Keistimewaan Sepuluh Hari Pertama Ramadan Jadi Fase Meraih Rahmat Allah SWT
Fase sepuluh hari pertama Ramadan, bukan sekadar adaptasi fisik menahan lapar dan dahaga saat kita menjalankan ibadah puasa.
Keistimewaan sepuluh hari pertama Ramadan. Foto: net/
trustjabar.com – Pada sepuluh hari pertama ibadah puasa Ramadan saat ini sedang kita jalani dan atmosfer spiritual terus menyelimuti setiap sudut harinya. Ada beberapa keutamaan yang Allah SWT berikan pada fase pembukaan saat kita menjalankan ibadah puasa ini.
Baca Juga : Hindari, Inilah Beberapa Perbuatan yang Membuat Pahala Puasa Ramadan Gugur!
Fase sepuluh hari pertama berpuasa, bukan sekadar adaptasi fisik menahan lapar. Pada fase ini, menjadi gerbang emas menuju perubahan nasib di akhirat. Mari kita bedah mengapa 10 hari pertama Ramadan disebut sebagai fase Rahmat Allah SWT dan bagaimana cara memanfaatkannya agar grafik ibadah Anda terus "hijau"!
Dalam sebuah hadis yang sangat masyhur, Rasulullah SAW membagi Ramadan menjadi tiga fase penting. Sepuluh hari pertama bulan suci ini adalah fase Allah SWT membuka seluas-luasnya pintu rahmat (kasih sayang).
"Awal bulan Ramadan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan (maghfirah), dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka." (HR. Al-Baihaqi).
Bagi kita yang berlumur khilaf, sepuluh hari pertama Ramadan ini adalah momen "pendekatan" kembali kepada Sang Pencipta. Tanpa rahmat-Nya di fase awal, akan sulit bagi kita meraih ampunan di fase kedua dan keselamatan di fase ketiga.
Salah satu keutamaan yang paling menggetarkan hati di awal bulan suci adalah perubahan "peta" spiritual alam semesta.
Rasulullah SAW bersabda; "Apabila bulan Ramadan datang, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu." (HR. Bukhari & Muslim).
Ini adalah waktu terbaik bagi Anda yang ingin memulai kebiasaan baru (seperti salat tepat waktu atau rutin bersedekah) karena hambatan spiritual (setan) sedang diminimalisir.
Sepuluh Hari Pertama Ramadan Momentum Mustajabnya Doa
Pada fase 10 hari pertama Ramadan ini merupakan waktu di mana doa-doa paling cepat direspons. Saat tubuh mulai lemas karena berpuasa, di situlah kekuatan spiritual memuncak.
Allah SWT berfirman tepat setelah ayat kewajiban puasa:
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku" (QS. Al-Baqarah: 186).
Baca Juga : Keutamaan Bulan Ramadan, Menunaikan Puasa Lebih dari Sekadar Menahan Lapar
Menurut Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA (Imam Besar Masjid Istiqlal), pada sepuluh hari pertama Ramadan adalah masa transisi spiritual. Beliau menjelaskan bahwa pada fase pembukaan di bulan suci ini adalah ujian kesabaran dan keikhlasan. Jika seorang hamba mampu melewati fase ini dengan menjaga kualitas salat dan lisan, maka fase berikutnya akan terasa lebih ringan. Ini adalah fondasi. Tanpa fondasi rahmat yang kuat, bangunan ibadah kita di akhir bulan suci bisa goyah.
Senada dengan itu, Ustaz Hanan Attaki sering menekankan dalam kajiannya. Pada sepuluh hari pertama Ramadan adalah momen Allah SWT melihat kesungguhan hamba-Nya.
Begitu istimewanya sepluh hari pertama Ramadan ini, Anda tentunya tidak akan membiarkan fase ini berlalu begitu saja. Maka dari itu, mari kita bersama-sama meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT mulai hari ini dan seterusnya. (cep/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Keistimewaan Sepuluh Hari Pertama Ramadan Jadi Fase Meraih Rahmat Allah SWT
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.