karena itu harus kita pikirkan bersama bagaimana format dan event seni budaya yang bisa dijadikan ikon Kabupaten Bandung dan bisa digelar rutin seperti event tahunan," ujar Wawan.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung Irvan Ahmad menambahkan, antara seni budaya dengan pariwisata keduanya saling melengkapi.

"Dinas Kebudayaan memberikan ruang kreativitas dan ruang publik kepada para pelaku seni budaya. Selain untuk ditampilkan, juga untuk melestarikan kebudayan, dengan melakukan pembinaan kepada generasi milenial sebagai penerus untuk lebih mengenal budayanya," ucap Irvan. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Gubernur Jawa Barat ‘Ngamumule’ Seni dan Budaya, Bupati Bandung Klaim Lakukan Hal Serupa

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.