Sabtu, 06 Juni 2026
Breaking News
Pegadaian Timor Leste Tumbuh Pesat, Kanwil Jabar Siap Perkuat Dukungan Operasional Pemprov Jawa Barat Antisipasi Ancaman Kemarau Panjang Dampak El Nino Ekstrem Pemkab Bandung Menjamin Pelaksanaan SPMB 2026 Terhindar Praktik Pungli Wajib Tahu, Berikut Ini Tahapan Pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026 di Kabupaten Bandung Tesla Kembali Rebut Posisi Puncak Kendaraan Listrik Global, Pangsa Pasar BYD Menukik Lebih dari Sekadar Pemanis Wajah, Mengungkap Fakta Unik dan Keajaiban Sensorik di Balik Kumis Kucing Pemkab Bandung Sudah Punya Perda Pesantren Namun Masih Gamang, Bupati Beberkan Alasannya Vintage Market Vol 5 Sajikan Barang Langka Bernilai Tinggi Pegadaian Jabar Salurkan 355 Paket Daging Kurban untuk Warga Bupati Bandung Anggap Penanganan Sedimentasi Dukung Efektivitas Pengendalian Banjir Sungai Citarum Pegadaian Timor Leste Tumbuh Pesat, Kanwil Jabar Siap Perkuat Dukungan Operasional Pemprov Jawa Barat Antisipasi Ancaman Kemarau Panjang Dampak El Nino Ekstrem Pemkab Bandung Menjamin Pelaksanaan SPMB 2026 Terhindar Praktik Pungli Wajib Tahu, Berikut Ini Tahapan Pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026 di Kabupaten Bandung Tesla Kembali Rebut Posisi Puncak Kendaraan Listrik Global, Pangsa Pasar BYD Menukik Lebih dari Sekadar Pemanis Wajah, Mengungkap Fakta Unik dan Keajaiban Sensorik di Balik Kumis Kucing Pemkab Bandung Sudah Punya Perda Pesantren Namun Masih Gamang, Bupati Beberkan Alasannya Vintage Market Vol 5 Sajikan Barang Langka Bernilai Tinggi Pegadaian Jabar Salurkan 355 Paket Daging Kurban untuk Warga Bupati Bandung Anggap Penanganan Sedimentasi Dukung Efektivitas Pengendalian Banjir Sungai Citarum
TrustJabar
Daerah Bandung Raya
Penulis: Cep09 Nov 2025

Bandung Zoo Putuskan Keluar Dari PKBSI, Berikut Alasannya!

Merasa tidak mendapatkan perlindungan dari PKBSI, akhirnya pengelola Bandung Zoo mengundurkan diri dari keorganisasian itu.

Pengelola Bandung Zoo akhirnya memutuskan keluar dari PKBSI. Foto: Diskominfo Pemkot Bandung/

Pengelola Bandung Zoo akhirnya memutuskan keluar dari PKBSI. Foto: Diskominfo Pemkot Bandung/

trustjabar.com – Merasa tidak mendapatkan perlindungan dari Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI), akhirnya pengelola Bandung Zoo mengundurkan diri dari keorganisasian itu. Ketua umum dan sekretaris jenderal organisasi itu, malah menjadi bagian yang getol dalam kebijakan pengambilalihan Bandung Zoo.

Baca Juga : Kapolda Jabar; Kebun Binatang Bandung Harus Tetap Bisa Beroperasi!

Humas Bandung Zoo, Kota Bandung, Jawa Barat, Sulhan Syafi’i menjelaskan terkait keputusan pihaknya mengundurkan diri dari PKBSI. Ia menilai, selama kisruh yang terjadi di Bandung Zoo, tidak tampak peran organisasi melindungi anggotanya.

“Kami sudah mengirimkan surat (pengunduran diri) ke PKBSI. Niat kami mengundurkan diri dari keorganisasian memang sudah tercetus lama. Bagi kami, PKBSI tidak terlalu banyak mengambil peran dalam memajukan kebun binatang yang kami kelola,” ungkap Sulhan, Minggu (9/11/2025).

Sulhan menjelaskan, pihaknya sudah melayangkan keputusan pengunduran diri Bandung Zoo dari PKBSI pada 30 September 2025. Pengurus dan pembina Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) sebagai pengelola Bandung Zoo, langsung menandatangani surat pengunduran diri tersebut. Dengan demikian, lanjut Sulhan, kini Bandung Zoo sudah tidak bergabung lagi menjadi anggota organisasi tersebut.

Sulhan menjelaskan, Bandung Zoo sudah menjadi bagian dari anggota organisasi itu berpuluh tahun yang lalu. Namun, kekecewaan pengelola Bandung Zoo memuncak saat merasa terjadi kisruh yang terjadi di kebun binatang Bandung itu.

Ketua Umum dan Sekjen PKBSI Disebut-sebut Jadi Bagian Pihak Pengambilalihan Bandung Zoo

Menurut Sulhan, sebagai anggota PKBSI, pengelola kebun binatang yang berlokasi di Kota Bandung itu menaruh harapan besar pada perhimpunan induk organisasi. Harapan tersebut berkaitan dengan kemajuan atau teknik pengelolaan sebuah kebun binatang.

Baca Juga : FK3I Jawa Barat; Penyegelan dan Penutupan Operasional Bandung Zoo tak Berdasar!

Lebih dari itu juga, pengelola mengharapkan adanya perlindungan sebagai anggota. Alasan itu pula yang membuat Bandung Zoo bergabung dengan PKBSI.

“Namun dalam perjalanannya, ternyata harapan tersebut tidak terwujud. Buktinya, induk organisasi yang seharusnya melindungi anggota, malah tidak menjalankan fungsinya. Dalam kasus Bandung Zoo, pengurus YMT pernah menghadap ketua umum PKBSI untuk mendapatkan solusi dari persoalan yang sedang kami hadapi. Namun, hasilnya jauh dari harapan kami. Ketua umum dan sekjen malah menjadi bagian yang mengambil alih Bandung Zoo,” tuturnya.

Dalam akta YMT versi John Sumampouw, lanjut Sulhan, malah bercokol nama Ketua dan Sekjen PKBSI. Nama keduanya tercantum sebagai pembina yayasan.

“Beberapa hal tersebutlah yang membuat pengurus YMT dengan ketua Bisma Bratakusumah, mengeluarkan surat tertanggal 30 September 2025. Surat itu yang menyatakan pengunduran diri dari PKBSI,” ungkapnya. (ecp/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Bandung Zoo Putuskan Keluar Dari PKBSI, Berikut Alasannya!

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.