Ancaman Gempa Sesar Lembang Mengintai, DPRD Bandung Barat Serukan Edukasi Mitigasi Bencana
Mitigasi bencana akibat aktivitas Sesar Lembang, patutnya menjadi kesiapan dini semua pihak, khususnya wilayah di bentang patahan tersebut.
trustjabar.com – Mitigasi bencana akibat aktivitas Sesar Lembang, patutnya menjadi kesiapan dini semua pihak, khususnya untuk wilayah di bentang patahan tersebut. Pemerintah daerah, harus masif melakukan mitigasi bencana kepada masyarakat. Dengan upaya tersebut, mampu mengantisipasi korban jiwa jika sewaktu-waktu bencana terjadi.
Baca Juga : Sesar Lembang Meningkat, Ngatiyana Minta Warga Siaga Tapi Jangan Panik
Ketua Komisi I DPRD Bandung Barat, Jawa Barat, Sandi Supyandi mendorong Pemkab Bandung Barat memperkuat edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat. Terlebih, kata ia, sudah banyak penelitian terkait ancaman serius gempa dari Sesar Lembang ini.
Sandi menilai masyarakat perlu lebih menyiapkan diri menghadapi potensi gempa bumi Sesar Lembang. Edukasi dan simulasi bencana, kata ia, akan lebih krusial ketimbang hanya mengandalkan teknologi peringatan dini.
“Masyarakat kita harus tahu bagaimana menyelamatkan diri ketika gempa terjadi, karena peringatan dini saja tidak cukup. Edukasi mitigasi bencana gempa bumi akibat pergerakan Sesar Lembang berbasis komunitas, harus menjadi prioritas pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, peneliti BRIN Mudrik Rahmawan Daryono telah menyampaikan peringatan mengenai potensi gempa bumi akibat Sesar Lembang ini. Ia memprediksi, skala guncangan gempa berada pada rentang M6,5 hingga M7 dari segmen sesar ini. Dampaknya, lanjut ia, beberapa wilayah Bandung Raya bakal turut merasakan kuatnya guncangan tersebut.
Sandi menambahkan, data dari BNPB menunjukkan sebagian besar wilayah Bandung Barat termasuk dalam zona rawan gempa dan longsor. Dengan topografi perbukitan dan kepadatan penduduk yang terus meningkat, risiko bencana dapat semakin besar.
“Oleh karena itu, mitigasi bencana harus menyentuh hingga tingkat desa, sekolah, bahkan rumah tangga,” kata Sandi.
Alasan Mitigasi Bencana Perlu Masif Lantaran Masih Minim Peralatan EWS
Di sisi lain, kata ia, pihaknya menilai fasilitas deteksi gempa di Bandung Barat masih minim. Sejumlah alat peringatan dini yang ada, jumlahnya tidak sebanding dengan luas wilayah yang rawan terdampak. Hal itu lantaran alat tersebut merupakan hibah dari pemerintah pusat.
Baca Juga : Kuatnya Getaran Gempa Bumi di Bekasi, Satu Rumah di Bandung Barat Rusak
Lebih lanjut, langkah edukasi mitigasi bencana dapat dilakukan melalui kerjasama lintas sektor. Mulai dari BPBD, dinas sosial, aparat desa, hingga kelompok masyarakat sipil. Serta para konten kreator melalui kreativitas mereka di ruang digital.
Program seperti simulasi evakuasi di sekolah, kata Sandi, perlu ada. Selain itu, pelatihan tanggap darurat di pemukiman padat, serta penyuluhan rutin di desa menjadi strategi yang realistis, juga menjadi bagian edukasi mitigasi. Serta penting untuk melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam menyebarkan pesan mitigasi bencana.
“Budaya kesiapsiagaan hanya bisa terbentuk bila melibatkan semua unsur masyarakat. Dari desa, sekolah, hingga masjid dan gereja harus jadi pusat edukasi bencana,” ujarnya. (Adi/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Ancaman Gempa Sesar Lembang Mengintai, DPRD Bandung Barat Serukan Edukasi Mitigasi Bencana
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.