Awal April 2026 Gunung Semeru Kembali Tunjukan Aktivitas Vulkanik 16 Kali Gempa Letusan
Lantaran terus terjadi aktivitas vulkanik hingga akhir Maret 2026 ini, Gunung Semeru tercatat sebagai gunung api paling aktif di Indonesia. Jumlah letusan Gunung Semeru hingga akhir Maret 2026 tercatat sebanyak 629 kali letusan.
Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Rabu (1/4/2026) dengan 16 kali gempa letusan. Foto: ist/
trustjabar.com – Rabu (1/4/2026) dini hari, Gunung Semeru kembali mengalami aktivitas vulkanik dengan 16 kali gempa letusan dalam enam jam. Pos Pengamatan Gunung Semeru tetap menetapkan aktivitas vulkanik berada pada Level III atau Siaga.
Baca Juga : Gunung Semeru Kembali Tunjukan Aktivitas Vulkanik, Pemkab Lumajang Perpanjang Status Kebencanaan
Dalam keterangan resmi yang diterima, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian menjelaskan aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.
“Sebanyak 16 kali gempa letusan dengan amplitudo 10 hingga 22 mm dan lama gempa 92-164 detik,” kata Mukdas.
Ia menjelaskan, pengamatan kegempaan periode pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB juga mencatat satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 25 mm. Selain itu, terjadi juga satu kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 22 mm, serta satu kali gempa tektonik jauh. Amplitudo gempa tektonik jauh ini tercatat 38 mm.
Mukdas juga menjelaskan, jika Gunung Semeru mengalami aktivitas vulkanik atau erupsi pada pukul 05.00 WIB. Tinggi kolom letusan, lanjut Mukdas, teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabi dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 164 detik,” katanya.
Tanda Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru, PVMBG Keluarkan Rekomendasi
Sebagai informasi, satu hari sebelumnya pada Selasa (31/3/2026), Badan Geologi juga melaporkan erupsi Gunung Semeru. Kolom abu ketika aktivitas vulkanik saat itu setinggi 800 meter di atas puncak. Sedangkan pada Senin (30/3/2026), letusan menyemburkan kolom abu hingga 700 meter ke arah barat.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mempertahankan status Siaga Level III akibat aktivitas vulkanik Gunung Semeru itu. Selain itu, PVMBG juga memberikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat.
Baca Juga : Gunung Semeru Kembali Tunjukan Aktivitas Vulkanik, Semburkan Kolom Abu Setinggi 1000 Meter di Atas Puncak
Untuk masyarakat, PVMBG melarang publik melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, dalam keterangan rekomendasi PVMBG, warga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai. Hal tersebut karena berpotensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Mengingat masih adanya potensi aktivitas vulkanik Gunung Semeru ini, PVMBG juga melarang masyarakat beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari bawah gunung. Hal tersebut karena rawan lontaran batu pijar. Selain itu, PVMBG juga meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak gunung. Terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Lantaran terus terjadi aktivitas vulkanik hingga akhir Maret 2026 ini, Gunung Semeru tercatat sebagai gunung api paling aktif di Indonesia. Jumlah letusan Gunung Semeru hingga akhir Maret 2026 tercatat sebanyak 629 kali letusan. (cep/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Awal April 2026 Gunung Semeru Kembali Tunjukan Aktivitas Vulkanik 16 Kali Gempa Letusan
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.