Rabu, 09 September 2026
Breaking News
Polda Jabar Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Dugaan Penyekapan YTR ke Kejari Kabupaten Bandung Ciparay Jadi Salah Satu Sentra Budidaya Ikan di Jawa Barat, Kembangkan Varietas Baru Ikan Nila Sumo STIE IBMT Surabaya Pertahankan Penghargaan Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dari MCorp & MarkPlus Institute Polemik Tarif Masuk Rumah Pengabdi Setan di Pangalengan, DPRD Kabupaten Bandung Dorong Bupati Terbitkan Surat Edaran Wisuda STIE IBMT Surabaya, Cetak 300 Lulusan Kompeten dan Berjiwa Entrepreneur Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di Bandung Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Rutin Gelar Program Mengetuk Pintu Langit inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung Polda Jabar Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Dugaan Penyekapan YTR ke Kejari Kabupaten Bandung Ciparay Jadi Salah Satu Sentra Budidaya Ikan di Jawa Barat, Kembangkan Varietas Baru Ikan Nila Sumo STIE IBMT Surabaya Pertahankan Penghargaan Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dari MCorp & MarkPlus Institute Polemik Tarif Masuk Rumah Pengabdi Setan di Pangalengan, DPRD Kabupaten Bandung Dorong Bupati Terbitkan Surat Edaran Wisuda STIE IBMT Surabaya, Cetak 300 Lulusan Kompeten dan Berjiwa Entrepreneur Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di Bandung Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Rutin Gelar Program Mengetuk Pintu Langit inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung
TrustJabar
Internasional
Penulis: Cep19 Feb 2026

Pembicaraan Damai Ukraina dan Rusia di Jenewa Mendadak Berakhir

Pembicaraan damai antara Ukraina dan Rusia yang dimediasi Amerika Serikat di Jenewa, mendadak berakhir pada Rabu (18/2/2026) waktu setempat.

Pembicaraan damai Ukraina dan Rusia di Jenewa pada Rabu (18/22026) waktu setempat mendadak berakhir. Foto: net/

Pembicaraan damai Ukraina dan Rusia di Jenewa pada Rabu (18/22026) waktu setempat mendadak berakhir. Foto: net/

trustjabar.com - Pembicaraan damai antara Ukraina dan Rusia yang dimediasi Amerika Serikat di Jenewa, mendadak berakhir pada Rabu (18/2/2026) waktu setempat. Ukraina mengklaim jika pertemuan itu hanya berlangsung dua jam.

Baca Juga : Tawaran Rusia Akhiri Peperangan dengan Ukraina, Ini Syaratnya!

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Moskow sengaja memperpanjang dialog dan mengkritik Presiden AS Donald Trump. Ia menilai Trump secara tidak adil menekan Kyiv, bukan Rusia, untuk memberikan konsesi.

Hari kedua diskusi trilateral ini berakhir jauh lebih cepat daripada sesi Selasa yang berlangsung enam jam. Tanpa ada pihak yang menunjukkan adanya terobosan terkait konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun itu. Konflik tersebut telah menewaskan atau melukai hampir dua juta orang.

Kepala negosiator Rusia Vladimir Medinsky menggambarkan pembicaraan damai di Jenewa itu sebagai sulit tetapi professional. Medinsky mengatakan kepada wartawan bahwa perundingan lebih lanjut akan segera diadakan, tanpa menyebutkan tanggal pastinya. Sementara pejabat Ukraina mengonfirmasi, pertemuan tersebut hanya berlangsung sekitar dua jam.

Dalam wawancara dengan media Ukraina, Zelensky mengatakan bahwa Trump tidak adil dan terus menerus secara terbuka mendesak Ukraina membuat konsesi. Sementara tidak membuat tuntutan yang sama kepada Rusia.

Presiden Ukraina tersebut sebelumnya telah menyatakan kesiapan untuk bergerak menuju kesepakatan untuk mengakhiri perang. Namun mempertanyakan komitmen Rusia terhadap perdamaian.

“Pertemuan hari ini (pembicaraan damai di Jenewa) memang sulit. Dan kami menegaskan bahwa Rusia sedang mencoba memperpanjang negosiasi yang sebenarnya sudah bisa mendekati penyelesaian,” kata Zelensky di media sosialnya.

Komentar tersebut muncul setelah Trump mengatakan kepada Ukraina agar segera datang ke meja perundingan, secepat mungkin menjelang pembicaraan Jenewa. Pemerintahan AS telah mengintensifkan tekanan kepada Kyiv untuk mencapai penyelesaian. Dengan para pejabat secara pribadi menyatakan keinginan untuk mengakhiri konflik pada awal musim panas.

Pembicaraan Damai di Jenewa Alami Kebuntuan Fundamental

Negosiasi tetap mengalami kebuntuan atas isu fundamental mengenai wilayah. Rusia saat ini menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina, termasuk Krimea dan sebagian wilayah Donbas di timur. Moskow menuntut agar Ukraina menarik diri dan menyerahkan sisa wilayah Donbas yang gagal direbut oleh pasukan Rusia. Hal itu pun menjadi sebuah tuntutan yang tegas ditolak oleh Kyiv.

Baca Juga : Bantu Krisis Air Bersih, Ratusan Filter Air Nazava dari Bandung Dikirim ke Palestina

"Rakyat Ukraina tidak akan menerima kesepakatan damai yang melibatkan penarikan sepihak Ukraina dari Donbas dan penyerahannya kepada Rusia," ujar Zelensky.

Utusan Khusus AS Steve Witkoff mempertahankan nada optimistis. Dalam media sosial X miliknya, ia menuliskan bahwa kemajuan berarti telah tercapai. Kedua belah pihak sepakat melaporkan kepada pimpinan masing-masing dan terus berupa menuju kesepakatan damai.

Kepala delegasi Ukraina, Rustem Umerov mencatat, bahwa pembicaraan damai di Jenewa itu berfokus pada isu-isu praktis dan mekanisme solusi yang memungkinkan.

Rusia Lancarkan Serangan Udara Selama Negosiasi Damai

Bahkan saat para diplomat bernegosiasi di Jenewa, Rusia melancarkan serangan udara masif ke Ukraina. Pada malam sebelum pembicaraan berlangsung, pasukan Rusia menyerang 12 wilayah dengan sekitar 400 drone dan hampir 30 rudal. Akibat serangan itu menewaskan setidaknya tiga orang.

Baca Juga : Erdogan Lantang Kecam Keras Atas Serangan Israel di Gaza, Perjanjian Gencatan Senjata Dilanggar

Malam berikutnya, Rusia menyerang dengan satu rudal balistik Iskander-M dan 126 drone tempur.

“Ini jelas menunjukkan apa yang Rusia inginkan dan niat mereka,” ucap Zelensky, merujuk pada serangan-serangan tersebut dalam pidato malamnya.

Penasihat keamanan dari Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia tiba di Jenewa untuk mengamati proses perundingan dan pembicaraan damai itu. Mereka juga mengadakan pertemuan dengan delegasi Amerika dan Ukraina. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Pembicaraan Damai Ukraina dan Rusia di Jenewa Mendadak Berakhir

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.