Selasa, 21 April 2026
Breaking News
DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran
Nasional
Penulis: Cep 15 Sep 2025

Cuaca Hujan Ekstrem Intai Wilayah Barat Indonesia, BNPB Berikan Warning Antisipasi Bencana

Cuaca ekstrem terus mengintai beberapa wilayah di Indonesia. Dampaknya, beberapa daerah terdampak tingginya intensitas hujan.

Dokumentasi penyemaian NaCl di langit Jawa Timur dalam operasi modifikasi cuaca pada Minggu (14/9/2025). Mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Indonesia, BNPB berkoordinasi dengan pemangku kebijakan daerah melakukan operasi modifikasi cuaca. Foto: dok.BNPB/

Dokumentasi penyemaian NaCl di langit Jawa Timur dalam operasi modifikasi cuaca pada Minggu (14/9/2025). Mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Indonesia, BNPB berkoordinasi dengan pemangku kebijakan daerah melakukan operasi modifikasi cuaca. Foto: dok.BNPB/

trustjabar.com – Cuaca ekstrem berupa tingginya intensitas hujan terus mengintai beberapa wilayah di Indonesia. Dampaknya, beberapa daerah terdampak tingginya intensitas hujan dan memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir.

Baca Juga : Pekan Kedua September 2025, BNPB Catat Ada 24 Kejadian Bencana di Indonesia

Seperti halnya bencana hidrometeorologi yang menerjang Bali dan NTT beberapa pekan lalu. Dari petaka tersebut, sedikitnya 23 orang meninggal dan 8 lainnya hilang. Korban luka pun tak terhindarkan dengan belasan ribu warga terdampak. Sementara itu, lebih dari 300 rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga hanyut. Lantas, apa pemicu terjadinya cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah di Indonesia ini?.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pemicu cuaca ekstrem yang terjadi beberapa wilayah di Nusantara ini. Dalam keterangannya, BNPB menyebut salah satu pemicu terjadinya cuaca ekstrem itu akibat adanya aktivitas atmosfer Rossby Ekuator. Selain itu, ada juga aktivitas gelombang Kelvin, dan Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintas di wilayah barat Indonesia.

“Meski penanganan darurat bencana di Bali dan NTT mulai terkendali, namun fenomena atmosfer yang membawa potensi cuaca ekstrem telah bergeser. Fenomena atmosfer ini bergeser mendekati wilayah Pulau Jawa,” ungkap Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Senin (15/9/2025).

Potensi Cuaca Ekstrem Bergeser ke Wilayah Barat Indonesia

Tidak ingin kejadian serupa terjadi di wilayah lain, Kepala BNPB telah memberikan arahan khusus. Suharyanto menginstruksikan agar segera melakukan operasi modifikasi cuaca. Upaya itu sebagai langkah mitigasi dan antisipatif dalam menghadapi potensi risiko cuaca ekstrem.

"Kami sudah berkoordinasi dengan BMKG, curah hujan tinggi akibat gelombang Rossby dan Kevin sudah tidak di area Bali. Namun bergeser ke arah barat yaitu sekitar wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat,” ujar Suharyanto.

Saat ini, BNPB mengaku sedang berkoordinasi dengan para kepala daerah di wilayah tersebut untuk langkah kesiapsiagaan dan antisipasi dengan operasi modifikasi cuaca (OMC). Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrem yang bergeser ke wilayah barat Indonesia.

Baca Juga : BMKG Stasiun Bandung Ungkap tak Semua Segmen Sesar Lembang Aktif

Operasi modifikasi cuaca itu, lanjut Suharyanto, dengan menebarkan bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCl) maupun Kalsium Oksida (CaO). Hal ini bertujuan untuk meredistribusi curah hujan agar hujan lebat tidak turun di wilayah padat penduduk, namun turun di wilayah perairan. Harapannya, kata ia, banjir besar seperti yang terjadi di Bali dan NTT, tidak terjadi di wilayah lainnya.

OMC Jawa Timur dan Jawa Barat

Antisipasi potensi fenomena cuaca ekstrem di wilayah barat Indonesia, BNPB telah mengambil langkah melaksanakan OMC di Jawa Timur. Salah satunya dengan mengerahkan satu unit pesawat Cessna Caravan PK-DPI.

Operasi ini telah berlangsung sejak Sabtu (13/9/2025). Rencananya, operasi ini akan berlangsung hingga Selasa (16/9/2025). Meski demikian, Suharyanto menegaskan, tidak menutup kemungkinan akan berlanjut dengan melihat hasil evaluasi, analisis lanjutan, dan monitoring kondisi di lapangan.

Sementara itu, operasi modifikasi cuaca wilayah Jawa Barat berpusat dari Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Dalam operasi kali ini, BNPB mengerahkan satu unit pesawat Cessna Caravan dengan kode registrasi PK-YNA.  Operasi itu berlangsung pada Minggu (14/9/2025). Intervensi OMC Provinsi Jawa Barat pada Minggu tersebut, terindikasi mampu mengurangi curah hujan wilayah Jabodetabek sebesar 31 persen.

“Kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan risiko banjir di beberapa wilayah Indonesia ini tentu membutuhkan kerja sama semua pihak. BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat memperhatikan kebersihan lingkungan guna mencegah terjadinya banjir,” ujarnya. (ecp/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Cuaca Hujan Ekstrem Intai Wilayah Barat Indonesia, BNPB Berikan Warning Antisipasi Bencana

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.