BMKG Stasiun Bandung Ungkap tak Semua Segmen Sesar Lembang Aktif
Dalam keterangan resminya, BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Jawa Barat, mengungkap fakta unik mengenai aktivitas Sesar Lembang.
BMKG Stasiun Bandung mengungkapkan tidak semua segmen Sesar Lembang dalam kondisi aktif. Foto: ilustrasi/Landuse.id
trustjabar.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Jawa Barat, mengungkap fakta unik mengenai aktivitas Sesar Lembang. Dalam keterangan resminya, BMKG Stasiun Bandung memetakan segmen dari patahan yang saat ini sedang aktif.
Baca Juga : Sesar Lembang Bukan Fosil Purba Mati, Aktivitas Patahan Ini Sewaktu-waktu Bisa Lepaskan Energi Berupa Gempa
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu mengungkap, Sesar Lembang memiliki panjang patahan mencapai 29 kilometer. Patahan ini, kata ia, terbagi menjadi 6 segmen memanjang melewati beberapa wilayah. Yakni wilayah Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan Sumedang.
Di wilayah Bandung Barat, lanjut Teguh Rahayu, patahan ini membentang dari Ngamprah, Cisarua, Parongpong, dan Lembang. Sedangkan di wilayah Kabupaten Bandung, daerah yang terlalui Sesar Lembang ini mencakup wilayah Cimenyan dan Cilengkrang. Terakhir, daerah yang termasuk bentangan Sesar Lembang di wilayah Kabupaten Sumedang yaitu daerah Tanjungsari.
“BMKG Bandung memantau aktivitas Sesar Lembang melalui jaringan sensor INATEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) dan Lembang Framework. Dari hasil monitoring BMKG, terdapat enam aktivitas kegempaan dengan magnitudo antara M1,7 hingga M2,3. Hasil monitoring itu interval 25 Juli 2025 hingga 20 Agustus 2025,” ungkapnya, Senin (8/9/2025).
Aktivitas kegempaan itu, lanjut Teguh Rahayu, terjadi di bagian sebelah barat Sesar Lembang yaitu segmen Cimeta dengan skala II-III MM.
Meski terbagi menjadi 6 segmen, Teguh Rahayu menegaskan, berdasarkan monitoring BMKG itu tidak semua segmen Sesar Lembang sedang aktif. Hanya segmen Cimeta-Cipogor yang saat ini terus terpantau menunjukkan pergerakan patahan. Sedangkan segmen lainnya relatif tenang.
Baca Juga : Ancaman Gempa Sesar Lembang Mengintai, DPRD Bandung Barat Serukan Edukasi Mitigasi Bencana
“Berdasarkan data BMKG terbaru terkait monitoring Sesar Lembang, hanya segmen Cimeta-Cipogor yang saat ini sedang aktif. Segmen ini berada di sebelah barat Sesar Lembang yang melewati Kecamatan Ngamprah dan Cisarua di Kabupaten Bandung Barat,” tuturnya.
BMKG Stasiun Bandung Jelaskan Skenario Dampak Gempa Sesar Lembang
Dalam kesempatan itu, Teguh Rahayu menjelaskan, berdasarkan hasil pemetaan BMKG, patahan purba ini terbagi menjadi 6 segmen. Segmen patahan itu yakni Cimeta, Cipogor, Cihideung, Gunung Batu, Cikapundung, dan Batu Lonceng.
Mengingat saat ini segmen Cimeta-Cipogor termasuk segmen patahan aktif, kata Teguh Rahayu, pihaknya mengaku sudah mengeluarkan peringatan dini mencakup kesiapsiagaan kebencanaan. Pihaknya pun mengeluarkan Lembang Framework Nomor GF.00.00/KLEM/VIII/2025.
Ia menegaskan, beberapa ahli telah mengeluarkan potensi gempa Sesar Lembang yang berkekuatan M6,8. Namun, Teguh Rahayu menegaskan, berdasarkan data yang pihaknya catat aktivitas Sesar Lembang saat ini menunjukkan hanya dua patahan yang aktif. Panjang segmen yang aktif ini kurang lebih 10 kilometer.
“Dari dua patahan yang aktif ini, kami (BMKG Stasiun Bandung) mencatat, potensi gempa dari aktivitas Sesar Lembang ini berkisar maksimum M5,5. Namun, kami juga tidak menyampingkan pendapat para ahli terkait riset potensi gempa Sesar Lembang ini. Kami tetap mewaspadai potensi dampak gempa,” ucapnya.
Dari skenario peta guncangan (shakemap) gempa M5,5, ia menjelaskan, wilayah Kabupaten Bandung Barat berpotensi mengalami guncangan V-VI MMI. Dampak guncangan ini bisa menyebabkan kerusakan ringan dengan deskripsi getaran dirasakan oleh semua penduduk. “Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar ruangan. Plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak,” ujarnya.Kepala BMKG Bandung ini menegaskan, dalam Lembang Framework itu tertera beberapa langkah kesiapsiagaan bencana gempa dampak aktivitas Sesar Lembang. Di antaranya menyiapkan rambu jalur evakuasi dari lingkup keluarga, lingkungan RT/RW, dan area publik. Kemudian melakukan pengukuran mikrozonasi untuk memetakan potensi tingkat guncangan gempa di wilayah Bandung Barat.
“Perlunya peningkatan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat tekait aktivitas Sesar Lembang ini, baik struktural maupun kultural,” ungkap Kepala Stasiun BMKG Bandung itu. (ecp/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk BMKG Stasiun Bandung Ungkap tak Semua Segmen Sesar Lembang Aktif
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.