Pertamina dan BRIN Intensifkan Upaya Penanggulangan Bencana di Sumatera dan Aceh
Pertamina dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengintensifkan upaya penanggulangan bencana banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh.
BBM jenis solar sebanyak 4 ton atau 20 drum tiba di Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Selasa (9/12/2025). Pertamina dan BRIN berkomitmen mengintensifkan upaya penanggulangan bencana di Sumatera dan Aceh. Foto: ist/Pustadinkom BNPB
trustjabar.com – PT Pertamina (Persero) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengintensifkan upaya penanggulangan bencana banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh. Berdasarkan perkembangan data dari BNPB pada Selasa (9/12/2025) sore, jumlah korban meninggal di 3 provinsi tersebut sudah mencapai 964 orang.
Baca Juga : Banjir dan Longsor Kerap Terjadi, DPR RI Soroti Lemahnya Upaya Pencegahan Pemerintah
Untuk penanggulangan bencana banjir dan longsor di Sumatera itu, Pertamina mengerahkan distribusi energi melalui jalur darat, laut, dan udara. Sementara inovasi teknologi BRIN mendapat apresiasi Komisi X DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung pada Senin kemarin.
Mengutip laman resmi BRIN, pada RDP tersebut Kepala BRIN Arif Satria memaparkan sejumlah inovasi memperkuat respons bencana. BRIN mengirimkan data citra satelit kepada BNPB sejak awal bencana yang terjadi di Sumatera itu. Hal tersebut untuk mendukung asesmen dan penanganan kebencanaan.
Arif mengatakan, BRIN berposisi sebagai pendukung program-program BNPB. Pasalnya, yang memiliki otoritas ke lapangan dan data angka adalah BNPB. Sedangkan BRIN berperan menyediakan data.
Dalam penanggulangan bencana banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh ini, BRIN mengerahkan tiga unit mobil air siap minum. Fasilitas ini mampu mengubah air berlumpur menjadi air siap minum dengan kapasitas 10 ribu liter per hari.
“Inovasi lainnya adalah drone ground penetration radar yang dapat mendeteksi keberadaan korban tertimbun material longsor. Selain itu, pesawat nirawak ini juga mampu mencari sumber air hingga kedalaman 100 meter,” ucap Arif.Penanggulangan Bencana di Sumatera dan Aceh, Pertamina Maksimalkan Distribusi Energi
PT Pertamina hingga 7 Desember 205, telah mengoperasikan 688 SPBU di wilayah terdampak bencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam keterangan resminya, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan, pihaknya memaksimalkan operasional SPBU 24 jam untuk mengurai antrean.
Pertamina Patra Niaga, lanjut Simon, mengirimkan BBM dan LPG melalui jalur udara menggunakan pesawat Casa TNI AL. Sejak 3 Desember 2025, pasokan melalui moda udara mencakup 2.800 liter BBM jenis gasoline dan 8.000 liter gasoil.
Baca Juga : SOMASI Gelar Penanaman Pohon di Gambung Kabupaten Bandung, Dorong Kolaborasi Pentahelix Pelestarian Lingkungan
Mendukung penanggulangan banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh ini, PT Pertamina International Shipping (PLS) mengoperasikan kapal tanker MT Kasim. Pada 6 Desember 2025, kata Simon, mengangkut 3.000 KL biosolar, 1.400 KL Pertamax, dan 3.000 KL Pertalite dari Integrated Terminal Teluk Kabung-Padang menuju Sibolga. Kemudian kapal tanker MT Kamojang juga beroperasi membawa 6.500 KL BBM menuju Meulaboh dan Krueng.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, menambah Posko Hub Pertamina Peduli yang berlokasi di dua titik. Yakni di Kantor Region Medan dan Kantor cabang Banda Aceh. Hal itu untuk mempercepat koordinasi penyaluran bantuan dalam upaya penanggulangan bencana banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera itu.
Simon melanjutkan, hingga 7 Desember 2025 bantuan Pertamina Peduli senilai Rp 5,3 miliar telah menjangkau 77.794 jiwa dengan 161 posko. Pertamina juga telah mendirikan 111 dapur umum di lokasi terdampak bencana. (ecp/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Pertamina dan BRIN Intensifkan Upaya Penanggulangan Bencana di Sumatera dan Aceh
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.