Berburu Keutamaan Malam Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan
Memasuki 10 hari terakhir Ramadan, terdapat satu malam yang memiliki keutamaan yang lebih mulia dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar.
Berburu keutamaan mMalam Lailatul Qadar di 10 malam terakhir Ramadan. Foto: ilustrasi/net
trustjabar.com – Memasuki 10 hari terakhir Ramadan, terdapat satu malam yang memiliki keutamaan yang lebih mulia dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Di malam yang dirahasiakan itu, Allah SWT melipatgandakan segala amal perbuatan manusia.
Baca Juga : Memaknai Keistimewaan dan Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadan
Lalu, mengapa saat malam itu menjadi begitu istimewa dan bagaimana cara meraihnya? Simak ulasan mendalamnya berikut ini melansir dari beberapa sumber.
- Kemuliaan di Atas Seribu Bulan
Lailatul Qadar bukan sekadar tradisi, melainkan ketetapan langit yang tertuang dalam surat khusus, QS. Al-Qadr. Di malam ini, keberkahan turun berlipat ganda tanpa batas.
"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 3).
Secara matematis, seribu bulan setara dengan 83 tahun 4 bulan. Artinya, jika Anda melakukan satu kebaikan di malam tersebut, pahalanya setara dengan melakukannya terus-menerus selama lebih dari delapan dekade.
Para malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun ke bumi untuk membawa kedamaian dan mengatur segala urusan hingga fajar menyingsing.
- Malam Lailatul Qadar, Rahasia di Balik Tanggal Ganjil
Rasulullah SAW sengaja tidak menyebutkan tanggal pasti jatuhnya malam seribu bulan ini. Hal itu agar umatnya terus berikhtiar dan tidak hanya beribadah di satu malam saja. Namun, beliau memberikan kisi-kisi kuat dalam hadisnya:
"Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan." (HR. Bukhari & Muslim).
Lantas, mengapa harus 10 hari terakhir? Para ulama menjelaskan bahwa ini adalah ujian konsistensi. Siapa yang bertahan hingga garis finis, maka dialah yang layak mendapatkan hadiah utama tersebut.
Malam Lailatul Qadar Menurut Pandangan Ahli
Prof. Dr. KH. Quraish Shihab, pakar tafsir terkemuka, menjelaskan bahwa kata "Qadar" sendiri memiliki tiga arti. Yakni penetapan (strategi hidup), mulia (kedudukan tinggi), dan sempit (banyaknya malaikat yang turun ke bumi).
Dalam salah satu narasinya, beliau menekankan, malam Lailatul Qadar tidak hanya datang kepada mereka yang berdiam diri (itikaf) di masjid. Melainkan kepada mereka yang hatinya damai dan siap menerima pancaran Illahi.
Baca Juga : Mengungkap Keistimewaan Salat Tarawih, Jadi Magnet Pahala di Bulan Ramadan
“Malam itu adalah malam perdamaian. Damai dengan diri sendiri, damai dengan sesama, dan damai dengan Sang Pencipta," ulasnya.
Dengan demikian, malam Lailatul Qadar adalah kesempatan emas untuk menghapus dosa masa lalu dan merancang masa depan yang lebih berkah. Maka, jangan biarkan kesibukan duniawi atau persiapan Lebaran mengalihkan fokus Anda dari malam yang maha dahsyat ini. (cep/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Berburu Keutamaan Malam Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.