Memaknai Keistimewaan dan Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadan
Bagi umat Muslim, fase 10 hari terakhir Ramadan bukan sekadar penutup, melainkan grand finale yang penuh dengan obral pahala dan ampunan
Memaknai keistimewaan dan keutamaan 10 hari terakhir Ramadan yang di dalamnya penuh dengan keberkahan. Foto: ilustrasi/
trustjabar.com – Tak terasa momen Ramadan yang penuh berkah ini telah memasuki 10 hari terakhir dan akan segera meninggalkan kita. Bagi umat Muslim, fase 10 hari terakhir bukan sekadar penutup, melainkan "Grand Finale" yang penuh dengan obral pahala dan ampunan. Inilah momen di mana Rasulullah SAW justru semakin mengencangkan ikat pinggang dan memperhebat ibadahnya melebihi waktu-waktu lainnya.
Baca Juga : Mengupas Tuntas Keutamaan 10 Hari Kedua Ramadan, Fase Penuh Ampunan Allah SWT
Mengapa 10 malam di hari terakhir Ramadan ini begitu krusial hingga disebut sebagai malam-malam paling utama dalam setahun? Simak ulasan lengkapnya berikut ini melansir dari beberapa sumber.
Hadirnya Malam Lailatul Qadar, Malam Seribu Bulan
Keutamaan paling utama di 10 hari terakhir Ramadan yang menjadi magnet jutaan umat adalah Lailatul Qadar. Satu malam yang nilainya lebih baik dari 1.000 bulan.
Dalil Al-Quran:
"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan." (QS. Al-Qadr: 3-4).
Momentum Pembebasan dari Api Neraka (Itqun Minan Nar)
Secara tradisi, 10 hari terakhir Ramadan dianggap sebagai fase Itqun Minan Nar. Inilah saat di mana Allah SWT memilih hamba-hamba-Nya untuk diselamatkan dari siksa api neraka.
Sunnah I’tikaf
Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan i’tikaf (berdiam diri di masjid untuk beribadah) selama 10 hari terakhir hingga beliau wafat. Ini adalah cara terbaik untuk memutus gangguan duniawi dan fokus total kepada Sang Pencipta.
10 Hari Terakhir Ramadan, Tingkatkan Kuantitas dan Kualitas Ibadah
Menurut Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A, ibadah di akhir Ramadan bukan soal kuantitas saja, tapi kualitas keterhubungan hati dengan Allah SWT.
Baca Juga : Keistimewaan Sepuluh Hari Pertama Ramadan Jadi Fase Meraih Rahmat Allah SWT
Diriwayatkan dari Aisyah RA, beliau menggambarkan betapa luar biasanya energi Rasulullah di penghujung Ramadan.
"Rasulullah SAW biasa bersungguh-sungguh (beribadah) pada sepuluh malam terakhir yang tidak beliau lakukan pada bulan lainnya." (HR. Muslim).
Ramadan bisa jadi akan berlalu, namun kesempatan yang ada di 10 malam terakhir ini belum tentu kita temui lagi tahun depan. Mari manfaatkan sisa waktu ini untuk memperbanyak sujud dan memohon ampunan. (cep/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Memaknai Keistimewaan dan Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadan
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.