Selasa, 21 April 2026
Breaking News
DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya Bupati; Arah Transformasi Pembangunan Kabupaten Bandung Fokus Penguatan Desa Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Masalah Banjir Kabupaten Bandung Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif Pentahelix dan Realitas Kabupaten Bandung, Saat Masalah tak Kunjung Selesai Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Sergap Kabupaten Bandung, Bupati Ubah Rencana Peringatan Hari Jadi Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi Video Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Agus Sutisna Korban Terbawa Arus Sungai Cibanjaran
Nasional
Penulis: Cep 28 Mar 2026

Beberapa Daerah di Pulau Jawa Terdampak Bencana Hidrometeorologi Basah

Menurut Suharyanto, banjir yang menjadi langganan tiap tahun itu harus mendapatkan intervensi dari lintas kementerian/lembaga baik pusat maupun daerah. BNPB, kata ia, akan mencatat segala kebutuhan yang diperlukan.

Kondisi genangan banjir di beberapa desa terdampak bencana hidrometeorologi basah berupa banjir di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. BNPB mencatat, beberapa daerah di Pulau Jawa terdampak bencana hidrometeorologi basah. Foto: dok.BNPB

Kondisi genangan banjir di beberapa desa terdampak bencana hidrometeorologi basah berupa banjir di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. BNPB mencatat, beberapa daerah di Pulau Jawa terdampak bencana hidrometeorologi basah. Foto: dok.BNPB

trustjabar.com – Bencana hidrometeorologi basah yang meliputi banjir dan angin kencang terjadi di berbagai wilayah di Pulau Jawa. Sementara itu, di wilayah Pulau Kalimantan terjadi bencana hidrometeorologi kering berupa kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca Juga : Sebanyak 29 Desa di Sumatra Hilang Akibat Bencana Penghujung Tahun 2025

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir melanda empat desa di Kecamatan Poso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Desa terdampak banjir itu yakni Desa Pagertanjung, Jatigedong, Gedunggombo, dan Rejoagung. Bencana hidrometeorologi basah itu terjadi pada Rabu (25/3/2026). Dari keterangan resmi BNPB, peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu Sungai Marmoyo. Akibatnya debit air naik dan meluap ke pemukiman warga. Kondisi ini turut diperparah oleh sumbatan material sampah di jembatan setempat.

BPBD Kabupaten Jombang mendata sebanyak 60 unit rumah dan tiga akses jalan desa terdampak genangan air dengan tinggi rata-rata 40 sentimeter. Pada Jumat (27/3/2026), kondisi genangan mengalami penurunan.

Bencana hidrometeorologi basah juga terjadi di Kabupaten Pasuruan. BPBD Kabupaten Pasuruan bersama lintas instansi gabungan, masih fokus dalam upaya penanganan banjir yang terjadi sejak Selasa (24/3/2026). Setidaknya 12 desa di Kecamatan Rejoso terdampak banjir. Dari beberapa desa terdampak itu, kondisi genangan banjir saat ini ada yang sudah surut. Beberapa desa terdampak banjir yang berangsur surut itu yakni di Sadengrejo, Pandanrejo, Karangpandan, Sambirejo, Rejoso Kidul, Patuguran, dan Kawisrejo. Sedangkan yang terpantau masih ada genangan banjir yakni di Desa Jarangan, Toyaning, Kedungbako, Rejoso Lor, dan Arjosari. Ketinggian banjir antara 10-80 sentimeter.

Banjir juga menerjang Desa Cangkringmalang, Kedungringin, dan Kedungboto di Kecamatan Beji. Di Desa Cangkringmalang, banjir sudah berangsur surut. Namun, di dua desa lainnya masih terpantau ada genangan dengan ketinggian genangan antara 10-80 sentimeter.

Daerah terdampak banjir lainnya yaitu Kecamatan Gempol yang kini berangsur surut.

Berbeda halnya di Desa Prodo, Winongan Lor, Winongan Kidul, dan Bandaran di Kecamatan Winongan. Di desa-desa tersebut masih terpantau adanya genangan dengan ketinggian antara 10-80 sentimeter.

Kepala BNPB Tinjau Lokasi Bencana Hidrometeorologi Basah Pasuruan

Demi mendukung upaya percepatan penanganan darurat banjir di Pasuruan, Kepala BNPB Suharyanto, telah hadir di lokasi untuk melihat kondisi lapangan. Selain itu, pihaknya pun mengkaji kebutuhan yang diperlukan dan berkoordinasi dengan forkopimda setempat. Peninjauan lapangan itu berlangsung pada Jumat (27/3/2026).

Menurut Suharyanto, banjir yang menjadi langganan tiap tahun itu harus mendapatkan intervensi dari lintas kementerian/lembaga baik pusat maupun daerah. BNPB, kata ia, akan mencatat segala kebutuhan yang diperlukan. Mulai dari fase percepatan penanganan darurat hingga upaya mitigasi ke depannya. Hal tersebut agar bencana serupa tidak terulang atau paling tidak dapat diminimalisir dampaknya di kemudian hari.

Baca Juga : Kerusakan Lingkungan Turunkan Kondisi Alam Kabupaten Bandung

“BNPB akan berkoordinasi dengan kementerian lembaga terkait,” ujar Suharyanto dalam keterangan resminya, Sabtu (28/3/2026).

Hujan dengan intensitas tinggi pada akhir dasarian tiga bulan Maret 2026 telah memicu kejadian banjir di beberapa kabupaten/kota.

Bencana hidrometeorologi basah berupa banjir terjadi di Kabupaten Brebes, sejak Rabu (25/3/2026). Titik genangan terjadi di delapan desa wilayah Kecamatan Ketanggungan, kini mulai berangsur surut pada Sabtu (28/3/2026). Sebagian pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing untuk pembersihan tempat tinggal pasca banjir. Pembersihan dibantu pihak BPBD Kabupaten Brebes bersama unsur TNI, Polri, pemadam kebakaran dan relawan.

Di samping itu, dukungan pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak masih terus dilakukan oleh BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Brebes.

Beberapa lintas instansi seperti Polri, TNI dan Dinas Perhubungan, juga bersiaga di titik rawan banjir, khususnya di akses utama wilayah Ketanggungan-Pejagan. Wilayah itu sebagai jalur utama lintas selatan pada momentum arus mudik-balik Idulfitri 1447 H. Sebelumnya, di wilayah tersebut terdampak banjir dan menghambat lalu lintas.

Banjir di Pemalang dan Grobogan

Dari Kabupaten Pemalang, Sungai Comal meluap akibat hujan lebat yang terjadi pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 3.00 WIB. Hal ini menyebabkan 16 desa di empat kecamatan tergenang banjir dengan tinggi muka air berkisar antara 30-80 sentimeter.

Adapun kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Comal, Ampelgading, Ulujami, dan Patarukan. Hasil kaji cepat sementara BPBD Kabupaten Pemalang, sebanyak 23.154 jiwa dan 6.727 unit rumah terdampak. Sehari setelah kejadian atau pada Jumat (27/3/2026), BPBD setempat melaporkan ketinggian genangan berangsur turun antara 10-20 sentimeter. Debit air di Sungai Comal juga mengalami penurunan.

Selain banjir, tujuh desa di Kecamatan Pulosari dan Watukumpul, Kabupaten Pemalang terdampak tanah longsor. Sedikitnya enam kepala keluarga terdampak atas kejadian ini. Longsor juga berdampak pada dua unit jalan desa dan dua talud jebol.

Baca Juga : Penanganan Bencana dan Pemulihan Lingkungan, Pemprov Jawa Barat Siapkan Rp 300 Miliar

Secara pararel, dampak bencana hidrometeorologi basah ini sudah dalam penanganan oleh BPBD Kabupaten Pemalang bersama lintas unsur pemerintah daerah setempat. Bantuan logistik pun telah didistribusikan kepada warga terdampak longsor.

Di Kabupaten Grobogan, tiga wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Purwodadi, Karangayung, dan Tegowanu, dilanda banjir pada Kamis (26/3/2026). Bencana ini disebabkan oleh luapan air dari drainase yang tersumbat dan tidak dapat menampung debit air setelah hujan dengan intensitas tinggi turun selama lebih dari empat jam.

BNPB mencatat, tinggi muka air terpantau antara 10-50 sentimeter. Sebanyak 150 kepala keluarga terdampak peristiwa ini. Kerugian materil terdata antara lain dua hektare lahan pertanian dan satu fasilitas pendidikan terdampak.

Hingga hari Jumat (27/3/2026), BPBD Kabupaten Grobogan melaporkan genangan air di Kecamatan Purwodadi dan Kecamatan Karangayung telah surut, sementara di Kecamatan Tegowaru, beberapa rumah masih tergenang air dengan ketinggian antara 10-50 sentimeter.

Selanjutnya di wilayah barat Kabupaten Grobogan, banjir terjadi di Desa Botosengon, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, Jumat (27/3/2026). Bencana ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut hingga menyebabkan air sungai meluap. Ketinggian air di ruas jalan antar desa dan kecamatan antara 10-40 cm, sementara itu ketinggian air di pemukiman warga antara 5-30 cm.

Atas bencana ini, warga yang terdampak mencapai 300 jiwa termasuk 27 unit rumah. BPBD Kabupaten Demak telah melakukan kaji cepat dan pengumpulan data (asesmen) termasuk memberikan dukungan bagi warga. (cep/trustjabar/R1)

Simak video : Banjir Sergap Kabupaten Pemalang (Sumber video: dok.BNPB)***

 

Komentar

0 komentar untuk Beberapa Daerah di Pulau Jawa Terdampak Bencana Hidrometeorologi Basah

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.