Waspada Bahaya Langsung Menyantap Gorengan dan Makanan Pedas saat Berbuka Puasa
Berbuka puasa langsung menyantap gorengan hangat dan sambal pedas, seolah menjadi sebuah kebiasaan yang sulit kita hindarkan.
Para ahli medis mengingatkan mengenai bahaya langsung menyantap gorengan dan makanan pedas saat berbuka puasa. Foto: ilustrasi/
trustjabar.com - Berbuka puasa langsung menyantap gorengan hangat dan sambal pedas, seolah menjadi sebuah kebiasaan yang sulit kita hindarkan. Rasanya yang gurih dan nendang, seolah menjadi imbalan instan setelah seharian penuh menahan lapar dan dahaga.
Baca Juga : Mengulik Kedahsyatan Buah Kurma dari Sisi Medis Hingga Religi
Namun, dibalik kelezatan tersebut, ada ancaman kesehatan yang mengintai lambung Anda. Mengonsumsi gorengan dan makanan pedas saat perut benar-benar kosong, ibarat memasukan “bom waktu” ke dalam sistem pencernaan. Apalagi jika perut Anda belum terisi alas nasi atau makanan lunak lainnya.
Berikut adalah uraian lengkap dari para ahli mengenai bahaya langsung menyantap gorengan dan makanan pedas saat berbuka puasa tanpa alas nasi. Penjelasan ini agar Anda tidak menyesal di kemudian hari.
- Serangan Asam Lambung
Efek langsung menyantap gorengan dan makanan pedas saat berbuka puasa tanpa alas nasi akan mengakibatkan perut terasa perih. Menurut para ahli medis, jika Anda membiasakan pola makan seperti itu, khawatirnya dapat menyebabkan luka pada dinding lambung atau penyakit GERD kronis.
- Perlambatan Kerja Pencernaan
Para ahli medis menyarankan agar Anda tidak langsung menyantap gorengan saat berbuka puasa. Gorengan mengandung kadar lemak yang sangat tinggi. Lemak adalah zat gizi yang paling lama tercerna tubuh.
Saat berbuka puasa, tubuh membutuhkan energi cepat dari glukosa. Gorengan justru memperlambat proses pengosongan lambung. Akibatnya, Anda akan merasa begah, kembung, dan mual meskipun baru makan sedikit.
- Iritasi Usus dan Diare
Makanan pedas bersifat iritan bagi saluran cerna. Saat perut belum terisi nasi atau serat, zat pedas langsung mengenai mukosa usus. Hal ini mempercepat gerakan peristaltik usus secara tidak normal, yang sering kali berujung pada diare mendadak sesaat setelah berbuka.
Inilah Pandangan Ahli Medis Terkait Bahaya Menyantap Gorengan dan Makanan Pedas saat Berbuka Puasa
Mengutip dari beberapa sumber, berbuka puasa dengan gorengan merupakan salah satu kesalahan pola makan yang paling umum.
Salah satu pakar kesehatan, dr Tirta Mandira Hudhi mengatakan, gorengan memiliki sifat sulit tercerna. Sehingga organ pencernaan dipaksa bekerja keras secara mendadak saat masih dalam kondisi lemah.
Senada dengan itu, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, Dekan FKUI sekaligus ahli gastroenterologi, sering mengingatkan prinsip berbuka puasa yang aman. Ia menjelaskan, prinsip berbuka puasa adalah mengembalikan kadar gula darah dan cairan tubuh secara bertahap.
Baca Juga : Menyiasati Kebiasaan Ngopi Saat Sahur Agar Puasa Tetap Nyaman
Ia menegaskan, jika langsung menyantap gorengan dan makanan pedas saat berbuka puasa, akan menyebabkan iritasi hebat pada lambung yang sensitif.
Lantas, bagaimana strategi berbuka puasa yang aman tanpa mengorbankan kesehatan? Para ahli kesehatan pun membagikan tips aman agar berbuka puasa tetap nyaman.
Pertama, awali dengan minum air putih hangat untuk menenangkan lambung. Kemudian dianjurkan makan 3 butir kurma atau buah yang tidak asam untuk mengembalikan energi. Anda bisa memberi jeda perut Anda saat menunaikan salat Magrib. Hal ini akan memberi waktu lambung untuk kembali beradaptasi.
Setelah itu, makan nasi atau makanan berat dalam porsi kecil. Barulah jika Anda ingin mencicipi gorengan, lakukan setelah perut sudah terlapisi makanan.
Itulah beberapa tips agar perut Anda tetap nyaman saat berbuka puasa, tanpa meninggalkan gorengan yang telah tersaji. (cep/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Waspada Bahaya Langsung Menyantap Gorengan dan Makanan Pedas saat Berbuka Puasa
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.