Selasa, 21 April 2026
Breaking News
DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran
Daerah Bandung Raya
Penulis: Cep 29 Okt 2025

Dugaan Gejala Keracunan MBG Kembali Terjadi di Bandung Barat, 133 Pelajar Jadi Korban

Sebanyak 133 pelajar menjadi korban dugaan gejala keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bandung Barat, Jawa Barat.

Dugaan gejala keracunan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Bandung Barat, Jawa Barat. Sebanyak 133 pelajar menjadi korban. Foto: ilustrasi/

Dugaan gejala keracunan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Bandung Barat, Jawa Barat. Sebanyak 133 pelajar menjadi korban. Foto: ilustrasi/

trustjabar.com – Kasus dugaan gejala keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terulang di Bandung Barat, Jawa Barat. Kini, kasus tersebut terjadi di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Bandung Barat yang menimbulkan korban hingga 133 siswa.

Baca Juga : Dugaan Keracunan Kembali Terjadi di Bandung Barat, Kini Terjadi di SMPN 1 Cisarua

Para korban dugaan gejala keracunan MBG terdiri dari para pelajar tingkat dasar hingga menengah atas. Di antaranya berasal dari SD Negeri 2 Cibodas, SD Negeri Buahbatu, SMPN 4 Lembang, dan SMK Putra Nasional Cibodas.

Dari data Dinas Kesehatan Bandung Barat, para korban dugaan gejala keracunan MBG itu masih menjalani perawatan medis. Adapun korban yang saat ini sudah membaik, pihak keluarga sudah membawanya ke rumah.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat Lia Sukandar menyebut, pihaknya memprediksi jumlah korban dugaan keracunan MBG terus bertambah. Pihaknya pun kembali menyiapkan sejumlah posko perawatan medis bagi para korban.

“Saat ini jumlahnya (dugaan korban gejala keracunan MBG) sudah mencapai 133 orang,” tuturnya, Rabu (29/10/2025).

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana mengatakan, pihaknya akan menelusuri kejadian ini. Bahkan, lantaran kasus dugaan gejala keracunan MBG di Bandung Barat kembali terjadi untuk kesekian kalinya, pihaknya menerjunkan tim khusus.

“Untuk mitigasi dan perbaikan program MBG di Bandung Barat, kami menurunkan tim khusus. Kami akan berikan peringatan hingga penutupan SPPG yang bermasalah,” tuturnya.

Dadan belum bisa merinci terkait lokasi kritis dugaan gejala keracunan MBG di Bandung Barat ini. Ia hanya berujar, dari investigasi pada kasus sebelumnya, terdapat kontaminasi nitrit pada melon dan sayur lotek. Ia menduga, kontaminasi itu muncul lantaran distribusi yang terlalu lama hingga disajikan kepada penerima manfaat.

Dinas Kesehatan Bandung Barat Ungkap Kronologi Dugaan Keracunan MBG

Dalam kesempatan itu, Dinas Kesehatan Bandung Barat mengungkap awal mula kembali terjadinya kasus ini.

Lia mengungkap, korban yang mengalami gejala keracunan MBG berawal saat mereka mengonsumsi makanan pada Selasa (28/10/2025) pagi. Sekitar pukul 14.00 WIB, ada tujuh pelajar dari SMP Negeri 4 Lembang mulai mengalami dugaan gejala keracunan MBG. Ketujuh korban itu mengalami mual dan pusing. Hingga pukul 19.00 WIB, jumlah korban terus bertambah hingga 18 pelajar mengalami hal serupa.

Baca Juga : Awasi Pelaksanaan Program MBG, Pemerintah Kota Bandung Terjunkan Tiga Dinas Sekaligus

“Dari waktu ke waktu, jumlah korban terus bertambah. Mereka langsung mendapat perawatan medis di Posko Desa Cibodas. Sedangkan korban yang bergejala berat, mendapat perawatan medis di RSUD Lembang, puskesmas, dan Klinik Sespim Polri,” tuturnya.

Saat ini, kata Lia, masih ada 30 korban dugaan gejala keracunan MBG yang masih mendapat perawatan medis. Di antaranya di Puskesmas Cibodas (4 orang), Klinik Sespim (8 orang), dan RSUD Lembang (18 orang).

Untuk pemeriksaan penyebab dugaan keracunan MBG ini, lanjut Lia, petugas telah membawa sampel makanan ke Labkesda Jawa Barat. Di antaranya nasi putih, daging rolade, capcay, tempe, dan lengkeng.

“Beberapa sampel makanan yang menyebabkan dugaan keracunan MBG ini, petugas sudah membawanya ke Labkesda Jawa Barat,” ucapnya. (ecp/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Dugaan Gejala Keracunan MBG Kembali Terjadi di Bandung Barat, 133 Pelajar Jadi Korban

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.